Pemkab Manggarai

Vikjen Keuskupan Ruteng, Pimpin Misa HUT RI ke 77

Kominfo- Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Ruteng Romo Alfons Segar, pr memimpin misa Syukur Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 77 didampingi Pastor Paroki Katedral Romo Gabriel Harim,pr berlangsung di Gereja Katedral Ruteng, Jumat 12/8/2022.

Perayaan misa juga dihadiri Wakil Bupati Manggarai Herybertus Ngabut,S.H, dan ibu, Ketua DPRD Matias Masir,S.pd dan ibu Sekda Manggarai Drs.jahang Fansi Aldus dan ibu, Unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, pimpinan OPD, Kepala kementerian agama kabupaten Manggarai, guru, siswa – siswi serta umat lainnya.

Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, pr dalam kotbahnya mengatakan, saat ini kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan kemerdekaan secara politis, tetapi jauh lebih penting ialah kemerdekaan rohani.

Kemerdekaan rohani menurut Romo Alfons, berarti hidup lepas bebas, tidak dipengaruhi kepentingan-kepentingan diri, keluarga dan golongan.

Dikatakan Romo Alfons, orang -orang yang telah mengalami kemerdekaan rohani itu, adalah orang -orang yang hidupnya hanya demi kemuliaan ALLAH dan kesejahteraan bersama.

Ia tidak akan terbelenggu oleh berbagai tindakan kelaliman, kekerasan dan uang. Karena hal itu, kata Romo Alfons hanya akan menghancurkan, negara, daerah dan rakyatnya sendiri.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, baik para pemimpin bangsa, daerah dan bangsa hendaknya memiliki kemerdekaan rohani itu “Kemerdekaan rohani kiranya menjiwai kita semua dalam mengisi kemerdekaan masa kini,”ungkapnya.

Selain itu Romo Alfons mengatakan, umat Katholik juga patut berbangga karena telah memiliki negara yang merdeka dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Umat Katholik lanjutnya, juga merasakan indah dan bahagianya hidup di alam kemerdekaan, dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain warga negara Indonesia kata Dia, umat Katholik adalah juga warga gereja yang diperoleh berkat iman kepada Kristus. Tugas dan kewajiban warga negara dan gereja, yakni memberikan dan melakukan, apa yang wajib dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Lebih jauh dijelaskan, kedua status ini, yaitu warga Indonesia dan warga gereja Katholik saling mendukung dan menyempurnakan satu sama lain “Dengan menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, kita akan menjadi warga gereja Katholik yang sejati,”ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, sesaat seusia mengikuti misa, dalam sambutan singkatnya mengajak semua pihak untuk meneruskan dan mengisi hari-hari kemerdekaan dengan cara masing-masing demi kebaikan bersama “Saya sangat tersentuh dan terharu dengan lagu -lagu perjuangan yang dibawakan anggota koor tadi. Terasa sekali getarannya. Kita mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang dengan rela mengorbankan tubuh dan jiwa mereka,”ungkapnya.

Wabup Heri juga mengajak masyarakat dan umat yang hadir untuk terus mendoakan para pejuang, para penjasa agar mereka bisa mendapatkan kedamaian kekal “Kita patut bersyukur kepada para leluhur, penjasa, para pejuang yang sudah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini, sampai titik darah terakhir. Selamat merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 77. Pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,”pungkasnya.

Sementara itu kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Manggarai, Nikolaus Nama Payon, S.Ag mengatakan, perayaan misa hari ini dimaknai sebagai perayaan syukur, karena telah menjadi sebuah bangsa yang merdeka.

Tetapi kata Payon, misa syukur ini juga sebagai momen refleksi dan ruang untuk permenungan kemerdekaan secara rohani.

Selain itu dirinya juga mengajak semua pihak untuk bersinergi , agar potensi yang Tuhan sudah berikan bisa melayani umat dan masyarakat sehingga tercipta kesejahteraan bersama. (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.