Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Wakil Bupati Manggarai, Pimpin Rakor Penanggulangan AIDS

Tanggal update: 23 Jan 2020 09:48, oleh: Admin

Ruteng,KOMINFO : Wakil Bupati Manggarai sekaligus Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah, Drs.Victor Madur memimpin langsung rapat koordinasi penanggulangan AIDS Kabupaten Manggarai, ( Rabu /15/01/2020 ), bertempat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Beberapa Agenda yang dibahas dalam Rakor tersebut yakni, penanggulangan AIDS serta hambatan dan tantangan dalam penanggulangannya.

Rakor tersebut dihadiri beberapa OPD terkait, diantaranya, Dinas Kesehatan, RSUD dr.Ben Mboi, Dinas PPO, Satpol PP, Para Asisten, Jajaran Polres Manggarai, Komisi A DPRD Manggarai, sekretaris KPAD Boni Mardianus, serta undangan lainnya.

Wabup Victor Madur menjelaskan, sosialisasi dan penyuluhan tentang  HIV/AIDS di wilayah ini harus terus dilakukan oleh petugas terkait, sampai masyarakat benar-benar sadar bahwa virus tersebut sangat mematikan  “jika ada informasi dari masyarakat bahwa ada yang diduga mengidap penyakit tersebut segera disikapi oleh petugas terkait, beri penanganan serta pendampingan. Karena kecenderungan pengidap HIV takut dan malu untuk periksa” ujarnya.

Dikatakan, pengidap penyakit tersebut mudah diketahui jika memanfaatkan semua sarana kesehatan yang ada untuk periksa kesehatan. Virus HIV tersebut kata Wabup Victor Madur ada disebabkan karena perilaku seks bebas, serta ditularkan oleh para pekerja yang merantau keluar daerah “Harus dipastikan juga bahwa persedian obat-obatan untuk pengidap HIV/AIDS selalu ada,”tegas Wabup Madur.

 

Foto : Wakil Bupati Manggarai Sedang Memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan AIDS

Sementara itu Sekretaris KPAD Manggarai Boni Mardianus menjelaskan, potensi terjadinya epidemi HIV/AIDS di Manggarai disebabkan karena mobilitas orang keluar masuk sangat lancar, selain itu kota Ruteng merupakan wilayah transit, kemudian pengetahuan masyarakat akan bahaya HIV/AIDS masih rendah, banyak penduduk laki-laki menjadi buruh migran, jumlah PSK meningkat rata-rata 5 -15 orang perlokasi, PSK melakukan seks tersembuyi “Diduga terjadi seks pra nikah di kalangan pelajar dan mahasiswa, selain itu kunjungan pengobat IMS dan VCT dari masyarakat juga sangat rendah,” jelas Mardianus.

Mardianus menambahkan, Virus HIV/AIDS juga terjadi karena perilaku seks menyimpang. Dia menjelaskan, di Langke Rembong sendiri angka Laki Seks Lelaki ( LSL-red ) cukup tinggi, yakni sebanyak 23 orang ” Kita akan terus melakukan pendampingan bagi ODHA, karena di lingkungan masyarakat sendiri mereka cenderung dikucilkan, sejauh mereka periksa kesehatan rutin, tentu mereka akan ditangani dengan baik” tutur mantan wartawan tersebut.     (pet).