NCOLANG, MANGGARAIKAB.GO.ID – Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A. bersama Wakil Bupati Fabianus Abu, S.Pd. meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ncolang di Desa Wae Ri’i, Kecamatan Wae Ri’i, Senin (27/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat Pemerintah Kabupaten Manggarai atas pengaduan masyarakat terkait polusi udara yang diduga berasal dari titik api di kawasan TPA.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati melihat secara langsung kondisi di lapangan, termasuk lokasi yang mengeluarkan asap akibat kebakaran sampah yang menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga di sekitar TPA.
Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan setiap keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Menurutnya, persoalan di TPA Ncolang harus segera ditangani melalui langkah-langkah yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.
“Kami datang untuk memastikan secara langsung kondisi di lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat. Keluhan warga menjadi perhatian serius pemerintah dan harus segera ditindaklanjuti,” tegas Bupati.
Warga Sampaikan Sejumlah Keluhan dan Harapan
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hery Nabit dan Wakil Bupati Fabianus Abu juga berdialog langsung dengan sejumlah warga yang tinggal di sekitar TPA Ncolang. Warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait mekanisme pembuangan sampah oleh petugas yang dinilai belum tertata dengan baik sehingga memicu timbulnya asap dan bau tidak sedap. Mereka berharap pengelolaan TPA dilakukan secara lebih teratur agar tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, warga meminta agar kendaraan pengangkut sampah tidak memuat sampah melebihi kapasitas bak mobil. Menurut mereka, kondisi jalan menuju TPA yang menanjak sering menyebabkan sampah berjatuhan dan berserakan di sepanjang ruas jalan menuju lokasi pembuangan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Warga juga mengeluhkan akses menuju titik pembuangan sampah di dalam kawasan TPA yang menjadi sulit dilalui saat musim hujan. Jalan yang licin dan berlumpur kerap menghambat kendaraan pengangkut sampah untuk mencapai lokasi pembuangan, sehingga mereka berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan dan peningkatan akses jalan di dalam kawasan TPA agar operasional pengangkutan sampah dapat berjalan lancar sepanjang tahun.
Warga juga berharap jaringan Perumda Air Minum (PDAM) dapat diperpanjang hingga ke kawasan TPA Ncolang. Mereka menjelaskan bahwa jaringan pipa PDAM saat ini hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi TPA. Ketersediaan air bersih dinilai sangat penting, tidak hanya untuk mendukung aktivitas operasional petugas, tetapi juga sebagai sarana penanganan kebakaran sampah yang sewaktu-waktu dapat terjadi serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar TPA.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Hery Nabit menyatakan bahwa seluruh masukan masyarakat akan segera ditindaklanjuti. Ia meminta perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem operasional TPA Ncolang, mulai dari mekanisme pengangkutan dan pembuangan sampah, kepatuhan kendaraan terhadap kapasitas muatan, hingga peningkatan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan akses jalan menuju titik pembuangan dan kajian perpanjangan jaringan Perumda Air Minum (PDAM) hingga kawasan TPA.
Menurutnya, pengelolaan persampahan yang baik harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.Menurutnya, penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk akses air bersih, serta penerapan standar operasional pengelolaan sampah yang lebih baik merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan sistem persampahan yang aman, ramah lingkungan, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati langsung menginstruksikan perangkat daerah terkait terutama Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat guna memadamkan titik api serta meminimalkan dampak asap terhadap masyarakat.
Selain penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan TPA Ncolang agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Menurut Bupati, pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih baik dengan memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan.
Wakil Bupati Fabianus Abu menambahkan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Selain peningkatan pengelolaan oleh pemerintah, kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan persampahan di Kabupaten Manggarai. Kunjungan Bupati dan Wakil Bupati ke TPA Ncolang menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam merespons setiap aspirasi masyarakat secara cepat serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal, termasuk dalam penanganan persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga. (Rizal Madur/MC Kab Manggarai)etiap aspirasi masyarakat secara cepat serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal, termasuk dalam penanganan persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga. (Rizal Madur/MC Kab Manggarai)
Related posts:
- Bupati Hery Nabit dan Wabup Fabianus Abu Hadiri Final FX Cup II 2026
- Bupati Hery Nabit Audiensi dengan Tenaga Kesehatan Puskesmas Bea Mese, Tegaskan Pentingnya Pelayanan Prima bagi Masyarakat
- Launching SIMRIDA, Langkah Nyata Pemkab Manggarai Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Modern dan Akuntabel
- Misio Unika FC Kampiun FX Cup II 2026, Turnamen Amal Perkuat Sportivitas dan Gotong Royong Umat