Skip to main content

Pemkab Manggarai

Launching SIMRIDA, Langkah Nyata Pemkab Manggarai Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Modern dan Akuntabel
Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., secara resmi meluncurkan Aplikasi Pembayaran Online Sistem Manajemen Retribusi Daerah (SIMRIDA) di Lobi Kantor Bupati Manggarai, Kamis (16/7/2026). Foto: Mitra KIP TJ

Ruteng, Diskominfo Manggarai – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., secara resmi meluncurkan Aplikasi Pembayaran Online Sistem Manajemen Retribusi Daerah (SIMRIDA) di Lobi Kantor Bupati Manggarai, Kamis (16/7/2026). Peluncuran aplikasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai mempercepat transformasi digital pelayanan publik sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, para Asisten Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, pimpinan OPD, perwakilan mitra perbankan, pihak pengembang aplikasi, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern. Menurutnya, masyarakat saat ini menuntut pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel sehingga pemerintah daerah harus terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.

“Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berkomitmen melakukan inovasi pelayanan publik, salah satunya melalui implementasi Sistem Manajemen Retribusi Daerah yang dilengkapi dengan fitur pembayaran retribusi secara online,” ujar Fabianus Abu.

Ia menjelaskan bahwa melalui SIMRIDA, proses pemungutan retribusi daerah diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, tertib administrasi, dan dapat dipantau secara real time. Selain memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran melalui kanal digital, sistem tersebut juga mampu meminimalkan potensi kesalahan pencatatan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Wakil Bupati, peningkatan PAD bukan semata-mata bertujuan meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memperbesar kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah yang mengelola retribusi agar memanfaatkan aplikasi SIMRIDA secara optimal. Kepada para wajib retribusi, ia juga mengimbau untuk melakukan pembayaran secara tepat waktu melalui kanal digital yang telah disediakan pemerintah.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah yang mengelola retribusi untuk memanfaatkan aplikasi ini secara optimal. Kepada para wajib retribusi, saya juga mengajak untuk mendukung sistem ini dengan melakukan pembayaran secara tepat waktu melalui kanal digital yang telah disediakan,” katanya.

Wakil Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pendapatan Daerah, mitra perbankan, pihak pengembang aplikasi, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi hingga SIMRIDA berhasil diluncurkan. Ia berharap aplikasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Kabupaten Manggarai.

Menutup sambutannya, Fabianus Abu berpesan agar SIMRIDA terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dengan didukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan keamanan sistem sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manggarai, Kanisius Nasak, dalam laporannya menjelaskan bahwa pengembangan SIMRIDA merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk membangun sistem pengelolaan retribusi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Menurut Kanisius, tantangan terbesar dalam pengelolaan retribusi daerah selama ini bukan terletak pada besarnya potensi penerimaan, melainkan pada rendahnya tingkat kepatuhan wajib retribusi.

“Yang menjadi perhatian utama dalam persoalan ini adalah bagaimana kita memahami secara utuh kondisi yang ada saat ini. Selama ini kita lebih banyak berfokus pada potensi, tetapi belum memberikan perhatian yang cukup terhadap tingkat kepatuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa potensi penerimaan yang besar tidak akan memberikan hasil optimal apabila kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran retribusi masih rendah.

“Persoalan yang paling penting adalah tingkat kepatuhan. Potensi yang besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila kepatuhan masyarakat masih rendah. Inilah yang selama ini menjadi salah satu kendala utama,” katanya.

Kanisius menjelaskan, sebelum hadirnya SIMRIDA masyarakat masih harus datang langsung ke bank untuk melakukan pembayaran retribusi sehingga prosesnya dinilai kurang efektif. Melalui aplikasi pembayaran online ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah melalui berbagai kanal digital yang tersedia.

Selain itu, aparatur pengelola retribusi diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga aktif memastikan kepatuhan wajib retribusi melalui sistem pengingat kepada masyarakat yang belum melakukan pembayaran.

“Dengan sistem ini, petugas dapat mengingatkan masyarakat yang belum melakukan pembayaran sehingga tingkat kepatuhan terus meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” jelasnya.

Di akhir laporannya, Kanisius berharap seluruh tahapan implementasi SIMRIDA dapat diselesaikan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah disepakati sehingga sistem dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh perangkat daerah dan masyarakat.

Peluncuran SIMRIDA menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat. (MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

error: Content is protected !!