Pemkab Manggarai

ASN Diminta Jadi Pelopor Penegakan Protokol Kesehatan

Ruteng – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Manggarai diminta menjadi pelopor penegakan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini seiring meningkatnya kasus positif corona atau covid-19 di kabupaten Manggarai beberapa pekan terakhir.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai, Drs. Fansi Aldus Jahang saat apel mingguan di halaman kantor Bupati Manggarai, Senin (21/09). Apel diikuti para pimpinan perangkat daerah serta pejabat esselon III lingkup Pemkab Manggarai.

Sekda Jahang mengatakan, akhir-akhir ini kabupaten Manggarai terus menjadi sorotan publik di berbagai media termasuk media sosial. Banyak pihak dari berbagai daerah menyampaikan keprihatinan seiring meningkatnya kasus covid-19 di Manggarai.

Terkait hal ini kata Sekda Jahang, Pemkab Manggarai telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Manggarai Nomor 38 Tahun 2020. Perbub ini mengatur tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona di Kabupaten Manggarai.

Sekda Jahang meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan penerapan protokol kesehatan di kantor masing-masing seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan selalu jaga jarak. Jajaran ASN harus menjadi pelopor dalam penegakan Perbub Nomor 38 Tahun 2020 tersebut.

Sekda Jahang juga mengapresiasi Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten Manggarai yang selama ini gencar melakukan sosialisasi pencegahan dan pengendalian virus corona ini. Dia berharap kesadaran masyarakat juga akan kian meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan agar Manggarai kembali bebas dari covid-19.

Sementara itu, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai hingga Minggu, 20 September 2020, pukul 20.00 Wita tercatat Pasien Positif Covid-19 sebanyak 22 orang masih dirawat, 4 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Sementara pelaku perjalanan yang masuk ke Manggarai sebanyak 5.547 orang. Pelaku perjalanan dengan hasil rapit test reaktif sebanyak 4 orang dalam masa isolasi. Kecuali itu, tercatat 2 orang kontak erat, sedangkan suspek tidak ada. ***Yoga

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.