Pemkab Manggarai

Bupati Hery Jelaskan Soal Pinjaman Daerah Kepada Bank NTT

Ruteng, Bupati Manggarai Herybertus G.L., Nabit, S.E, M.A, memberikan penjelasan kapada Pimpinan dan segenap anggota DPRD Manggarai,terkait pinjaman Daerah kepada Bank NTT sebesar Rp.250.000.000.000. Penjelasan tersebut di sampaikan pada sidang paripurna ke-10, senin ( 29/11/2021 ) di Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung Dewan.

Pinjaman daerah ini kata Bupati Hery ada dua ruang terbuka pada awalnya yaitu melalui PT Sarana Multi Infrastruktur ( SMI ) dibawah judul besar pemulihan ekonomi Nasional. Berikutnya adalah pinjaman melalui perbankan.

“ Untuk PT SMI, inisiatif sebenarnya sudah dimulai pada masa kepemimpinan pa Kamelus Deno, menyatakan minat pinjaman itu  pada tahun 2020,” ujarnya.

Pada bulan april 2021 jelas beliau, pihaknya diminta oleh PT SMI untuk mengajukan surat minat kembali untuk menegaskan minat yang pertama.

” Karena itulah kami memasukan surat berminat untuk mengajukan pinjaman melalui PT SMI, tetapi sampai dengan saat ini bahkan dalam proses penyusunan KUA PPAS RPJMD, tidak ada kejelasan dari PT SMI, itu alasan kita kemudian untuk melangkah ke opsi lain yaitu perbankan,” tandasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, salah satu Bank yang membuka ruang untuk Pemerintah Daerah adalah bank NTT. Pada awalnya pemerintah daerah mengajukan nominal sebesar,Rp.150.000.000.000. Namun dalam perjalanan pembahasan bulan lalu yang berlangsung di Labuan Bajo antara Bank NTT, Gubernur serta anggota DPRD Manggarai, baru di pastikan bahwa pinjaman harus mulai berjalan untuk Kabupaten.

 “Setelah melihat rasio pinjaman, sebenarnya kita bisa pinjam sampai dengan 250 miliar. Ruang inilah yang kita pakai untuk menambah pinjaman dari 150 menjadi 250 miliar,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, terkait hasil pembicaraan dengan Bank NTT di kupang. Pembicaraan itu kata Bupati Hery soal lama jangka waktu pinjaman.” Lamanya masa pinjaman disesuaikan dengan lama masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati yakni lima tahun,” jelas Dia.

Beliau menambahkan dana pinjaman tersebut rencananya digunakan untuk lima bidang besar. Pertama, untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan jembatan. Kedua, untuk pertanian serta peternakan. Ketiga, untuk pendidikan. Keempat,untuk bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, serta Kelima, untuk bidang pemerintahan daerah.

“ Setelah persetujuan dari DPRD maka kita akan proses ke Bank NTT,” ungkapnya.

Sementara itu, Edi Rihi Mone S.H, pada sidang tersebut meminta kepada Bupati Manggarai agar penggunaan dana pinjaman tersebut jelas peruntukanya. Seluruh bidang yang mendapatkan anggaran kami minta datanya.Pada perinsipnya saya dukung, tapi hendaknya dijelaskan secara rinci anggaran sebesar itu di gunakan untuk apa saja,” pungkasnya.

Sidang paripurna ke 10 tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Simprosa Sari Gandut, dengan membahas sejumlah agenda. Sidang itu juga dihadiri oleh unsur pimpinan DPRD, Staf ahli bupati, Pimpinan OPD, dan anggota dewan.( pet)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.