Pemkab Manggarai

Bupati Hery Nabit Menghadiri Kegiatan Panen Jagung Perdana Program TJPS

Diskominfo – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit menghadiri kegiatan panen jagung perdana dalam program tanam jagung panen sapi (TJPS) di Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Senin (29/08/2022).

Bupati Hery yang didampingi oleh Dirut Utama Bank NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Dandim Kodim 1612, Wakapolres Manggarai, Pimpinan Bank NTT Cabang Ruteng, Pimpinan OPD Kabupaten Manggarai, para Camat dan Kepala Desa, serta masyarakat melakukan panen perdana jagung di lahan milik 23 kelompok tani Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara yang merupakan wilayah pengembangan program TJPS mandiri pola kemitraan.

Dalam sambutannya Bupati Manggarai mengatakan bahwa program ini merupakan proses uji coba terhadap lokasi, komoditas, teknologi, kelembagaannya serta sejauh mana keseriusan para petani menjalankan program TJPS tersebut.

“Kalau selama ini yang mengurus pertanian hanya para petani dan pemerintah saja, namun sekarang kita pakai cara-cara baru yakni mengajak pihak lain seperti perbankan, distributor benih, distributor pupuk, dan sebagainnya. Ini juga sesuai dengan arahan Gubernur NTT, bagaimana kita bersama menyukseskan program ini dengan menggunakan pola kerjasama,”terang Bupati.

Bupati Hery juga menerangkan bahwa dengan adanya program ini yang bekerjasama dengan perbankan dalam hal ini Bank NTT telah memberikan banyak manfaat bagi para petani di Kab. Manggarai. Ia juga menegaskan bahwa program ini adalah program bersama.

“Perlu saya tekankan, bahwa program ini bukan milik seorang Gubernur ataupun Bupati, tapi program TJPS ini milik kita semua, milik masyarakat NTT, jadi jangan menanggap bahwa ini milik perseorangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Prov. NTT, Lucky Frederich Koli menjelaskan, saat ini para petani di Desa Nao telah menghasilkan jagung yang cukup baik.

“Petani-petani kita yang ada disini, membuka lahan baru, kemudian memulai menanam jagung, terus ditanam di musim kemarau, namun sudah mampu memberikan hasil yang cukup baik. 4,5 ton per hektare pada panen perdana hari ini, sudah menghasilkan uang paling rendah 12 juta, kalau di jual dengan harga Rp.3.000. Coba bayangkan kalau jagung yang ditanam pada lahan seluas 24 hektare semuanya dipanen, para petani bisa menghasilkan puluhan juta rupiah,”ungkapnya.

Kadis Lucky juga menambahkan bahwa saat musim hujan lahan yang akan ditanami jagung sekitar 200 hektare dengan target penghasilan dari para petani sebanyak 8 ton jagung jenis Bisi Hibrida 18.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.