Satarmese Barat, Diskominfo Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, mengunjungi Tourist Information Center (TIC) Desa Wisata Wae Rebo di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kamis (4/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati di wilayah Satarmese Barat untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendukung pariwisata sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat dan para pelaku wisata.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Alosius Jebarut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya. Bupati meninjau fasilitas yang tersedia di Tourist Information Center yang menjadi pusat informasi bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Wisata Wae Rebo.

Menurut Bupati, Tourist Information Center memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Selain menjadi pusat informasi, fasilitas tersebut juga menjadi wajah pertama yang mencerminkan kualitas pelayanan pariwisata Kabupaten Manggarai.
“Tourist Information Center harus mampu memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan ramah kepada wisatawan. Pengalaman wisata yang baik dimulai sejak wisatawan tiba di pintu masuk destinasi,” ujar Bupati.
Dalam dialog bersama pengelola wisata dan masyarakat, Bupati juga memberikan apresiasi terhadap tata kelola Desa Wisata Wae Rebo yang selama ini mampu mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal hingga tingkat internasional.
Menurut Bupati, keberhasilan Wae Rebo tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keunikan budaya yang dimiliki, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam mengelola dan menjaga keberlanjutan destinasi tersebut.
“Pengelolaan Desa Wisata Wae Rebo harus terus diperkuat dan dikembangkan. Saya berharap pengelolaan Desa Wisata Wae Rebo dapat menjadi role model bagi pengelolaan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Manggarai. Apa yang sudah dibangun dan dijaga oleh masyarakat Wae Rebo selama ini merupakan contoh yang baik tentang bagaimana pariwisata dapat berkembang tanpa kehilangan identitas budaya dan kearifan lokal,” tegas Bupati.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat, sehingga manfaat sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya penataan fasilitas pendukung pariwisata, khususnya area parkir kendaraan wisatawan di Wae Ntijo. Ia meminta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Satar Lenda agar pengelolaan area parkir dilakukan secara lebih baik, tertib, dan profesional.
Bupati menilai, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Wae Rebo harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung. Selain itu, pengelolaan yang baik juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Wae Rebo, Aleks, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai terhadap pengembangan pariwisata di kawasan Wae Rebo.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi berbagai perubahan dalam pengelolaan destinasi wisata Wae Rebo. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara tentang jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat lokal. Karena itu kami berharap dukungan pemerintah terus diberikan, baik dalam peningkatan fasilitas, pelayanan wisata, maupun pemberdayaan masyarakat,” kata Aleks.
Selain persoalan pengelolaan area parkir, pengelola wisata dan masyarakat juga menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk membantu membersihkan material longsor yang menutupi jalur trekking menuju Pos 1 Wae Lomba. Material longsor yang masih menumpuk dinilai menghambat akses wisatawan menuju Desa Wisata Wae Rebo.
Aleks menjelaskan bahwa jalur menuju Pos 1 Wae Lomba merupakan akses utama yang digunakan wisatawan untuk mencapai Wae Rebo. Karena itu, kondisi jalur yang terdampak longsor perlu segera ditangani demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai dapat membantu membersihkan material longsor yang masih menutupi jalur menuju Pos 1 Wae Lomba. Akses tersebut sangat penting karena merupakan jalur utama yang dilalui wisatawan menuju Wae Rebo,” ujarnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Manggarai langsung menyatakan kesiapannya untuk membantu penanganan material longsor dimaksud. Bahkan, usai menerima laporan dari masyarakat dan pengelola wisata, Bupati bersama Kepala Dinas PUPR, jajaran perangkat daerah, dan rombongan langsung meninjau lokasi longsoran.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat secara langsung kondisi jalur yang tertutup material longsor serta dampaknya terhadap akses wisatawan menuju Wae Rebo. Ia meminta perangkat daerah terkait untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan agar jalur tersebut kembali aman dan dapat dilalui wisatawan maupun masyarakat setempat.
Menurut Bupati, keberlanjutan akses menuju Wae Rebo harus menjadi perhatian bersama mengingat destinasi tersebut merupakan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Manggarai yang memiliki nilai budaya tinggi dan telah dikenal hingga mancanegara.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap pengelolaan destinasi wisata Wae Rebo beserta seluruh fasilitas pendukungnya dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. (MC Kab Manggarai)