Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Informasi tentang Covid-19 dapat diperoleh di sini atau di sini

Dinas Perdagangan Gandeng Bulog Ruteng Gelar Pasar Murah Sembako dan Hortikultura.

Tanggal update: 17 Jul 2020 18:46, oleh: Admin

Ruteng - Untuk menekan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) terutama gula di pasaran yang cenderung naik, Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) Ruteng menggelar pasar murah yang berlangsung di Lapangan Motang Rua Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Jumat 17 juli 2020.

Dalam kegiatan pasar murah ini, selain Bulog, pihak lain yang ikut serta dalam kegiatan ini, yakni para petani yang tergabung dalam kelompok Simantri, Bank NTT dan Dinas Pertanian.

Pasar murah sembako dan hortikultura dengan harga murah seperti gula, beras, tepung terigu, telur, beras, buah-buahan dan sayur-sayuran mendapat respon positif dari sejumlah warga di Kecamatan Langke Rembong dan sekitarnya, terbukti baru dibuka pukul 09.00 wita warga sudah mengantri di stand-stand sembako dan hortikultura milik Bulog dan para petani Simantri.

Para pembeli yang kebanyakan ibu rumah tangga dan remaja ini, rela mengantri untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok tersebut namun tetap mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan tetap menggunakan masker.

Stand Bulog Ruteng

Stand Bulog Ruteng

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai Venansius Burhan ditemui media ini di sela-sela kegiatan mengatakan, pasar murah ini digelar disamping disebabkan pandemi covid 19 juga untuk menekan harga di pasaran yang cenderung naik yang mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang "Selain dari Bulog, ada juga dari kelompok Simantri. Harga yang mereka tawarkan beda dengan yang ada di pasaran. Kelompok Simantri yang ikut sekitar 12 kelompok dan menjual hasil-hasil pertanian seperti buah dan sayur,"jelas Venan.

Dijelaskan Venansius, pihaknya menggelar pasar murah ini disebakan sejak bulan Desember 2019 hingga Juni 2020 stok gula di Bulog Ruteng terbatas "Kenapa gula, karena harga di pasaran tinggi berkisar 18.000 hingga 20.000 per kilogram. Begitu awal Juni stok gula ada, maka pasar murah digelar dan diharapkan harga di pasaran bisa turun antara 13.000 hingga 15.000, karena harga di Bulog 12.500 per kilogram," ujarnya.

Selain itu kata Venan, pasar murah ini digelar karena masih banyak ditemukan para pedagang dan pembeli yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid 19 "Untuk itu kita ambil inisiatif untuk dilakukan di beberapa tempat ibadah seperti Gereja dan Masjid di Langke Rembong,"ungkapnya.

Dijelaskan Kadis Venansius, tim yang tergabung dalam tim gugus tugas satuan pangan yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Bulog dan Kepolisian telah melaksanakan operasi pasar pada tanggal 14 hingga 16 Juni 2020 di pasar Inpres dan Pasar Puni Ruteng.

Ia juga menambahkan yang paling penting saat ini, bagaimana mengedukasi masyarakat di tengah pandemi Covid 19 terutama di era kehidupan baru (new normal), dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, termasuk saat berbelanja di pasar, di pertokoan, swalayan dan juga saat kegiatan pasar murah yang digelar seperti sekarang ini.

Ditemui di tempat yang sama Kepala Bulog Ruteng Putu Suantara menuturkan kegiatan ini juga untuk memastikan stabilitas harga di tengah pandemi Covid 19.

Selain itu kata Putu juga untuk memasarkan barang-barang berkualitas dan terjangkau kepada masyarakat.

Stand Hortikultura

Stand Hortikultura

Dijelaskan, untuk harga gula dari Bulog dibanderol dengan harga Rp.12.500 per kilogram, beras Rp.10.000 per kilogram, tepung terigu Rp. 9.000 per kilogram, minyak goreng Rp.13.000 per liter "Sesuai rencana kegiatan pasar murah ini, juga akan digelar di Masjid dalam kota Ruteng dan di dua kecamatan, yakni kecamatan Satar Mese dan Reo,"terangnya.

Disinggung mengenai stok beras, gula dan tepung terigu di gudang dolog, Putu menjelaskan untuk beras masih ada 200 ton, gula 44 ton dan tepung terigu 2.000 ton. "Saat ini kami masih tahap penyerapan beras lokal langsung dari petani," ucapnya.

Salah seorang warga Ruteng yang enggan disebutkan namanya mengaku senang dengan adanya pasar murah ini dan berharap agar kegiatan ini sering dilakukan. "Sangat membantu warga, apalagi dalam situasi Virus Corona seperti sekarang, semua serba sulit, harga murah pasti diburu warga," ujarnya.     (ars)