Pemkab Manggarai

Kasatlantas Turunkan Paksa Para Pelajar di Tengah Jalan

Tanggal update: 16 Aug 2017 12:20, oleh: Aris

Ruteng : Sejumlah pelajar yang kedapatan tidak mengenakan helm saat mengendarai kendaraan roda dua,di turunkan paksa oleh Kasatlantas Polres Manggarai AKP Risky Fardian,Sik ketika menggelar operasi rutin bersama jajaran Satuan Lalu Lintas dari Polres Manggarai,Selasa (15/8/2017).

Tidak hanya para pelajar,sejumlah pengendara yang melintas di depan kantor Bank NTT Cabang Ruteng tempat operasi berlangsung turut di razia petugas,para pengendara juga kelihatan panik ketika kendaraan mereka dihentikan petugas.

Bahkan sejumlah pengendara yang luput dari pantauan petugas,memilih berbalik arah dan kabur tanpa menghiraukan pengendara lain yang kebetulan melintas di tempat yang sama.

Para pengendara kelihatan bingung ketika petugas menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK.

‘’Selamat Pagi Pak,Kami sedang laksanakan operasi rutin,bisa tunjukan surat-surat kendaraan,’’Sapa seorang anggota Lantas kepada salah seorang pengendara.

Sang pengendara yang hendak menuju tempat kerjanya pagi itu tampak cemas karena tidak bisa menunjukan kelengkapan surat-surat ‘’Maaf Pak tadi buru-buru mau ke kantor,STNK saya lupa bawah tapi SIM saya bawa ,’’Ungkap sang Bapak sambil tersenyum.

Lalu petugas tersebut hanya memberi peringatan kepada sang Bapak dan berpesan agar lain kali surat-surat tersebut harus di bawah,sehingga kendaraan tidak ditilang ketika ada operasi.  

Teguran : Kasatlantas Risky Fardian sedang menegur seorang pelajar yang membonceng temannya tidak mengenakan helm.  Foto : Aris

Kepada Media ini Kasatlantas Polres Manggarai AKP Risky Fardian,Sik menuturkan jajarannya akan terus melakukan operasi rutin baik di wilayah Manggarai maupun Manggarai Timur.

Hal tersebut kata Risky Fardian agar para pengguna jalan terutama para pengendara sadar akan pentingnya menjaga ketertiban berlalu lintas ’’ Rutin atau tidaknya operasi ini,sebenarnya itu Konsekwensi tugas Kepolisian terutama Satlantas,’’ Kata Risky.

Terkait banyaknya pengendara kendaran terutama roda dua yang masih di bawah umur Risky Fardian menerangkan hampir 85 persen kecelakaan yang terjadi masih di bawah umur ‘’ Jadi kami mau,anak-anak sekolah ini sadar,harus miliki SIM.Kami juga akan panggil orang tua dan gurunya ,’’ Tegas Risky.

Banyaknya kecelakaan di bawah umur Lanjut Risky Fardian karena anak-anak dibawah umur tidak sadar dan paham akan pentingnya menggunakan helm dan aturan lalu lintas seperti memiliki SIM itu tidak di miliki  ‘’ Bagi anak-anak sekolah,tidak pakai helm itu hal yang biasa,harus mereka sadari memakai helm itu penting,ketika kecelakaan terjadi helm itu bisa lindungi anggota tubuh terutama kepala,’’Jelas Risky.

Untuk itu pria asal Palembang ini menghimbau para pengendara terutama yang masih di bawah umur agar bisa mencerminkan hal baik ditengah masyarakat dan memiliki SIM adalah hal yang mutlak bagi seluruh pengendara termasuk yang masih di bawah umur ‘’Saya harap Orang tua,jangan berikan kendaraan kepada anak-anak yang masih di bawah umur,mereka belum memahami apa itu tertib berlalu lintas,rambu lalu lintas,keamanan berlalu lintas ,’’Terang Risky.  ** ( aris marsal )

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.