Pemkab Manggarai

Pejabat dan Tokoh Agama di Manggarai Disuntik Perdana Vaksin Covid-19

Ruteng – Dalam rangka penanggulangan penyebaran virus corona serta upaya meyakinkan masyarakat akan keamanan Vaksin Covid-19, Pemerintah Kabupaten Manggarai melaksanakan kegiatan perdana Vaksin Covid-19. Pemberian Vaksin Covid-19 yang menyasar pejabat dan tokoh agama di Manggarai, berlangsung di lantai 1 kantor Bupati Manggarai, Kamis (4/02/2021).

Sejumlah pejabat dan tokoh agama yang menerima Vaksin perdana, diantaranya Asisten 1 bidang Kesra Frumensius LTK, Wakapolres Manggarai Kompol I Wayan Aryana, Dandim 1612 Manggarai Letkol Ivan Alva, Kajari Manggarai Yoni Pristiawan Artanto dan Wakil Ketua DPRD Flavianus Soe.

Wakil Ketua DPRD Manggarai Flavianus Soe, saat Divaksin Covid 19

Selain itu sejumlah tokoh agama, di antaranya  Sekretaris II Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ismail Nazar, Sekretaris Keuskupan Ruteng Romo Manfred Habur, pr, Wakil Rektor III Unika Ruteng Romo Ino Sutam dan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Manggarai dr.Ronal Susilo juga berkesempatan mendapatkan Vaksin Sinovac asal China tersebut.

Pelaksana Tugas (plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Nobertus Burhanus menjelaskan, sasaran vaksin Covid-19 yakni kelompok rentan usia 18 hingga 59 tahun. Selain itu kata Nobertus, sasaran Vaksin juga diberikan kepada tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan target 2.160 orang tenaga kesehatan. Nobertus menuturkan, untuk meningkatkan kepercayaan publik akan kenyamanan dan keamanan Vaksin, pemberian Vaksin akan diberikan kepada pimpinan dan tokoh daerah.

Dijelaskan, persiapan dalam rangka Vaksin di Kabupaten Manggarai, yakni persiapan input data Sumber Daya Manusia Kesehatan melalui aplikasi dari Kementerian Kesehatan, pengiriman nama-nama Vaksinator sejumlah 443 orang terdiri dari dokter, perawat dan bidan .”Vaksin selanjutnya akan diberikan kepada tenaga kesehatan di 23 Puskesmas secara terjadwal, ” ungkapnya.

Tokoh Agama Romo Manfred Habur, Pr saat menerima Vaksin Covid-19

Bupati Manggarai Deno Kamelus ketika membuka kegiatan Launching Vaksin tersebut mengatakan, salah satu cara menangkal berita bohong (hoax) tentang keampuhan Vaksin Covid 19 yakni bagaimana peran pejabat-pejabat publik terutama Presiden untuk divaksin pertama kali. “Saya dan Pa Wakil tidak divaksin karena usia lebih dari 59 tahun dan kami termasuk di tigapuluh persen Statistik Nasional yang tidak bisa divaksin,” tuturnya.

Bupati Deno mengatakan, launching Vaksin mau memberitahu publik bahwa Manggarai sudah mendapat alokasi Vaksin dari Pemerintah Pusat untuk Vaksin. Tentunya yang diutamakan juga Vaksin kepada para tenaga kesehatan.

Managemen yang berkaitan dengan Vaksinasi kata Bupati, terus diperbaiki. Persoalan-persoalan di lapangan perlu diatasi dengan baik untuk kemudian bisa meluruskan satu kebijakan sehingga pelaksanaan Vaksin bisa efektif dan efisien.

Beliau juga menyinggung persoalan pengurusan jenasah pasien Covid 19. Di mana sudah ada perubahan peraturan Bupati sehingga jelas siapa yang memegang peran, mulai dari mengangkat, membawa mobil jenasah, menggali kubur, menyiapkan APD dan sebagainya. “Kebijakan ini kita lakukan berdasarkan pengalaman di lapangan. Pengalaman-pengalaman ini harus dicatat dengan baik,” katanya.

Vaksinasi perdana ini diawali dengan pemukulan gong oleh Bupati Deno Kamelus bersama Wakil Bupati Victor Madur, dilanjutkan dengan edukasi singkat mengenai tata cara pemberian Vaksin oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Asumpta Djo.

Dalam edukasinya, Kabid P2P Asumpta Djo menerangkan, penerima Vaksin terlebih dahulu akan didata dan diverifikasi pada meja 1, kemudian di meja 2 penerima Vaksin diskrining ananemsia dan pemeriksaan fisik, dilanjutkkan ke meja 3 penerima akan diVaksin dan meja ke 4 dilakukan observasi Kejadian Pasca Imunisasi (KIPI).

Lebih lanjut Kabid Asumpta Djo menjelaskan imun, reaksi dan KIPI setiap orang berbeda setelah divaksin. Vaksin kata Asumpta akan diulang dalam 14 hari ke depan. “Sangat diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan sehingga pada hari ke 14 atau tanggal 18 Februari bisa diVaksin lagi. Jika hanya satu kali Vaksin tidak ada guna” ujar dia.

Pemantauan KIPI jelasnya, 30 menit setelah divaksin tidak boleh meninggalkan ruangan. KIPI dipantau dokter 1×24 jam. “Jika ada perubahan yang dirasakan segera hubungi dokter. KIPI bukan hal yang menakutkan, semua bisa diatasi,” ujarnya meyakinkan.¬† (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.