Paroki Cewonikit, Diskominfo Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kongregasi Scalabrinian yang selama hampir seperempat abad telah berkarya dan mendampingi para migran, pelaut, pengungsi, serta masyarakat di Kabupaten Manggarai.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Manggarai dalam kegiatan launching 25 Tahun Kongregasi Scalabrinian Berkarya di Indonesia dengan tema “Berjalan Bersama Migran, Pelaut, dan Pengungsi dalam Harapan” yang berlangsung di Benedict Hall Cewonikit, Senin (29/6/2026).
Menurut Bupati Herybertus, kehadiran para misionaris Scalabrinian telah memberikan kontribusi nyata tidak hanya dalam bidang pelayanan pastoral, tetapi juga dalam kehidupan sosial, kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai terutama gembira atas kehadiran dan berbagai karya yang sudah dilaksanakan selama 24 tahun menjelang tahun ke-25. Kita bersepakat untuk membangun kerja sama, terutama dalam pendampingan keluarga migran dan pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan masyarakat,” ungkap Bupati Manggarai.
Bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Manggarai terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kongregasi Scalabrinian, untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan dikembangkan adalah pemberdayaan keluarga migran serta penguatan sektor pertanian kopi sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat Manggarai.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai pada tahun ini memperoleh alokasi satu juta bibit kopi Arabika. Program tersebut diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan pengalaman, pengetahuan, dan pendampingan dari Kongregasi Scalabrinian.
“Harapannya, program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Cibal Barat, Satarmese Barat, dan Satarmese Utara,” jelas Bupati dua periode ini.
Menutup sambutannya, Bupati Herybertus menyampaikan sebuah peribahasa Manggarai yang sarat makna sebagai pesan dan harapan bagi keberlanjutan karya pelayanan Kongregasi Scalabrinian. “Sili-sili wisi, sili-sili cing. Peang-peang wecak, peang-peang belak. The more seed you throw, the more fruit you got,” tutupnya.
Peribahasa tersebut mengandung makna bahwa semakin banyak benih kebaikan yang ditaburkan, semakin banyak pula buah kebaikan yang akan dipetik. Bupati berharap semangat pelayanan Kongregasi Scalabrinian terus bertumbuh dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Manggarai dan Indonesia. (Elvis/MC Kab Manggarai)