Skip to main content

Pemkab Manggarai

Bizfest III STIE Karya Ruteng Dorong UMKM Manggarai Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Business Festival (Bizfest III) yang diseleggarkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng menjadi wadah strategis untuk mempromosikan produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Manggarai. Foto: Elger/Diskominfo

Ruteng, Diskominfo ManggaraiBusiness Festival (Bizfest III) atau Festival Kewirausahaan III yang diseleggarkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng menjadi wadah strategis untuk mempromosikan produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Manggarai sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Ketua STIE Karya Ruteng Kirenius C.C. Watang, ST., MM. dalam laporannya pada pembukaan Bizfest III dihalaman  Kampus STIE Karya pada Kamis, 02 Juni 2026. Bizfest III ini dibuka secara resmi oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Manggarai, Tomas Tahir beberapa pimpinan perangkat daerah, sivitas akademika STIE Karya, pelaku UMKM, mahasiswa, serta tokoh masyarakat.

Kirenius C.C. Watang, ST., MM menyampaikan bahwa festival tahun ini mengusung konsep yang menggabungkan bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, penampilan band lokal, serta berbagai kegiatan yang melibatkan sekolah dan kelompok masyarakat. Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem kolaboratif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

“Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi bagi produk lokal, kuliner, dan kerajinan tangan UMKM Manggarai, tetapi juga menjadi sarana membangun kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Selain menghadirkan bazar UMKM, festival juga dirangkaikan dengan Turnamen Bola Voli yang telah lebih dahulu berlangsung sebagai bagian dari upaya membangun semangat sportivitas, kreativitas intelektual, serta partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan positif.

Kirenius C.C. Watang menjelaskan bahwa perpaduan antara bazar UMKM, hiburan, seni, dan olahraga bertujuan menciptakan pusat interaksi sosial yang mampu menarik lebih banyak pengunjung. Dengan demikian, festival diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi ruang edukasi dan pengembangan kreativitas.

Festival Kewirausahaan III juga memberikan ruang bagi kaum muda untuk menampilkan bakat di bidang seni dan kreativitas, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan festival.

Tercatat sebanyak 50 pelaku UMKM mendaftar sebagai peserta festival. Sebagian peserta sudah menempati stan pada saat pembukaan sementara yang lain belum. Namun semua stan malam hari ini akan diisi semuanya.

Pada kesempatan tersebut, Kirenius apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, DPRD Kabupaten Manggarai, Yayasan Perguruan Tinggi Santu Paulus Ruteng, seluruh sponsor, jajaran panitia, serta seluruh pelaku UMKM yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Kewirausahaan III.

“Kami berharap semangat kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi terus berkembang menjadi gerakan bersama yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Manggarai di masa mendatang,” ujarnya.

Kirenius juga mengungkapkan rasa bangga karena pembukaan Festival Kewirausahaan III dilakukan secara langsung oleh Bupati Manggarai. Menurut panitia, kehadiran dan dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi seluruh penyelenggara dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan di Kabupaten Manggarai.

Festival Kewirausahaan III diharapkan menjadi agenda yang terus mendorong lahirnya wirausahawan baru, memperluas pasar produk lokal, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing.

Ruang Kreativitas dan Penguatan Jiwa Wirausaha Kaum Muda Manggarai

Sementara itu Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya (YPTTK) yang menaungi STIE Karya Ruteng Mariyati Helsako F. Mutis menambahkan Festival Kuliner III menjadi wadah untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sekaligus mempromosikan potensi kuliner lokal sebagai penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Manggarai.

Mengusung tema “Kaum Muda Berdaya, Sehat Jasmani, Kreatif, Inovatif, dan Berdampak: Dari STIE Karya untuk Manggarai”, festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan kolaborasi bagi generasi muda.

Mariyati Helsako Mutis mengatakan bahwa STIE Karya  hadir bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan tinggi, melainkan sebagai pusat pembentukan karakter, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepedulian sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Hari ini kita tidak hanya membuka sebuah festival, tetapi membuka ruang kreativitas, ruang pembelajaran, ruang perjumpaan, dan ruang pemberdayaan bagi kaum muda. STIE Karya hadir untuk membentuk generasi yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan mampu memberi dampak bagi Manggarai,” ujarnya.

Menurutnya, kaum muda merupakan kekuatan utama dalam menentukan masa depan daerah. Karena itu, kreativitas dan inovasi mereka perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman nyata dalam dunia usaha.

Ia menjelaskan bahwa Festival Kuliner III menjadi laboratorium kewirausahaan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung, mulai dari merancang produk, menghitung biaya produksi, menentukan harga, membangun kerja sama, melayani pelanggan, mempromosikan produk, hingga memahami peluang pasar.

Mariyati Helsako Mutis juga menegaskan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya, sumber ekonomi, dan peluang usaha yang memiliki prospek besar apabila dikelola secara kreatif.

“Kita memiliki kekayaan pangan lokal, tradisi, dan kearifan masyarakat Manggarai yang harus terus dikembangkan menjadi produk kuliner yang sehat, menarik, memiliki nilai jual, dan mampu bersaing di pasar,” katanya.

Selain aspek kewirausahaan, festival ini juga mengangkat pentingnya kesehatan jasmani sebagai fondasi bagi lahirnya generasi muda yang produktif, tangguh, dan berdaya saing.

Ia mengajak mahasiswa agar tidak takut memulai usaha dari skala kecil, karena keberhasilan lahir dari kemauan belajar, ketekunan, kreativitas, kejujuran, dan semangat untuk terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, Mariyati Helsako Mutis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, DPRD Kabupaten Manggarai, perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, sivitas akademika CKRia, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Kuliner III.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna melahirkan lebih banyak wirausahawan muda serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Manggarai. (MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =

error: Content is protected !!