Ruteng, Diskominfo Manggarai — Bupati Manggarai, Heribertus G. L. Nabit, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggerak Muda Penerima Dana Hibah Aksi Iklim Lokal (IKI Small Grants) pada Jumat, (19/06/2026) bertempat di Hotel Revayah Ruteng.
Kegiatan kolaboratif yang diinisiasi bersama Yayasan Plan International Indonesia ini mempertemukan 40 elemen penggerak yang terdiri dari 15 organisasi komunitas dan 25 individu muda dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai.
Dalam sambutannya, Bupati Manggarai secara khusus menyoroti tantangan nyata akibat anomali cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Manggarai tahun ini. Dia memaparkan bahwa fenomena musim hujan yang terlalu panjang hingga memasuki bulan Juni telah berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.
”Di luar urusan ekonomi makro, kita harus mengakui bahwa secara lokal perekonomian masyarakat tahun ini akan sedikit sulit. Curah hujan yang terlalu panjang membuat komoditas andalan perkebunan kita, seperti kopi dan cengkeh, mengalami gagal panen. Pada saat tanaman mulai berbunga, hujan lebat datang dan membuatnya rontok,” ungkap Bupati Hery Nabit.
Menyikapi proyeksi BMKG yang memperkirakan adanya ancaman musim kemarau yang lebih panas dengan durasi lebih panjang setelah fase ini, Bupati menegaskan agar kaum muda segera merumuskan langkah adaptasi konkret.
”Melalui proposal aksi yang diajukan, kaum muda harus mampu menjawab tantangan ekologis ini. Kita perlu memikirkan jenis tanaman alternatif apa yang tetap produktif dan tahan di tengah cuaca ekstrem, serta bagaimana menjaga sumber daya air yang ada,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai mengonfirmasi bahwa total dana hibah yang berhasil dialokasikan untuk aksi iklim kaum muda tahun ini mencapai Rp1,9 Miliar. Bupati Hery mengingatkan para peserta bahwa kepercayaan internasional ini didapatkan melalui proses seleksi yang ketat dan membutuhkan tanggung jawab moral yang besar dalam pengelolaannya.
”Keberhasilan program senilai 1,9 miliar rupiah tahun ini akan menjadi penentu bagi masa depan gerakan iklim di Manggarai. Jika 40 penggerak yang ada di ruangan ini mampu menunjukkan hasil dan manfaat yang nyata bagi masyarakat, tidak menutup kemungkinan di tahun depan dana hibah ini bisa meningkat hingga 3 miliar rupiah,” jelasnya.
Namun, Bupati juga memberikan catatan kritis agar pemanfaatan anggaran dilakukan secara akuntabel dan tidak habis untuk konsumsi yang tidak produktif. Beliau berharap proses ini menjadi ruang belajar yang profesional bagi anak muda Manggarai agar mampu mengelola program secara mandiri di masa depan.
Di akhir arahannya, Bupati Heribertus mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya knowledge sharing (berbagi pengetahuan) dengan jejaring sosial mereka.
Pemerintah daerah menargetkan, apabila program tahun ini berjalan sukses, kuota penggerak iklim lokal pada tahun mendatang dapat dilipatgandakan menjadi 80 penggerak muda.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Plan International Indonesia serta seluruh elemen pemuda yang telah mendedikasikan kepeduliannya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ruang hidup di Kabupaten Manggarai. (MC Kab Manggarai)