Pemkab Manggarai

GMPS,Gandeng Pemkab Manggarai Perangi Sampah

Ruteng ; Dalam rangka menjaga kebersihan dan keindahan kota Ruteng,berbagai komunitas yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) menggandeng Pemerintah Kabupaten Manggarai memerangi sampah-sampah dalam kota Ruteng.

Selain Pemkab Manggarai,kegiatan yang berlangsung,Jumat (25/1/2019 tersebut juga melibatkan perwakilan DPRD,LSM,pelajar,Mahasiswa,Aparatur Sipil Negara (ASN),kepolisian,Kodim 1612,JPIC Keuskupan Ruteng,Karang Taruna,GMNI,PMKRI,toko masyarakat,BUMD/BUMD,LSM,pelaku usaha dan masyarakat.

Sebelum melaksanakan aksinya,berbagai elemen yang terlibat melakukan penandatanganan deklarasi sebagai komitmen bersama memerangi sampah.

Deklarasi yang dibacakan Lorens Guntur tersebut berisikan beberapa komitmen,diantaranya

1.  Berkomitmen penuh memerangi

     sampah di kota Ruteng.

2.  Berkomitmen penuh menjadikan

      kota Ruteng sebagai rumah

      bersama yang bersih dan  asri.

3.  Berkomitmen menyediakan tempat

     penampungan sampah,dimulai dari

     rummah tangga,tempat

     usaha,lembaga pendidikan dan

      rumah ibadah.

4.  Mendorong semua elemen

     masyarakat untuk bergerak

     bersama dalam megatasi masalah

     sampah.

5.  Mendukung penegakan hukum

     terhadap Peraturan Daerah nomor 2

      tahun 2013 tentang pengolahan

      sampah.

Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus,S.H,M.H mengucapkan terima kasih kepada komunitas GMPS karena telah menginisiasi kegiatan deklarasi memerangi sampah di Ruteng “Kalau Kita mau berprestasi,maka Kita harus bekerja,prestasi apa saja.Segala sesuatu Saya yakini bisa diselesaikan karena ada kerja sama yang baik,”Kata Bupati Kamelus.

Menurut Bupati Deno Kamelus tema prestasi bangsa,yakni kerja kita,prestasi bangsa sangat relevan dengan deklarasi memerangi sampah yang diinisiasi oleh GMPS.

Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Sampah Tiransius Kamilius Otwin Wisang menjelaskan,gerakan ini mau menyikapi penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup terhadap kota Ruteng sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia beberapa waktu lalu”Kita tidak habis dengan berkeluh kesa dengan predikat atau situasi yang disandang,tapi dengan aksi konkrit dan nyata.Ruteng adalah wajah dan rumah Kita semua,kalau kotor dan penuh sampah,Kita juga yang malu,”Ujar Otwin di kompleks Pasar Inpres  Ruteng.

Selain itu kata pria yang disapa Otwin Wisang ini,gerakan ini mau menggunggah masyarakat terutama di daerah-daerah pasar agar kedepan lebih peduli dengan lingkungan “Kedepan tidak bisa kelompok-kelompok atau Pemerintah saja yang bersih,gerakan ini harus menjadi motivasi bagi warga disini (Pasar,Red),”Imbuhnya.

“Tahap awal Kami mulai dengan koordinir dan bergerak,selanjutnya Kami harapkan semua elemen dalam kota terlibat secara aktif.Peran apa saja yang bisa Kita berikan,kalau semua bergerak,Saya pikir wajah kota ini kedepan akan lebih baik,”Jelasnya.

Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam gerakan ini,meskipun dalam keadaan cuaca yg tidak bersahabat.

Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli sampah ; Otwin Wisang.  Foto : Aris

Pantauan Media ini,Bupati Deno Kamelus,Wakil Bupati Victor Madur,Dandim 1612 Rudi Markiano Simangunsong,Kapolres Cliffry Stenny Lapian,pimpinan OPD,Staf Ahli Bupati,Asisten Setda,serta seluruh komunitas dan ASN bergerak serempak memungut dan membersihkan sampah di jalan-jalan umum dalam kota Ruteng,pertokoan dan pasar.

Selain itu got-got,rumput serta sampah-sampah yang berserakan dan meluap dari saluran drainase di bersihkan dan diangkut menggunakan truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup.

Tidak ketinggalan satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna membersihkan saluran air dan got dalam wilayah pasar dengan cara disemprotkan sehingga sampah-sampah yang selama ini menghambat jalannya air dalam saluran bisa lancar kembali.

Bupati dan Wakil Bupati juga harus berjibaku dengan tumpukan sampah didalam area pasar,khususnya di pasar sayur dan ikan kering.

dibawah guyuran hujan lebat dan hanya menggunakan jas hujan,Bupati dan Wakil Bupati harus rela menghirup aroma tidak sedap dari tumpukan sampah-sampah yang dibuang begitu saja oleh para pedagang di pasar.

Salah serang pengunjung pasar yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut ketika melihat Bupati dan Wakil Bupati turun langsung membersihkan sampah “Mudah-mudahan ini bisa menggugah kesadaran warga,menjaga kebersihan dengan tidak buang sampah sembarang,masa pemimpinnya turun bersihkan sampah,malah kita jadi penonton,”Ucapnya kesal. 

“Pemerintah harus tegas beri sanksi bagi mereka-mereka yang buang sampah sembarang.Sama kalau Kita kena tilang,kasih denda terus ikut sidang,saya juga mau begitu bagi yang buang sampah sembarang,perlu tegas biar mereka kapok,”Katanya.  (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.