Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Minimalisir Penyebaran Virus Rabies, Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Gencar Lakukan Vaksin HPR

Tanggal update: 07 Nov 2019 13:35, oleh: Aris

Ruteng - Sejak munculnya kasus rabies tahun 2000 silam, Pemerintah kabupaten Manggarai melalui Dinas Peternakan gencar melakukan Vaksin terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Hal tersebut dilakukan untuk menekan jatuhnya korban akibat virus rabies.

Kepada Media ini di kantornya, Kamis (7/11/2019), Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Ir. Dan Konstantinus mengatakan, hingga kini petugas terus berupaya melakukan vaksin terhadap HPR di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Manggarai.

Kadis Konstantinus menjelaskan, vaksinasi dilakukan terhadap hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera yang dipelihara warga ‘’ Yang kami vaksin itu, semua hewan penular rabies terutama anjing yang tertib, itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 11 tahun 2010 tentang penertiban hewan penular rabies,’’ungkapnya.

Dalam menjalankan kegiatan vaksin ini kata Kadis Konstantinus, pihaknya menurunkan tim koordinasi pemberantas rabies,’’  Yang terlibat langsung itu para Camat selaku ketua tim koordinasi (tikor) kecamatan.  Jadi kalau ada kasus di suatu wilayah, ya sebenarnya tim-tim itu yang lakukan operasi penertiban,’’Jelasnya.

Dijelaskannya, tidak semua kasus gigitan anjing, identik dengan rabies karena harus melalui proses pemeriksaan lanjutan ‘’Ada beberapa kasus gigitan yag positif rabies, ada juga yang negatif. Bagi wilayah yang kasusnya positif , saya selalu ingatkan petugas, untuk sampaikan kepada para camat agar diawasi dan ditindaklanjuti secara ketat,’’tuturnya.

‘’Masa inkubasi gigitan HPR ini lama, mulai 0 hingga 6 bulan, itu juga tergantung lukanya. Kalau luka gigitan menjangkau tubuh bagian atas hingga ke otak, itukan beresiko tinggi, bayangkan perjalanan  virus itu dua mili/jam,’’terangnya.

Kurangnya petugas diakui kadis Konstantinus, namun  pihaknya terus bertekad dan berupaya memutus mata rantai penularan virus ini.

Ia berharap agar masyarakat lebih pro aktif memelihara hewan dengan tertib dan mengkandangkan hewan-hewan tersebut agar tidak membahayakan warga lain ’’ Keterlibatan masyarakat penting. Kalau ada kegiatan vaksin, masyarakat  harus bawa hewan-hewan peliharaan itu untuk divaksin, sehingga cakupan vaksinasinya bisa menjangkau semua ,’’tegasnya.

 

Dua orang Petugas sedang memberikan Vaksin anti Rabies kepada Hewan milik warga

di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong.  Foto : Dinas Peternakan

Sementara itu Kepala Bidang kesehatan hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai drh. Imel menjelaskan, untuk wilayah Kecamatan Langke Rembong, hampir seluruh kelurahan sudah dilakukan vaksin terhadap hewan-hewan penular rabies seperti anjing, kucing dan kera, kecuali di sebagian kelurahan Pau ‘’Untuk  langke Rembong hampir tuntas, kalau kelurahan Pau masih berjalan untuk vaksinasinya ,’’kata Meli.

Meli menuturkan, untuk pemberantasan HPR di wilayah kecamatan yang ada di kabupaten Manggarai, Dinas Peternakan menerjunkan petugas resort dua orang ditambah satu orang dokter hewan yang baru menyelesaikan kuliah namun ingin ikut membantu kegiatan vaksinasi ‘’Sosialisasi dan upaya tentang bahaya rabies terus kami lakukan, diharapkan penyebaran virus ini dapat dihentikan,’’Bebernya.

Dijelakannya, selama tahun 2019 sebanyak 20.490 dosis tersebar di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Manggarai guna mencegah penyebaran dan menularnya penyakit rabies.

Sementara itu lanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan atau pengujian sederhana terdapat 24 sampel otak anjing yang diambil di beberapa wilayah di Kabupaten Manggarai. Sebanyak 14 sampel positif rabies dan 10 lainnya negatif. Ia menambahkan, sampel –sampel yang dinyatakan positif akan dikirim ke Denpasar guna dilakukan pemeriksaan Fluorescens Antibody Test( FAT).

 

 

 drh. Meli, Kabid Kesehatan Hewan.  foto : Kominfo

Seperti diketahui ,rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan virus rabies. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat Zoonotikatau menular dari hewan ke manusia.

Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi, berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya gigitan. Lebih dari 99% kematian manusia akibat rabies disebabkan gigitan anjing.        (ars)