Pemkab Manggarai

Bupati Hery Tutup Kegiatan PKW Keterampilan Tenun

Kominfo – Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit,S.E.,M.A menutup kegiatan Pendidikan┬áKecakapan Wirausaha (PKW) bidang keterampilan tenun. Kegiatan yang diadakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten Manggarai ini, berlangsung di aula Lorenso Paroki Narang, kecamatan Satar Mese Barat, Kamis 30 November 2023.

Tiba di Narang, Bupati dan rombongan diterima secara adat Tuak Curu dan Manuk Kapu serta pengenaan selendang oleh tokoh masyarakat dan toko adat setempat.

Ketua Dekranasda kabupaten Manggarai Ny.Meldyanti Hagur Marselina dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena fokus pada program tenun yang menjadi salah satu mata pencaharian utama di kabupaten Manggarai “Kita tidak bisa menganggap remeh kegiatan tenun. Banyak terbukti dengan tenun anak-anak kita bisa sekolah, bisa beli kebutuhan rumah tangga bahkan bisa buat rumah,”ungkapnya.

Meldyanti Hagur menjelaskan, kenapa para penenun harus didampingi, karena kita harus mempersiapkan para penenun-penenun kita agar bisa bersaing “Sama seperti tenunan dari Sumba yang sudah merajai pasar Nasional bahkan Internasional. Tenun Manggarai masih di konteks lokal, kita masih belum keluar dari Manggarai,”jelasnya.

Ia mengatakan, dalam pelatihan ini dilatih uji kompetensi dasar terlebih dahulu, karena yang dilatih sebagian penenun ini adalah anak-anak muda,”Meski usia mereka rata-rata belasan, namun mereka sudah berkeluarga dan memiliki anak. Ini menjadi perhatian serius agar mereka diberikan bekal,”paparnya.

“Pendampingan terus kami lakukan, seperti tehnik menenun, juga dengan jenis motif karena banyak juga penenun kita yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan lamanya. Kalau pengalaman kami, satu penenun butuh minimal dua tahun baru bisa penuhi standar,”lanjutnya.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini tenun juga bisa menjadi destinasi wisata di kabupaten Manggarai khususnya di wilayah Selatan ini.

Kegiatan Dekranasda katanya, juga fokus menangani persoalan Stunting dan mendampingi ibu-ibu muda yang memiliki balita “pendampingan kami tidak hanya saat berkegiatan tapi rutin. Jadi kegiatan Dekranasda hampir setiap minggu,”ujarnya.

Bupati Manggarai Herybertus Nabit pada kesempatan yang sama mengatakan, pelatihan yang sudah berlangsung selama kurang lebih 1 bulan, tentunya tidak mudah dan sangat menyita waktu “Kalau program seperti ini berjalan baik, tentunya kita memiliki alasan untuk munculkan program ini kembali di tahun yang akan datang,”katanya.

Bupati Hery menuturkan, kabar baiknya anak-anak yang kita latih ini, sejak tahun lalu ada sekitar dua ratusan orang dan tahun ini ada enam puluh orang , didominasi anak-anak perempuan, namun ada juga anak laki-lakinya,”ucap Bupati Hery.

Bupati Hery meminta Dekranasda agar belajar dari dua kali pelatihan yang sudah dilaksanakan, sehingga apabila pemerintah pusat ke depan tidak memfasilitasi lagi kegiatan seperti ini, maka pemerintah kabupaten akan menyiapkan anggaran untuk mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini di kabupaten Manggarai “Tentu dinas Perdagangan bersama Dekranasda sudah bisa belajar banyak, sehingga kita bisa mendesain kegiatan yang sama seperti ini, karena calon-calon penenun kita masih sangat banyak, disamping itu tentunya kita butuhkan peningkatan kualitas para penenun,”tuturnya.

Selain itu Bupati Hery mengungkapkan, pemerintah kabupaten Manggarai akan tetap mempertahankan agar setiap pegawai tetap memakai pakaian adat, dengan tujuan agar permintaan pakaian adat akan lebih tinggi “Terima kasih saya ucapkan kepada dinas Perdagangan dan Dekranasda yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan melibatkan banyak pihak. Terima kasih yang sama juga kepada anak-anak muda, kaum perempuan yang sudah mengikuti kegiatan pelatihan ini, semoga ini menjadi berkah terutama bagi adik-adik sekalian,”pungkasnya.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Vabianus Apul dalam laporannya menjelaskan, program pendidikan kecakapan wirausaha adalah layanan pelatihan melalui kurus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha.

Fokus pelatihan ini kata Apul, adalah anak-anak muda putus sekolah, laki-laki dan perempuan usia 15 hingga 25 tahun, baik yang belum maupun yang sudah menikah.

Sementara tujuan dari kegiatan ini lanjutnya, melatih keterampilan tenun sebagai upaya menciptakan lapangan kerja mandiri bagi peserta serta mengedukasi peserta tentang kewirausahaan di bidang tenun.

Ia juga menjelaskan, kegiatan pelatihan ini berlangsung dari tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023 ini melibatkan 60 orang penenun yang tersebar di beberapa desa, diantaranya, desa Kole, Hilihintir, Bea Kondo dan Ceka Luju.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Hery juga menyerahkan bantuan peralatan tenun kepada para peserta pelatihan.

Usai menutup kegiatan ini, Bupati Hery dan rombongan bersama Camat Satar Mese juga memantau pekerjaan proyek jalan, yakni di ruas Iteng-Nanga Woja-Wejang Kalo-Simpang Melo. Selanjutnya ruas jalan Cepang-Tal-Simpang Melo dan Bangka Sumba.

Turut serta dalam rombongan diantaranya, Kadis Perdagangan Livens Turuk, Kadis Kominfo Heribertus Jelamu, Kadis Perikanan Hendrik Syukur, Kepala Bapperida Hilarius Jonta, Kaban Kesbangpol Gondolfus Nggarang, Camat Satar Mese Damianus Arjo, Camat Satar Mese Barat Anselmus Janggur, unsur Forkopimca kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat.  **

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *