Pemkab Manggarai

Simpay Ganggut Agustinus Raih Sertifikat Wasit Nasional

 Simpay Ir.Ganggut Agustinus,MT

Ruteng-Cabang Olah Raga bela diri kempo yang banyak menuai prestasi bagi atlet maupun pelatih di Manggarai selama beberapa tahun terakhir kembali mengukir prestasi.

Kali ini Simpay Ir.Ganggut Agustinus,MT dianugerahi sertifikat wasit Nasional oleh Pengurus Besar Persatuan Kempo Indonesia (PB Perkemi ) beberapa waktu lalu.

Kepada Media ini Ganggut Agustinus yang juga Kepala Dinas Kehutanan Manggarai ini menjelaskan Dirinya memang sebelumnya sudah menyandang wasit Nasional kemudian diperpanjang dengan mengikuti kembali ujian di dua kategori sekaligus yakni Embu dan beregu,”Saya sudah beberapa kali memimpin pertandingan Nasional,baik di Surabaya maupun kota-kota lainnya,”Jelas Agustinus.

Menurut Agustinus sertifikat wasit yang diterimanya berlaku selama empat tahun dan kemudian diperpanjang kembali dengan mengikuti ujian untuk mengetahui wasit-wasit Nasional masih memiliki kemampuan dan kebugaran atau tidak.

Untuk meraih sertifikat wasit Nasional demikian Agustinus kriteria yang harus dipenuhi diantaranya masih aktif sebagai pelatih maupun sebagai wasit,’’Prinsipnya masih aktif di Kempo,termasuk Saya,’’Ujar Agustinus.

Simpay Gusti begitu Ia biasa disapa mengatakan selain Dirinya Pelatih yang dianugrahi sertifikat juga berasal dari Manggarai yakni Simpay Kanisius Nasak,namun menurut Agustinus Simpay kanis hanya dinaikan statusnya dari wasit daerah menjadi wasit Nasional khusus untuk Embu,”Dari NTT ada beberapa orang termasuk Saya dan Kanisius,” terang Agustinus.

Lebih lanjut Ketua Perkemi se daratan Flores ini mengaku siap jika nantinya dipanggil oleh Induk Organisasi Perkemi untuk memimpin kejuaran Nasional maupun Pekan Olah Raga Nasional yang di gelar di Indonesia,”Kami tunggu keputusan Perkemi,apa mau mengambil atau tidak,Kalau Saya tidak masalah karena selain jadi wasit,Saya juga sering memimpin pertandingan Nasional,”Ungkap Agustinus.      (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.