Pemkab Manggarai

Hadir Dalam Ikrar Kaul Kekal Suster Pasionis, Bupati Heri Minta Umat Doakan Para Biarawan -Biarawati

Kominfo- Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, S.E.,M.A meminta umat agar mendoakan para biarawan dan biarawati.
Hal tersebut disampaikan Bupati Hery saat menghadiri pengikraran Kaul Kekal dari salah seorang Suster Pasionis, yakni, Suster Yulenta Liliana Dhelo,CP, bertempat di Gereja Santo Nikolaus Golo Dukal, Ruteng kabupaten Manggarai Minggu 14/8/2022.

Dalam sambutannya seusia perayaan Ekaristi, Bupati Hery mengatakan, saat ini masyarakat yang dilayani baik oleh pemerintah maupun oleh Biarawan dan Biarawati adalah masyarakat yang semakin kritis dan cerdas ” Kepada umat sekalian, Saya Bupati Manggarai menyampaikan permohonan agar kita senantiasa berdoa untuk para Imam dan Suster. Kita tahu dalam kehidupan mereka (Imam dan Suster) tidak hanya dikelilingi oleh malaikat tetapi di sekitar mereka juga ada Iblis. Dan selalu ada pihak atau Iblis yang menghendaki kejatuhan para biarawan-biarawati,”ungkapnya.

Untuk itu kata Bupati Hery, dibutuhkan keluasan hati untuk mendengarkan semuanya “kalau kita memiliki 100 kata untuk mengkritik mereka, Saya minta kita juga siapkan 1000 doa, agar mereka kuat dan teguh dalam panggilan,”pintanya.

Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, dalam Homilinya mengatakan, nilai karunia sukacita manusia selalu terdorong untuk mencari sukacita. Mencari sukacita bukan hanya dorongan kodrati manusia tetapi juga dikehendaki oleh Tuhan sendiri.

Tetapi kata Uskup Sensi, ada pertanyaan penting bicara soal sukacita dalam hidup kacamata orang beriman, Sukacita seperti apa dan dimana dan bagaimana sukacita yang benar “Para Suster delapan orang ini, adalah orang-orang yang mencari sukacita. Bukan di mana-mana tetapi di dalam salib Tuhan. Maka itu mereka disebut Suster Pasionis,”ujarnya.

Dikatakan Uskup Sensi, memilih panggilan hidup Bakti bagi para biarawan -biarawati selalu menghadirkan orang-orang yang menyadari sungguh-sungguh warisan keterbatasan akibat dosa adam dan hawa. Harus kerja keras, berkeringat bahkan berdarah-darah dan harus keluar sebagai pemenang di medan pertempuran yang tidak ada habis-habisnya antara kuasa kegelapan, iblis dan ambisi.

Dijelaskan Uskup Sensi, komitmen dan pilihan menekuni panggilan hidup Bakti, tidak bisa lari dari komitmen pribadi untuk sabar dalam pengharapan “Saya membayangkan ke delapan Suster ini, menyadari sungguh bahwa mereka hanyalah hamba-hamba ALLAH yang melaksanakan kehendak ALLAH. Karena kehendak ALLAH satu-satunya pasti menghantar mereka kepada pemenuhan janji Yesus, yaitu kemuliaan,”terang Uskup.

Selain itu Uskup mengatakan, sukacita yang benar, hanya bisa diraih ketika bertemu dengan kebenaran sejati. Kebenaran sejati bagi kita kata Uskup, ada dalam diri Yesus Kristus.

Sementara itu Provinsial Kongregasi Suster Pasionis, Suster Helena Inca,CP mengatakan, angka 25 tahun bukan sesuatu yang gampang.

Dikatakan Suster Helena, refleksi secara mendalam penghayatan hidup Bakti 25 tahun menjadi sesuatu hal yang diperjuangkan berkaitan dengan kesetiaan dan pengorbanan.

Suster Helena mengatakan, hidup Bakti juga menjadi tanda, bahwa cinta Tuhan sekarang dan selamanya.

Selain pengikraran Kaul Kekal juga dipadukan dengan ungkapan syukur 25 tahun membiara dari Suster Yasunta Wula,CP, Suster Regina Umbut, CP, Suster Marta Liwa, CP, Suster Ermelinda Soo,CP dan Suster Waldetrudis Halo,CP serta profesi pertama dari Suster Florian Sale, CP dan Suster Emilia Ayu Putri Melni,CP.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Manggarai Heribertus Ngabut, S.H, Wakil Bupati Nagekeo Marianus Wajah, S.H, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Manggarai, Imam Konselebran, Dewan IV kongregasi Suster Pasionis Suster Edita Isa,CP, dewan Pastoral Paroki GoloDukal, toko masyarakat, toko agama, tokoh umat, suster Provinsial, keluarga dan kerabat Yubilaris, Kongregasi Suster Pasionis serta umat paroki Santo Nikolaus Golodukal. (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.