Ruteng, Diskominfo Manggarai – Panitia Festival Golo Curu (FGC) 2026 terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan launching yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 09 Juli 2026 mendatang di Natas Labar-Motang Rua. Rapat persiapan digelar di Aula Puspas Keuskupan Ruteng, Rabu (1/6/2026).
Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari merupakan perhelatan yang menggabungkan nilai spiritual, budaya Manggarai, serta potensi pariwisata daerah. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan umat dan masyarakat dalam merayakan iman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal.
Dalam persiapan launching tersebut, panitia membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari rangkaian kegiatan, keterlibatan peserta, promosi, hingga kesiapan logistik dan berbagai agenda pendukung festival.
Rapat selanjutnya dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama masing-masing seksi kepanitiaan untuk memastikan setiap bagian yang telah dipercayakan dapat dipersiapkan secara matang. Pembahasan tersebut mencakup kebutuhan teknis acara, tata panggung, perlengkapan, publikasi, konsumsi, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya demi kelancaran pelaksanaan Festival Golo Curu 2026.

Ketua Pelaksana Festival Golo Curu 2026, RD Ignasius F. R. Bora yang akrab disapa Romo Pepi Bora, mengatakan bahwa launching Festival Golo Curu menjadi langkah awal untuk memperkenalkan rangkaian kegiatan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.
“Festival Golo Curu bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi perayaan iman yang berpadu dengan budaya Manggarai. Kita ingin menghadirkan sebuah ruang bersama yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan keterlibatan seluruh umat serta masyarakat,” ujar RD Pepi Bora.
Ia menjelaskan, Festival Golo Curu diharapkan terus berkembang sebagai salah satu ikon wisata religi dan budaya yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penguatan ekonomi kreatif dan promosi potensi lokal.
“Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa iman, budaya, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan bersama. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Festival Golo Curu (FGC) 2026, Th. Yosefus Nono, menyampaikan bahwa seluruh panitia terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan setiap bagian, khususnya terkait rangkaian acara dan kebutuhan logistik.

Menurutnya, launching Festival Golo Curu 2026 akan diawali dengan lagu tema Festival Golo Curu yang dibawakan bersama anak-anak dengan gerakan animasi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa, sambutan Ketua Panitia, sambutan Bupati, serta sambutan Uskup Ruteng.
“Setelah rangkaian sambutan, acara akan dilanjutkan dengan lagu bersama dan prosesi perarakan arca Bunda Maria Golo Curu yang akan diantar menuju lokasi acara, kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan dan ditutup dengan lagu serta gerakan bersama,” jelas Th. Yosefus Nono.
Ia mengatakan, panitia juga sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk dukungan multimedia untuk menampilkan dokumentasi kegiatan Festival Golo Curu sebelumnya.
“Ada beberapa tayangan yang akan ditampilkan terkait pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Karena itu kita membutuhkan dukungan peralatan seperti layar atau videotron agar pesan dan dokumentasi kegiatan dapat tersampaikan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Th. Yosefus Nono menjelaskan bahwa aspek logistik seperti konsumsi, penataan panggung, serta pengaturan lokasi kegiatan menjadi bagian penting yang terus dipersiapkan.
“Kita juga memperhatikan konsumsi dengan menampilkan snack lokal, kemudian penataan panggung dan lokasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat yang hadir,” tambahnya.
Festival Golo Curu menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa religi dan budaya, seperti prosesi Maria Ratu Rosari, pertunjukan seni budaya, karnaval budaya, pameran UMKM, kuliner khas Manggarai, serta berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas dan masyarakat.
Panitia berharap Festival Golo Curu 2026 dapat menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, memperkenalkan budaya Manggarai kepada masyarakat luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas lokal.
“Semoga Festival Golo Curu 2026 menjadi milik bersama, bukan hanya milik panitia. Mari kita bersama-sama menyukseskan kegiatan ini sebagai bentuk syukur dan kebanggaan atas kekayaan iman serta budaya yang kita miliki,” tutup RD Ignasius F. R. Bora. (MC Kab. Manggarai)