RUTENG, MANGGARAIKAB.GO.ID – Paroki St. Nikolaus Golodukal memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar Misa Syukur dan Sosialisasi Perlindungan Anak di Gereja Paroki St. Nikolaus Golodukal, Jumat (24/7/2026).
Misa yang dipimpin Pastor Paroki Santu Nikolaus Golo Dukal, Pater Adam Satu, SVD., menjadi bagian dari komitmen Gereja dalam mendukung perlindungan anak, pemenuhan hak anak, serta mewujudkan lingkungan gereja ramah anak di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Koordinator Rumpun Paguyuban Paroki, Seksi Anak dan Remaja Dewan Pastoral Paroki (DPP), Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai.
Pastor Adam Satu Ajak Semua Pihak Wujudkan Gereja Ramah Anak
Dalam homilinya, Pastor Paroki St. Nikolaus Golodukal, P. Adam Satu, SVD, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, dan pemenuhan hak-haknya dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan gereja.
“Semua anak di dunia dikasihi oleh keluarga, pendidik, pastor, dan suster. Karena itu, kita semua harus menciptakan lingkungan yang ramah anak, baik di gereja, keluarga, maupun sekolah. Seluruh elemen masyarakat harus bekerja sama untuk melindungi anak-anak,” ungkap P. Adam.
Ia juga mengajak seluruh umat meneladani kasih Santa Teresa dari Kalkuta yang mengabdikan hidupnya untuk melayani anak-anak terlantar, anak jalanan, dan anak-anak yang sakit.
“Kita belajar dari Santa Teresa dari Kalkuta yang mencintai anak-anak dengan sepenuh hati. Melalui cinta dan kasih sayang, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, hak-haknya terpenuhi, serta menjadi generasi penerus Gereja dan bangsa yang beriman, berkarakter, dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Paroki St. Nikolaus Golodukal diikuti sekitar 240 anak yang berasal dari SDI Leda, SDI La’o, SDK Taga, SMPN 4 Langke Rembong, SMPN 6 Langke Rembong, serta anak-anak SEKAMI Paroki St. Nikolaus Golodukal.

Kolaborasi Gereja dan DP3A Manggarai Perkuat Perlindungan Hak Anak
Koordinator Rumpun Paguyuban Paroki St. Nikolaus Golodukal, Irma Gambut, menjelaskan bahwa peringatan HAN merupakan salah satu program kerja Dewan Pastoral Paroki Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di lingkungan gereja maupun masyarakat.
“Perayaan Hari Anak Nasional ke-42 ini merupakan bagian dari program DPP Tahun 2026 untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, khususnya di lingkungan gereja, mengenai hak-hak anak, mendorong perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, serta memperluas ruang partisipasi anak dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat,” jelas Irma.
Menurutnya, dari perspektif Dewan Pastoral Paroki, peringatan Hari Anak Nasional merupakan bentuk nyata tanggung jawab Gereja dalam menghormati martabat anak sebagai ciptaan Allah yang berharga.

“Gereja memiliki tanggung jawab iman untuk merangkul seluruh umat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus Gereja dan bangsa. Sejak dini mereka perlu dibina dalam iman sekaligus diyakinkan bahwa Gereja hadir memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak mereka agar dapat tumbuh dan berkembang secara utuh,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai, Yasinta Aso, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Paroki St. Nikolaus Golodukal dalam memperingati Hari Anak Nasional.
Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan.
“Kami mengapresiasi inisiatif Paroki St. Nikolaus Golodukal yang menghadirkan ruang pembinaan iman sekaligus edukasi tentang perlindungan anak. Gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap martabat anak, serta mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Melalui kolaborasi seperti ini, kita berharap semakin banyak lingkungan yang benar-benar ramah anak sehingga setiap anak dapat tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Yasinta Aso.
Selain Perayaan Ekaristi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi perlindungan anak sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Melalui kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, peringatan Hari Anak Nasional di Paroki St. Nikolaus Golodukal diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak, melindungi hak anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sebagai generasi penerus Gereja, masyarakat, dan bangsa. (MC Kab Manggarai)
Related posts:
- Hari Anak Nasional 2026, Bupati Manggarai Ajak Anak Bijak Bermedia Digital dan Berani Jadi Pelopor serta Pelapor
- Puncak Hari Anak Nasional ke-42, Ratusan Peserta Semarakkan Jalan Sehat dan Kampanye Anak di Natas Labar
- Dukung Sukses Kongres Nasional PMKRI ke-34, Pemkab Manggarai Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
- Densus 88 Antiteror Edukasi Pelajar Manggarai Waspadai Radikalisme di Ruang Digital