Pemkab Manggarai

Bupati Hery Resmikan Program Hibah Air Minum Perkotaan  di Desa Rado Cibal

Bupati Manggarai Herybertus G.L., Nabit S.E, M.A, meresmikan Program Hibah Air Minum Perkotaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, di Kampung Dopo, Desa Rado Kecamatan Cibal, Kamis ( 01/12).

Peresmian Air minum bersih itu dihadiri oleh unsur Forkompinda, Ketua DPRD Matias Masir, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN, BUMD, Direktur Perumda Tirta Komodo Marcel Sudirman, Camat Cibal, Kades Rado, Tokoh masyarakat Rado, Tua adat, serta warga setempat.

Dalam sambutanya Bupati Hery mengatakan, air minum bersih yang baru diresmikan itu, hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perhatian pemerintah untuk seluruh desa di Manggarai kata Bupati Hery akan tetap dilakukan.

“ Saya bersyukur kita bertemu ditempat ini hari ini, air ini sudah dimanfaatkan, harap pelihara dengan baik itu sumber mata air, air itu tidak bisa digantikan, “ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, peresmian air minum bersih penting dilakukan, sebenarnya untuk mengingatkan kita semua bahwa kita sudah memulai. Artinya kedepan kita pelihara dengan baik soal mata air sehingga tetap terjaga dengan baik untuk kepentingan bersama.

Direktur Perumda Tirta Komodo Marcel Sudirman menjelaskan, di Manggarai tercatat terdapat 3099 warga penerima bantuan program air minum perkotaan berpenghasilan rendah. Angka itu kata Dia merupakan jumlah yang paling banyak di NTT. Selain itu Program tersebut untuk wilayah NTT hanya ada dua kabupaten saja yang mendapatkan program tersebut, yakni Manggarai dan Flotim.

” Kabupaten Manggarai jumlah penerima MBR ini paling banyak sudah untuk NTT, bahkan untuk Indonesia, sedangkan untuk warga desa Rado terdapat 311 sambungan rumah. Untuk administrasi juga kita paling murah cuma 100 ribu, daerah lain ada yang 400 ribu, “ujarnya.

Dia juga menambahkan, tiga ribu lebih masyarakat penerima program air minum bersih perkotaan MBR ini tersebar di beberapa kecamatan, yakni di kecamatan Reok, Wae Rii, Cibal, Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara, dan Kecamatan Lelak, dan Lengke Rembong. “ Tinggal dua kecamatan yang belum masuk yaitu Rahong Utara dan Reok Barat,” ujarnya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − three =