Pemkab Manggarai

Ini Kata Bupati Hery, Terkait Perbedaan RPJMD Tahun Ini Dengan Lima Tahun Lalu

Menengah Daerah (RPJMD) tahun ini (2021-2026) berbeda dengan 5 tahun lalu. Perbedaan kata Bupati Hery terletak pada lingkungan Makro, “lingkungan Makro lima tahun lalu atau 2016-2021 adalah lingkungan Makro yang optimis atau tidak diwarnai penyebaran Covid 19. Semua pihak optimis pada penyelenggaraan negara, semua optimis pada penyelenggaraan pendapatan, baik pribadi maupun negara,” ujar Bupati Hery, saat kegiatan Musrenbang RPJMD, Kamis (20/5/2021).

Dikatakan Bupati Hery Nabit, RPJMD yang disusun tahun ini, ada dalam sebuah lingkungan Makro yang pesimistis dan tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. “Tidak ada yang tahu, apakah proses vaksinasi yang sedang berjalan menyebabkan kita semua akan terhindar dari penyebaran covid 19,” katanya.

“Tidak ada yang dapat perkirakan pendapatan pribadi atau daerah dan negara akan mampu membiayai belanja pembangunan ke depan,” lanjutnya.

Bupati Hery mengatakan, target-target yang ditetapkan dalam RPJMD 2021-2026 adalah target-target yang konservatif, yang moderat dan pas-pas atau bukan target yang bombastis.

Dijelaskan Bupati Hery, semua menginginkan lompatan dan kemajuan yang lebih cepat, namun keadaan saat ini baik secara global, nasional maupun lokal tidak mengijinkan kita untuk bermimpi dan melompat terlalu jauh. “Sekali lagi kami garisbawahi target-target yang kita tetapkan adalah target-target yang konservatif. Tidak berarti kita semua pesimistis namun tetap optimis,” ungkapnya.

“Ijinkan kami di titik ini menyampaikan target-target yang terukur saja, dda periode waktu dan diijinkan aturan ketika suasana secara global, nasional dan lokal kembali membaik, dibolehkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terbatas pada dokumen RPJMD kita,” jelasnya.

Di berbagai Media kata Bupati Hery, banyak diberitakan perbaikan-perbaikan dokumen RPJMD yang dilakukan oleh kabupaten/kota yang sudah menyusun RPJMD 2017/2018.

Dijelaskan Bupati Hery, perbaikan dokumen dilakukan karena mereka (kabupaten /kota) menetapkan target dokumen RPJMD terlalu tinggi pada saat situasi normal. Ketika masuk  periode krisis, target-target itu harus direvisi kembali. “Langkah-langkah itu diharapkan bisa diambil pada pertengahan periode perencanaan RPJMD untuk merevisi target-target kita,” katanya.

Apresiasi Bupati

Pada kesempatan yang sama, beliau juga mengapresiasi perangkat daerah yang telah menyediakan data dan informasi dalam penyusunan RPJMD, meski diakui Bupati Hery ada data yang valid dan ada yang tidak, ada data yang tersedia ada yang tidak.

Apresiasi yang sama juga diberikan Bupati Hery kepada tim pendamping RPJMD dari pusat pengembangan kapasitas dan kerjasama Fisip Universitas Gajah Mada Yogyakarta. “Meski perangkat daerah yang menangani perencanaan memiliki ilmu, tetapi terbatas, memiliki regulasi tetapi regulasi juga banyak. Untuk itu kita butuh pendampingan dan tidak bisa kita lakukan sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dokumen RPJMD tidak disusun tim pendamping, akan tetapi disusun oleh anak-anak Manggarai, tetapi dalam pendampingan tim dari UGM.

Pendampingan diperlukan kata Bupati Hery, agar semua dokumen dihasilkan dengan perencanaan yang sistematis, “itulah mengapa Pemerintah kabupaten Manggarai memutuskan agar proses penyusunan RPJMD ini, disusun dengan pendampingan dari Fisip UGM,” paparnya.  (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.