Pemkab Manggarai

Tahun Ini, Dinkes Manggarai Targetkan Nol AKI

Kominfo Manggarai – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai menargetkan nol Angka Kematian Ibu (AKI) tahun ini. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan menyampaikan hal itu kepada Kominfo Manggarai di ruang kerjanya, Kamis (19/01).

Kadis Hermopan menyampaikan, Dinkes Manggarai tahun ini memprioritaskan upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB). Selain itu, juga penurunan angka stunting. “Sama seperti secara nasional, tahun ini kita fokus menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan juga pengentasan stunting,” ungkapnya.

Hermopan menyebut, AKI di Manggarai pada tahun 2022 lalu tercatat sebanyak 7 orang. AKI ini mengalami penurunan hampir 50 persen dari tahun sebelumnya yakni sebanyak 12 orang pada tahun 2021.

Sementara pada tahun 2023 ini kata Hermopan, pihaknya menargetkan nol AKI alias tidak ada ibu melahirkan yang meninggal dunia. “Saya fokus betul soal kematian ibu ini. Kalau bisa ya, target kita jangan ada ibu di kabupaten Manggarai meninggal karena melahirkan,” katanya.

Guna mencapai target itu jelas Hermopan, pihaknya berinovasi mengaktifkan sistem komunikasi dan koordinasi dengan nama 5H2 Center. ” 5H2 Center ini semacam media informasi bagi kita terkait informasi 5 hari sebelum ibu melahirkan dan dua hari setelah melahirkan,”jelasnya.

Menurut Hermopan, melalui media ini petugas rutin melakukan kontrol terhadap setiap ibu baik yang akan melahirkan maupun yang telah melahirkan. “Kita inginkan setiap minggu itu ada informasi ibu yang akan melahirkan atau yang sudah melahirkan,” ujarnya.

Dikatakan, selain jajaran Dinas Kesehatan pihaknya juga akan melibatkan para Camat dan Kepala Desa guna memantau dan menginformasikan tentang persalinan dan kelahiran di wilayah masing-masing. “Tujuannya supaya semua tugas itu terdistribusi merata kepada teman-teman pemerintah baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa dan kelurahan. Juga teman-teman kepala Puskesmas,” terangnya.

Hermopan menambahkan, tahun ini pihaknya juga memprioritaskan beroperasinya Rumah Sakit Pratama Reo untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah utara Manggarai.

Menurutnya, rumah sakit ini menyediakan laboratorium, dokter umum minimal 4 orang serta pelayanan rawat inap. Fasilitas rawat inap terdiri dari 10 ruangan. Masing-masing ruangan memiliki 5 tempat tidur. ***(Yoga)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 8 =