Pemkab Manggarai

Bupati Manggarai : Manajemen Berkantor di Desa, Manajemen Pemerintahan

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.MH dan Drs. Victor Madur, bersama jajaran SKPD lingkup Pemkab Manggarai, kembali melaksanakan kegiatan berkantor di desa. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Golowoi, Kecamatan Cibal Barat, berlangsung selama 2 hari kerja mulai tanggal 12 hingga 13 Oktober 2016.

Sejumlah 32 SKPD (Pimpinan SKPD dan 2 staf, Red) bersama aparatur kecamatan dan aparatur desa, turun langsung mengambil dan memverifikasi data penduduk miskin, penerima bantuan sosial baik yang terdata maupun yang belum terdata, data penerima bantuan perumahan, data program kegiatan baik dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten dan desa, data penyandang masalah sosial,  pengelolaan ADD, serta menjaring aspirasi masyarakat.

Dalam sambutannya saat bertatap muka dengan masyarakat Desa Golowoi di rumah Gendang Golowoi, Bupati Manggarai menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan berkantor di desa untuk melihat secara langsung kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.

“Saya tidak bisa di meja saja. Mungkin 1 bulan, 25 hari di kantor untuk urus administrasi, tetapi juga saya dan Pak Wakil harus siapkan waktu untuk turun ke desa agar bisa tahu apa yang terjadi di masyarakat. Dengan berkantor di desa, kita ingin mengecek langsung berkaitan dengan apa yang sesungguhnya terjadi di desa dan apa yang bisa dibuat pemerintah”, tuturnya.

Terkait berbagai program kegiatan yang turun ke masyarakat, baik itu dari pusat, propinsi, kabupaten dan desa, harus benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.

”Masyarakat dapat program macam-macam baik dari pusat, propinsi dan kabupaten. Saya mau uang seribu keluar harus ada manfaatnya kepada masyarakat”, tuturnya.

Dalam kaitan dengan pengelolaan dana desa, Bupati Manggarai berharap agar pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan melibatkan seluruh masyarakat.

“Sebagai Bupati , saya malu kalau ada kepala desa yang masuk labe. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang transparan dan melibatkan seluruh masyarakat harus dilakukan oleh seluruh perangkat desa serta mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku” katanya.

“Untuk juknis Bupati, saya akan mengadakan rapat dengan seluruh kepala desa lingkup kecamatan Cibal Barat, esok di Kantor Camat. Kalau ada hal yang dirasa memberatkan bagi kepala desa, tolong sampaikan agar disesuaikan pada juknis tahun berikutnya”,  tuturnya.

Perbedaan Data Banyak ditemukan

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi melalui instrumen yang telah disiapkan, banyak sekali perbedaan data yang ditemukan. “Berdasarkan pengamatan kami di Golowoi, banyak sekali perbedaan data. Setelah kita turun, kita temukan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian”, ungkap Apri Laturake, SH, Kadis Perhubungan dan Informatika Kabupaten Manggarai saat mewawancarai Bupati Manggarai.

“Pendekatan-pendekatan pembangunan lebih banyak pendekatan deduktif. Contoh ada program pengentasan kemiskinan. Tapi pertanyaan induktifnya, mereka itu siapa, mereka itu dimana, benarkah mereka itu miskin, rentan miskin dan miskin lainnya” tutur Bupati Manggarai dalam wawancaranya.

“Dengan turun ke lapangan, kita bisa menemukan kebenaran data yang disampaikan. Kalau mau program pengentasan kemiskinan ini efektif, menurut saya harus ada kombinasi antara kita lihat langsung di lapangan dengan data-data statistik. Saya kira teman-teman juga tahu setelah datang dari rumah ke rumah melihat langsung dengan sendirinya dan ternyata memang masih banyak penduduk miskin yang belum terakomodir sebagai penerima bantuan.  Kedua, adanya penumpukkan bantuan kepada orang yang sama, sedangkan ada orang lain yang kondisinya sama tetapi sama sekali tidak mendapatkan bantuan.

“Untuk mengatasi itu, kita punya sumber pembiayaan dari APBD yang bisa kita gunakan untuk pemberian bantuan kepada mereka yang belum terakomodir. Yang paling penting bagi kita adalah data yang akurat serta informasi kebutuhan yang langsung diperoleh dari masyarakat”, tuturnya.

Servas Jahang, SH, Camat Cibal Barat, dalam wawancaranya, menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk menyelaraskan perbedaan data yang ditemukan. “Kami akan melakukan rekonsilliasi dengan pemerintah tingkat desa dan melakukan crosscheck terkait dengan pendataan yang akurat sehinga nanti ada kesamaan data baik yang di Kabupaten maupun fakta yang ada di desa”, ujarnya.

Pemerintah Harus Dekat Dengan Rakyat

Dalam rapatnya dengan staf kecamatan dan aparatur desa, Bupati Manggarai menegaskan bahwa manajemen berkantor di desa adalah manajemen pemerintahan. “Kalau saya bisa buat dari tingkat kabupaten, kamu sebagai camat harus bisa buat di tingkat desa, dan desa juga harus bisa lakukan ini. Intinya bahwa pemerintah itu harus bisa dekat dengan rakyat, tahu dengan jelas dan konkrit masalah yang ada di rakyat” tuturnya.

Berkantor Di Desa Golowoi - Cibal Barat

(Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai)

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on whatsapp
Share on telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published.