Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Informasi tentang Covid-19 dapat diperoleh di sini atau di sini

Bagikan Sembako di Langke Rembong, Bupati Deno Ingatkan Warga Untuk Terus Waspada

Tanggal update: 02 May 2020 16:30, oleh: Admin

Ruteng  - Setelah sehari sebelumnya, Kamis  (30/4/2020) warga di Kecamatan Satar Mese dan Satar Mese Barat yang datang dari daerah terpapar virus corona (covid 19) mendapatkan bantuan sembako berupa beras, gula, minyak goreng, telur, sabun, dan sabun cuci detergen dari Pemerintah Kabupaten Manggarai. kini bantuan serupa dibagikan kepada warga di Kecamatan Langke Rembong, Jumat (2/5/2020).

Secara simbolis bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Manggarai Dr.Deno.Kamelus, S.H., M.H di beberapa kelurahan, di antaranya Kelurahan Watu, Bangka Nekang, Rowang, Waso, Bangka Leda, Golo Dukal, Pau, Lawir, Pitak, Wali, Compang Tuke dengan jumlah 378 orang.

Bupati Deno Serahkan Sembako Bagi Warga di Kelurahan Rowang

Bupati Deno Serahkan Sembako Bagi Warga di Kelurahan Rowang

Turut mendampingi Bupati Manggarai, diantaranya, Ketua DPRD Matias Masir, Kapolres Manggarai AKBP Mas Anton Widyodigyo, Anggota DPRD Provinsi NTT, Yenni Veronika, Kepala Dinas Kesehatan dr. Yulianus Weng, Kalak BPBD Liber Habut serta sejumlah anggota Tagana.

Bupati Deno Kamelus ketika menyerahkan bantuan sembako kembali mengingatkan warga masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran virus corona (covid 19).

Selain itu Bupati Deno menegaskan pentingnya menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan yang bersih menggunakan sabun dan air mengalir, bila keluar rumah tetap menggunakan masker, menjaga jarak aman minimal 2 meter. "Saya harap saudara-saudara bisa memberi contoh kepada warga sekitar, tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan bersih. kita bisa beri edukasi kepada keluarga dan warga," ucapnya.

Bupati Deno Kamelus mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bantuan darurat bagi seluruh warga di Kabupaten Manggarai, termasuk di Kecamatan Langke Rembong. "Bantuan ini khusus bagi warga yang datang dari daerah perantauan dan terpapar covid 19," katanya.

"Selama isolasi mandiri 14 hari di rumah, jaga diri, jangan keluar rumah, jaga jarak, pakai masker. Yakinkan semua orang penyebaran virus corona ini sangat berbahaya dan bisa menimpa siapa saja. Fasilitas Rumah Sakit kita tidak memadai, untuk menangani virus ini," jelasnya.

Salah seorang warga Rowang di Kelurahan Rowang, Benediktus Angge meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan warga atau pendatang yang datang dari daerah pandemi covid 19. " Seandainya kami kena virus, tidak mungkin kami pulang ke kampung, jadi saya kecewa kenapa masih ada yang mengucilkan," katanya.

Benediktus yang selama ini bekerja di  Malaysia mengaku, selama datang dari negeri jiran tersebut, dia dan beberapa temannya diperiksa sangat ketat oleh petugas baik di Malaysia, Nunukan, Makasar maupun ketika tiba di Ruteng.

Di tempat berbeda, Anjelina Ratu Putri Baru, mahasiswa asal Waso yang kuliah di Malang meminta agar bantuan sembako bagi mahasiswa diganti dengan pulsa data agar bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah secara online. "Saran saya Pak Bupati, kalau bisa sembako bagi kami mahasiswa diganti dengan pulsa data, untuk tugas-tugas secara online," pintanya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Deno menjelaskan meski ini merupakan bantuan tanggap darurat, namun harus dilaksanakan sesuai aturan dan undang-undang. "Saya tidak bisa salah mengelola bantuan, kalau saya salah, bisa dipenjara," tegasnya.

Beliau menyarankan agar para mahasiswa, baik yang ada di Ruteng maupun di kecamatan-kecamatan agar memanfaatkan sarana internet yang sudah dipasang pemerintah. "Ada 32 spot yang ada di Manggarai, silakan dipakai, gratis. Yang di Ruteng bisa pakai di lantai satu kantor Bupati dan beberapa sekolah yang sudah dipasang internet," katanya.

Ketua DPRD Manggarai Serahkan Bantuan di Kelurahan Watu

Ketua DPRD Manggarai Serahkan Bantuan di Kelurahan Watu

 

Terkait kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, orang nomor satu di Manggarai ini menyarankan para Lurah dan Kepala Desa untuk memanfaatkan keahlian ibu-ibu yang bisa menjahit dan hasil jahitan bisa dibeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kalau ada dana kelurahan bisa beli masker buatan warga, kita berdayakan ibu-ibu yang bisa menjahit," tuturnya.

Dijelaskan Bupati Deno, saat ini di Wisma Atlet Golo Dukal, pemerintah Kabupaten Manggarai tengah merawat 2 orang yang teridentifikasi positif melalui pemeriksaan rapit test. "Satu di antara mereka ini adalah klaster Gowa, yang pernah mengikuti acara keagamaan di sana. Satunya lagi pembantu mereka, sudah rapit test dua kali hasilnya positif," terangnya.

"Selama hampir dua bulan di Ruteng, kita tidak tahu mereka ke mana, tapi yang  pembantu ini sering keluar rumah menggunakan angkutan, ini yang perlu kita waspadai. Hingga kini pemeriksaan Swab belum bisa dilakukan karna belum ada penerbangan, kita berharap hasil pemeriksaan Swab negatif," ungkapnya.

Selain itu Bupati Deno juga menerangkan, saat ini petugas sedang mendata warga yang belum mendapat bantuan sosial dan program keluarga harapan (PKH) untuk diberikan bantuan langsung tunai (BLT). "Petugas gabungan masih mendata, termasuk keluarga yang datang dari daerah terpapar covid 19, yang belum menikah dan memiliki kartu keluarga, keluarga yang sudah menikah dan belum memiliki kartu keluarga, janda, duda, penyandang disabilitas dan beberapa kriteria lain untuk dibantu," ujarnya.

Di tempat berbeda masih dalam wilayah Kecamatan Langke Rembong, Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur didampingi Kasdim 1612 I Wayan Subrata, dan Camat Langke Rembong Daniel Baru, juga membagikan sembako kepada warga yang datang dari daerah terpapar covid 19, di antaranya di kelurahan Tadong, Karot, Mbaumuku,Tenda, Poco Mal, Satar Tacik, Carep, Laci Carep dan Compang Carep berjumlah 348 orang.  (ars)