Pemkab Manggarai

Optimalkan Pasar Puni, Pedagang Tanpa Lapak Di Paris Ruteng Bakal Direlokasi

Kominfo Manggarai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai dalam waktu dekat akan mengoptimalkan pemanfaatan pasar rakyat Puni, Ruteng. Para pedagang yang tidak memiliki lapak resmi di Pasar Inpres (Paris) Ruteng bakal direlokasi ke pasar Puni.

Hal itu disampaikan Assisten II Sekda Manggarai, drh. Yoseph Mantara saat meninjau pasar rakyat Puni, Ruteng, Rabu (05/04). Tampak hadir dalam kegiatan ini, sejumlah Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Manggarai dan Camat Langke Rembong, Yohanes Emiliano A. Ndahur, S. STP, MA.

Mantara mengaku, saat ini pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan pemanfaatan pasar rakyat Puni Ruteng. Persiapan dimulai dari pendataan para pedagang, kapasitas tempat serta pembenahan berbagai fasilitas penunjang. Upaya ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Manggarai.

Jika pasar rakyat ini sudah siap beroperasi kata Mantara, pihaknya akan melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa memanfaatkannya. “Nanti kita juga akan surati semua OPD, BUMN dan BUMD serta gereja untuk sosialisasi pemanfaatannya,” ujarnya.

Menurut dia, gedung pasar rakyat yang dibangun tahun 2018 itu mengikuti konsep pasar modern. Jika dimanfaatkan akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pembeli maupun pedagang.
“Kita akan upayakan semua kebutuhan pasar itu ada, misalnya ikan ya ada pedagang ikan, sayur ada pedagang sayur, dan lain-lain,” terangnya.

Di sisi lain, Mantara mengakui semrawutnya kondisi pasar Inpres (Paris) Ruteng saat ini. Kesemrawutan dipicu terbatasnya daya tampung bagi para pedagang. “Kita saksikan sendiri kondisi pasar Inpres itu sudah over kapasitas,” ungkapnya.

Dijelaskan, akibat keterbatasan daya tampung pasar, banyak pedagang berjualan tidak pada tempatnya termasuk di tepi jalan umum. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung atau pembeli.

Mantara menegaskan, para pedagang yang tidak memiliki lapak resmi bakal direlokasi ke pasar Puni. Upaya relokasi dilakukan melalui pendekatan persuasif. Namun jika tidak diindahkan akan diambil tindakan tegas. “Sudah tidak ada tawar menawar lagi karena kita sudah siapkan tempat,” tegasnya.

Kepala Sat Pol PP Manggarai, Aldy Tjangkung menyatakan siap mendukung upaya relokasi para pedagang dari Paris Ruteng ke pasar rakyat Puni. “Prinsipnya kami siap mendukung demi terciptanya kondisi pasar yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat, ” tegasnya.

Diketahui total lapak jualan yang disediakan di gedung pasar rakyat Puni, Ruteng sebanyak 198 unit. Rinciannya : 18 unit lapak buah-buahan, 19 unit lapak daging, 32 unit lapak bumbu dapur, 90 unit lapak sayur-sayuran, 19 unit lapak ikan dan 20 unit lapak umum. Sementara kios sebanyak 35 unit. ***(Yoga)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − five =