Pemkab Manggarai

Bupati Hery Tanam Bawang Secara Simbolis dan Serahkan Bantuan Pangan Beras di Kecamatan Reok


Kominfo -Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, S.E.,M.A melaksanakan kegiatan penanaman bawang merah secara simbolis dan saat bersamaan juga menyerahkan bantuan pangan beras di Reo kecamatan Reok, Senin 19 Juni 2023.

Tiba di Reo, Bupati Hery yang didampingi Ketua DPRD Matias Masir, Kapolres Manggarai AKBP Edwin Saleh, Dandim 1612 Manggarai Letkol Arh. Drian Priyambodo, pimpinan perangkat daerah diterima secara adat Manuk Kapu dan Tuak Curu.

Dalam sambutannya sebelum melakukan penanaman bawang Bupati Herybertus Nabit mengatakan, selama dua tahun yang telah dilewati, yakni 2021 dan 2022 merupakan tahun yang sulit. Karena sulit maka kita semua dipaksa untuk berpikir bagaimana mencari jalan keluar dari kesulitan tersebut “kalau omong pembiayaan 2021-2022 pasti kita semua tahu kondisi keuangan Negara sangatlah sulit,”ungkapnya.

Di level daerah, kata Bupati Hery, karena kesulitan pendanaan pemerintah daerah mencari jalan dengan melakukan pinjaman daerah “kebetulan peraturan atau undang-undang membolehkan kita melakukan pinjaman, maka kita melakukan pinjaman melalui Bank NTT,”jelasnya.

“Jadi hari ini yang bisa pinjam ke Bank bukan hanya swasta, bukan hanya pribadi-pribadi tapi pemerintah juga bisa pinjam,”lanjutnya.

Dikatakan Bupati Hery, kalau di tempat lain pinjaman ini diarahkan seluruhnya ke infrastruktur, seluruhnya ke perbaikan jalan. Tapi kita di Manggarai sebagian kita pakai untuk perbaikan jalan, sebagian kita pakai untuk pertanian “pertimbangan kami sederhana saja, yang secara langsung meningkatkan perekonomian, meningkatkan ekonomi masyarakat secara langsung itu di bidang pertanian. Karena itu tidak salah kalau kita bawa sebagian pinjaman ini ke bidang pertanian,”ujarnya.

Bupati Hery menuturkan, alokasinya antara lain untuk pengadaan bibit bawang “Kalau pinjam itu berarti harus ada pengembaliannya. Tapi tidak juga pinjam uang untuk pengadaan bawang, kemudian panen bawa ke Saya itu bawang. Tentu tidak seperti itu. Yang paling penting bayar dalam pengertian kerja keras kita semua,”terangnya.

Bupati Hery mengatakan, kenapa fokusnya ke Reo, karena bawang bukan komoditas baru di Reo. Bukan hanya bawangnya tapi mengusahakan bawangnya itu bukan sebuah pekerjaan baru lagi “Kalau saya bawa bawang ke Satar Mese, itu perjudian. Kenapa? karena budaya pertanian terutama untuk bawang belum terbentuk. Tapi kalau bawa ke Reo, budaya pertaniannya khusus untuk bawang itu sudah terbentuk,”katanya.

Bupati Hery menjelaskan, program pemerintah akan berjalan baik jika pendanaannya juga baik. Pendanaan baik antar lain datang dari pajak masyarakat “Terutama pajak bumi dan bangunan. Itu kalau bisa dibayar tepat waktu. Jangan tunggu akhir tahun baru bayar. Karena bayar gaji pegawai, bayar perbaikan jalan atau lainnya tidak bisa tunggu akhir tahun,”ungkapnya.

“Karena itu pemasukan pemerintah sekecil apapun akan sangat berguna dan bernilai untuk pembangunan di kabupaten Manggarai,”pungkasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian Livens Turuk menerangkan, di kabupaten Manggarai potensi lahan sebenarnya sangat luas untuk pengembangan bawang merah, namun saat ini yang paling potensial untuk digarap adalah lahan seluas 75 ha di kecamatan Reok dengan rincian ; kelurahan Mata Air 22 ha, kelurahan Baru 22 ha dan desa Salama 31 ha.

Dijelaskan Livens Turuk, pada tahun ini kegiatan pengembangan bawang merah difokuskan di kecamatan Reok seluas 35 ha dengan rincian ; penangkaran bawang merah seluas 14 ha di 3 kelompok tani (poktan Jati, Pelita dan Pau Bura) dan pengembangan bawang merah seluas 21 ha di 13 Poktan.

Dikatakan Plt Kadis, potensi produksi ideal bawang merah di Indonesia saat ini mencapai 12 hingga 15 ton per hektar.
Sementara di kecamatan Reok lanjutnya, saat ini mencapai 8 hingga 10 ton per hektar “dengan asumsi produktivitas kita saat ini, maka diharapkan 2 bulan dari sekarang atau pertengahan Agustus hingga akhir Agustus 2023, target kita untuk mendapatkan produksi dari luas areal 35 ha adalah ; penangkaran seluas 14 ha diprediksi 112 ton bawang merah lalu pengembangan seluas 21 ha diprediksi 168 ton. Sehingga total 280 ton bawang merah akan dipanen di kawasan ini.

Sebelum melakukan penanaman bawang secara simbolis, Bupati Hery bersama rombongan juga melakukan peninjauan Rumah Sakit Pratama Reo.

Selain itu Bupati Hery juga menyerahkan bantuan pangan beras tahap 2 dan 3 ( dua bulan sekaligus) sebanyak 20 kg/kk.

Sementara untuk tahap 1 sudah diserahkan pada bulan April 2023 lalu.
Untuk kabupaten Manggarai, penerima bantuan pangan beras sebanyak 37.922 kk yang tersebar di semua kecamatan, desa/kelurahan se-kabupaten Manggarai.
Alokasi bantuan sebanyak 10 kg/kk selama 3 bulan. Sementara total bantuan untuk kabupaten Manggarai sebanyak 379 ton 220 kg. (ars)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − two =