Skip to main content

Pemkab Manggarai

Pemkab Manggarai Bersama Yayasan Plan International Indonesia Launching Green Skills Project

Golo Cador, Diskominfo Manggarai – Dalam rangka mendukung pemberdayaan petani muda untuk pertanian Cerdas Iklim, Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia melakukan Launching Green Skills Project.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Golo Cador Kecamatan Wae Ri’i dan dihadiri langsung Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A. dan Direktur Manajer Program Kemanusiaan dan Ketangguhan Plan International Indonesia, Ida Ngurah. Turut hadir Ketua TP PKK, Meldy Hagur Nabit, para Pimpinan OPD lingkup Kabupaten Manggarai, Camat Wae Ri’I Patrick Ndendong dan petani muda dari 7 (tujuh) Desa di 3 (tiga) Kecamatan yakni Kecamatan Cibal Barat, Wae Ri’I dan Satar Mese Utara.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan secara luas serta mendorong partisipasi dan dukungan dari semua pihak agar bersama-sama mewujudkan green skills project. Selain itu, untuk mengatasi masalah degradasi lingkungan akibat pertanian konvensional, ketidaksetaraan gender, pengangguran kaum muda, dan migrasi keluar.

Karena pertanian ramah lingkungan yang disebut climate smart agriculture (CSA) serta pelatihan keterampilan ramah lingkungan yang sensitif gender dan tingkat lanjut bagi para petani muda sangat dibutuhkan. Sehingga para petani muda dapat mengakses peluang untuk meningkatkan pendapatan di bidang ekonomi hijau dan membangun mata pencaharian yang berkelanjutan di Kabupaten Manggarai.

Bupati Manggarai Herybertus Nabit dalam arahannya menyampaikan fokus green skills project ini adalah petani muda yang cerdas iklim. Petani muda yang cerdas iklim jelasnya merujuk pada petani muda yang menerapkan praktik pertanian berkelanjutan dan cerdas iklim untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan mengurangi dampak lingkungan pertanian.

Ini termasuk penggunaan teknologi dan metode pertanian yang efisien dalam penggunaan sumber daya, serta adaptasi terhadap kondisi iklim yang berubah-ubah. “Kita tidak melakukan sesuatu dengan cara yang sama untuk mengharapkan hasil yang berbeda, maka dengan adanya petani muda akan ada cara baru,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Manggarai jelas Bupati periode ini menyampaikan terimakasih kepada PLAN International Indonesia karena mau mengajarkan petani muda di Manggarai mengenai perubahan iklim, datang ke NTT dan langsung memberi contoh. “Saya minta kepada 7 Desa yang terlibat dalam projek ini akan menjadi contoh untuk semua Desa di Manggarai,” pintanya.

Disamping itu, Bupati Hery Nabit juga menyampaikan terkait Integrated Farming (Pertanian terpadu). Integrated farming adalah sistem pertanian yang menggabungkan beberapa komponen usaha pertanian seperti tanaman pangan, peternakan, dan perikanan dalam satu kesatuan yang saling mendukung dan melengkapi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha pertanian, serta menjaga kelestarian lingkungan

Integrated Farming akan berdampak baik bagi perkembangan ekonomi khususnya pemasaran ” Ternak kecil dan besar bisa menjadi satu rantai dengan pertanian, demikian dengan ikan air tawar yang memiliki potensi yang cukup besar,” katanya.

Direktur Manajer Program Kemanusiaan dan Ketangguhan Plan Indonesia, Ida Ngurah mengatakan sebelumnya PLAN International Indonesisa sudah pernah hadir di Manggarai dengan berbagai projek berbeda-beda. Dan untuk kali ini PLAN International Indonesia hadir dengan projek green skills atau keterampilan ekonomi hijau.

“PLAN International Indonesia hadir ingin mendorong dan berkontribusi pada peta jalan green job Indoensia tahun 2023-2030. Salah satu tujuan dari green job ini adalah meningkatkan keterampilan kaum muda untuk berkontribusi pada ekonomi hijau yang kemudian menjawab tantangan-tantangan pasar dimana perekonomian itu banyak terdampak dari isu perubahan iklim dan juga degradasi lingkungan” terang Ida Ngurah.

Lebih lanjut Ida Ngurah menjelaskan ada Ada 4 Pilar, yaitu; kebijakan pendukung, keterampilan (kaum muda dan petani muda termasuk kelompok tani Perempuan), lapangan kerja dan usaha hijau, kelembagaan dan koordinasi. “Melalui green skills project kami ingin berkontrbusi kepada peta jalan melaui kegiatan yang kami lakukan di kabupaten Manggarai seperti pelatihann pendampingan, pengenal tekhnik pertanian sampai pemasaran yang bisa memenuhi ekonomi keluarga,” tutup Ida Ngurah.

Kegiatan launching green skills project ini ditutup dengan penanaman bibit yang dilakukan oleh Bupati Mangggarai, PLAN International Indonesia, serta petani muda. (Gabriela Posentia/MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − five =

error: Content is protected !!