Pemkab Manggarai

Uskup Ruteng Berikan Sakramen Krisma di Gereja Santu Vitalis Cewonikit

Kominfo – Uskup Keuskupan Ruteng Mgr.Siprianus Hormat, pr memberikan Sakramen Krisma kepada umat dan siswa-siswi Sekolah Dasar di Gereja Santu Vitalis Cewonikit, Minggu (5/6/2022).

Sebelum memberikan minyak Krisma, Uskup Siprianus Hormat terlebih dahulu memimpin perayaan Ekaristi didampingi Uskup Emeritus Mikael Angkur, Vikep Ruteng Romo Geradus Janur, Pastor Paroki Santu Vitalis Cewonikit Romo Ardi Obot, serta sejumlah Imam Konselebran.

Perayaan Ekaristi dan pemberian Krisma juga diikuti Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, ketua DPRD Matias Masir, Kepala Dinas Kominfo Heribertus Jelamu, Dewan Pastoral, orang tua dan wali peserta krisma, biarawan/biarawati serta umat paroki Santu Vitalis Cewonikit.

Dalam Homilinya Uskup Siprianus menegaskan, perayaan pentekosta tidak sekedar sebagai perayaan yang harus dilaksanakan oleh gereja. Perayaan ini (pentekosa) kata Uskup Siprianus, merupakan perayaan yang membuat gereja bertumbuh dan berkembang.

Uskup melanjutkan, perayaan pentekosta membuat Gereja bertarung dalam arus jaman, dalam daya yang sama yang membuat gereja kokoh hingga saat ini. Apapun badai yang menerpanya sepanjang sejarah tetap kokoh, karena kita yakin Roh Kudus yang memberi daya dan kekuatan “Mari kita membiarkan diri kita dituntun oleh hikmat Roh Kudus dan akan membawa paroki ini semakin hari semakin baik. Profisiat untuk Paroki Cewonikit dengan diterimanya sakramen Krisma kepada umat dan anak-anak kita,”ungkapnya.

Uskup Siprianus juga mengajak umat untuk merenungkan kebenaran menjadi anggota gereja dalam iman, harapan dan kasih.

Uskup Siprianus mengatakan, melalui Sakramen tubuh dan darah kristus serta sakramen Krisma umat disatukan lebih kokoh. Dan kehadiran Yesus sendiri yang menjadi daya hidup bagi setiap umat beriman menjadi makan dan minuman rohani dalam ziarah kehidupan umat.

Uskup Siprianus menuturkan, turunnya Roh Kudus melalui hari raya pentekosta sebagai tanda Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sebagai yatim piatu.

Gereja dan paroki tegas Uskup, bukanlah kumpulan manusia yatim-piatu yang ditinggalkan Tuhan. Paroki kita merupakan tempat di mana Tuhan selalu hadir. Uskup kembali menegaskan, jangan pernah memberi kesan dan pengalaman bahwa keluarga kita adalah keluarga yatim-piatu, rumah yatim-piatu yang telah kehilangan peran-peran formasi iman, formasi moral dan nilai-nilai injil “Tetaplah berharap, arahkan kekuatan dan kehadiran ALLAH yang senantiasa menerangi hidup kita,”ujarnya.

Pentekosta menurut Uskup Siprianus, adalah datangnya Roh Kudus yang akan membinasakan yang lama dalam hidup manusia dan masuk ke alam suasana hidup baru. Suasana hidup baru sukacita, kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, dan penguasaan diri. Umat lanjut Uskup, diajak dengan sungguh-sungguh untuk mengingat kembali kehidupan dan situasi dunia saat ini yang bisa saja menjadi resah, jenuh dalam membaca tanda-tanda jaman.

Pertanyaan untuk diri kita adalah, apa yang kita mau warisi sebagai warga Gereja dan warga masyarakat dalam kehidupan hari-hari selanjutnya “Hari ini anak-anak kita akan menerima sakramen Krisma atau sakramen kehadiran Roh Kudus. Mereka nantinya akan hidup, akan diutus menjadi duta kasih dalam hidup,”katanya.

Dalam semangat pentekosta dan Krisma, Uskup kembali mengajak umat sebagaimana arahan Paus Fransiskus, yakni menjadi gereja yang bersekutu, gereja yang partisipatif dan menjadi gereja yang misioner.

Sakramen Krisma kali ini, selain diberikan Uskup Ruteng juga diberikan Uskup Emeritus Mgr.Mikael Angkur dan Vikep Ruteng Romo Geradus Janur.

Selesai perayaan Ekaristi dan pengurapan minyak Krisma, dilanjutkan dengan pemberkatan gua Maria dan ruang Adorasi oleh Uskup Ruteng. (ars)

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published.