Skip to main content

Pemkab Manggarai

Festival Golo Curu Wujud Kolaborasi Membangun Manggarai yang Harmonis dan Berdaya Saing
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, Marianus Yosef Djelamu, saat membacakan sambutan Bupati Manggarai pada Launching Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 di Ruang Publik Natas Labar, Motang Rua, Ruteng, Kamis (9/7/2026).

Ruteng, Diskominfo Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., menegaskan bahwa Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu bukan hanya milik Gereja Katolik, melainkan menjadi milik seluruh masyarakat Manggarai sebagai ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, merawat keberagaman, serta membangun kolaborasi lintas agama dan budaya.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Manggarai dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai, Marianus Yosef Djelamu, pada Launching Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 di Ruang Publik Natas Labar, Motang Rua, Ruteng, Kamis (9/7/2026).

“Festival ini diselenggarakan oleh Keuskupan Ruteng, tetapi bukan berarti hanya milik umat Katolik. Ini adalah perayaan kebersamaan kita, di mana semua komunitas budaya dan lintas agama terlibat dan berkolaborasi. Mari kita hindari percakapan tentang perbedaan yang hanya menimbulkan rasa curiga. Justru di sinilah kita merayakan indahnya keberagaman Manggarai,” demikian sambutan Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa tema Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026, “Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan: Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi, dan Merawat Kehidupan,” sangat relevan dengan semangat membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Tema tersebut mengajak seluruh masyarakat menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam kesetiaan kepada Tuhan, memperkuat persaudaraan, menghadirkan semangat pelayanan, serta merawat kehidupan dan lingkungan.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Manggarai memandang Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu bukan hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan nilai-nilai religius, budaya, dan pariwisata dalam satu semangat pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Manggarai juga berharap Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu terus berkembang menjadi agenda wisata nasional yang mampu memperkuat posisi Manggarai sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Keuskupan Ruteng, seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta masyarakat yang terus mendukung penyelenggaraan Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu.

“Festival Golo Curu adalah bukti nyata kolaborasi Gereja dan Pemerintah dalam membangun Manggarai. Semoga festival ini membawa dampak transformatif bagi kehidupan rohani, sosial, budaya, ekonomi, dan ekologis masyarakat,” tutup Bupati. (MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 17 =

error: Content is protected !!