Pemkab Manggarai

Deno dan Lee Tanda Tangan Kerja Sama Pembangunan PLTS Reo Berkapasitas 10 Megawatt

Siaran Pers HumasPro. RUTENG. Rabu (02/11/2016)

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH, MH, dan Direktur PT. Nusa Mitra Teknik, Lee Youn Sang, menandatangani MoU kerja sama operasional pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik  Tenaga Surya (PLTS) di Reok, Kecamatan Reo, hari ini Rabu (02/11), pukul 11.0 WITA, bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

MoU bernomor HK.034.1/320/2016 dan 161026/MOU/BM-NMT/X/2016, dengan jangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani dan dapat diperpanjang, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Kabupaten Manggarai.

Nuli Hapsani, Konsultan PT. Nusa Mitra Teknik, membeberkan secara singkat rencana pembangunan PLTS di Reo. “Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya rencananya akan dilakukan di atas lahan milik pemerintah seluas 14 hektar. Spesifikasi data PLTS yang akan kita bangun adalah kapasitas 10 megawatt dan daya listrik yang dihasilkan akan disambungkan dengan jaringan milik PLN. Sedangkan operasinya ada dua alternatif yakni beroperasi selama 9 jam dan beroperasi selama 24 jam penuh. Namun, pilihan opsinya tergantung pada hasil pembahasan PPA (Power Purchase Agreement) dengan pihak PLN”, tuturnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa untuk proses pembangunan PLTS melalui beberapa tahapan seperti studi kelayakan, penyiapan lahan, detail desain, dan koordinasi dengan Pemda, pihak PLN dan instansi terkait.

“Yang terpenting adalah PPA dari PLN karena yang akan mengelola listrik tenaga surya ini nantinya adalah pihak PLN. Selain itu, kami juga membutuhkan dukungan dari Pemda berkaitan dengan proses perizinan baik dari IMB, AMDAL, UPL, UPK”, lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Majuna Napitupulu, Konsultan Pembangunan. “Wilayah Reo sangat cocok untuk pembangunan PLTS. Dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia yang membutuhkan waktu 5,5 jam untuk menyerap energi dari cahaya matahari, wilayah Reo justru hanya membutuhkan waktu 3,5 jam saja”, tuturnya.

Ia optimis proses pembangunan PLTS akan cepat terselesaikan. “Setelah berdiskusi dengan tim teknis dari Korea Selatan, akhir tahun 2017, PLTS Reo bisa running, asalkan pembahasan PPA dengan pihak PLN selesai tahun ini”, katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Mangarai mengungkapkan dasar pemikiran percepatan elektrifikasi di wilayah Kabupaten Manggarai. “Pertama, pemerintah tidak boleh cuci tangan berkaitan dengan persoalan listrik. Kita harus manfaatkan semua kekuatan dan sumber daya yang ada di Manggarai untuk percepatan elektrifikasi. Kedua, ini adalah sebuah momentum dimana pemerintah pusat sedang giat-giatnya membangun 35 juta megawatt daya listrik. Sebagai pemerintah daerah, tidak ada pilihan lain bagi kita untuk mensinkronkan dan mengintegrasikan rencana dan program kita dengan pemerintah pusat. Momentum lain adalah pemerintah pusat mencanangkan Flores sebagai pulau non fuel. Flores memenuhi kebutuhan listriknya tidak menggunakan bahan bakar minyak”, tuturnya.

“Mengenai PLTS, Pemda tidak keluar uang satu sen pun. Kita punya tanah di Reo kurang lebih 15 hektar. Tanah itu kita sewakan ke PT. MMI karena PT. MMI adalah perusahaan daerah. Sesuai perda, tanah ini menjadi penyertaan modal dalam kaitan kerja sama antara PT. MMI dan PT. Nusa Miyra Teknik. Keuntungan yang diperoleh bisa meningkatkan PAD”, tuturnya.

Di sela-sela sambutan, Bupati Manggarai juga menginformasikan hasil pertemuannya dengan Direktur PLN Pusat dimana tahun depan akan dilakukab eksplorasi panas bumi di Wilayah Tantong, Ulumbu, lanjutan pembangunan jaringan transmisi dari Ruteng menuju Reo sepanjang 20 kilometer serta bantuan mesin baru dengan kapasitas 500 Kvh untuk PLTD Waso.

“Bila rencana pembangunan 10 megawatt di Reo jadi, maka itu juga bisa memberikan dukungan pemenuhan listrik di wilayah utara Manggarai dan Manggarai Timur”, ujarnya.

“Harapan kita, rencana pembangunan ini bisa terlaksana. Dengan begitu, impian kita agar listrik dapat menjangkau ke semua desa di wilayah Kabupaten Manggarai bisa menjadi kenyataan”, imbuhnya.

(Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 5 =