Skip to main content

Pemkab Manggarai

Ritual Adak Roko Molas Poco Jadi Momentum Perkuat Pelestarian Budaya Manggarai
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., hadiri Adak Roko Molas Poco di Gendang Ru'a, Desa Persiapan Compang Ru'a, Kecamatan Wae Ri'i, Rabu (15/7/2026). Foto: Elvis

Ru’a, Diskominfo Manggarai – Pemerintah Kabupaten Manggarai terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sebagai identitas masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., pada pelaksanaan Adak Roko Molas Poco di Gendang Ru’a, Desa Persiapan Compang Ru’a, Kecamatan Wae Ri’i, Rabu (15/7/2026).

Adak Roko Molas Poco merupakan salah satu rangkaian ritual adat penting dalam proses pembangunan Mbaru Gendang (rumah adat Manggarai). Dalam tradisi Manggarai, ritual ini bermakna sebagai prosesi memikul (roko) tiang utama (siri bongkok) yang disimbolkan sebagai seorang gadis cantik (molas) yang berasal dari gunung (poco). Tiang tersebut kemudian dijemput di gerbang kampung (pa’ang) dan diarak menuju lokasi pembangunan rumah adat.

Ritual ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur dan permohonan restu agar Mbaru Gendang yang dibangun menjadi pusat kehidupan adat yang menghadirkan kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan bagi seluruh warga gendang.

Kedatangan Wakil Bupati disambut melalui prosesi adat Curu dan Kapu sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang menghadiri hajatan adat. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat gotong royong begitu terasa ketika para tetua adat, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan warga bersama-sama mengikuti setiap tahapan ritual dengan khidmat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Adak Roko Molas Poco yang dipimpin para tetua adat sesuai tata cara dan ketentuan adat Manggarai yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Gendang Ru’a atas semangat kebersamaan dalam membangun Mbaru Gendang sebagai simbol persatuan masyarakat adat.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Gendang Ru’a atas partisipasi, kerja sama, dan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan dalam pembangunan rumah gendang ini. Apa yang kita saksikan hari ini membuktikan bahwa budaya Manggarai tetap hidup karena dijaga bersama oleh masyarakatnya,” ujar Fabianus Abu.

Menurutnya, Mbaru Gendang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kehidupan adat yang menyatukan keluarga besar dalam berbagai aktivitas sosial, budaya, dan spiritual. Oleh karena itu, keberadaannya harus terus dijaga sebagai warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.

Fabianus Abu juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan budaya Manggarai di tengah perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai adat dan tradisi leluhur.

“Budaya Manggarai adalah identitas kita. Saya berharap seluruh masyarakat, terutama generasi muda, terus mencintai, menjaga, dan melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Jangan sampai nilai-nilai luhur ini hilang ditelan zaman, karena budaya adalah kekuatan yang mempersatukan kita,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan ritual Adak Roko Molas Poco menjadi momentum memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa melalui doa-doa adat agar masyarakat Gendang Ru’a senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, kesehatan, kesejahteraan, serta rezeki yang berlimpah.

“Melalui ritual adat ini, kita memohon berkat agar seluruh masyarakat Gendang Ru’a senantiasa hidup dalam suasana yang aman, damai, sejahtera, dan diberikan kelimpahan rezeki. Semoga rumah gendang ini menjadi tempat yang menyatukan seluruh keluarga besar dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan,” tuturnya.

Pelaksanaan Adak Roko Molas Poco menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya Manggarai tetap hidup dan terpelihara di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap lestari serta diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari jati diri Kabupaten Manggarai. (Elvis/Ronal/MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =

error: Content is protected !!