Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Ketua Tim Tenggerak PKK Propinsi NTT Sosialisasikan 5 Pilar STBM GASI

Tanggal update: 28 May 2019 08:12, oleh: Aris

Ruteng - Ketua Tim Penggerak PKK Ny.Juli Sutrisno Laiskodat mensosialisasikan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) GASI (Gender dan Inklusi) kepada Tim Penggerak PKK dan para Kepala Desa di Kabupaten Manggarai, di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Kamis (16/5/2019).

5 Pilar STBM tersebut,  pertama, stop buang air besar sembarangan. kedua, Cuci tangan pakai sabun (CTPS) di waktu penting, yaitu : sebelum dan sesudah makan, setelah dari toilet, dan sebelum menyusui anak. Ketiga, Pengolahan air minum dan makanan, rebus air sebelum diminum dan tutup makanan agar terhindar dari lalat. Keempat, Pengelolaan sampah rumah tangga  ; memilah sampah daur ulang dan mengolah sampah (dikumpulkan petugas kebersihan). Kelima, Pengelolaan limbah cair rumah tangga agar tidak mengotori lingkungan.

Turut hadir saat kegiatan tersebut Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus, S.H., M.H dan Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur, Plh Sekda Drs.Anglus Angkat, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Tim Penggerak PKK Kabupaten, PKK Kecamatan, PKK Kelurahan dan Desa, Para Camat, Lurah, serta para Kepala Desa.

Sebelum mengikuti kegiatan Ny.Julie Laiskodat dan rombongan diterima Pemkab Manggarai di Aula VIP Nucalale Kantor Bupati Manggarai dengan pengenaan Selendang Manggarai.

Setelah acara penerimaan Ny.Juli Laiskodat langsung menuju Aula Ranaka Kantor Bupati Mangggarai mengikuti kegiatan Pertemuan Koordinasi TP-PKK Kabupaten Manggarai dalam rangka pelaksanaan Program STBM GESI dan Advokasi Pendanaan.

Ny.Juli Sutrisno Laiskodat saat Menerima Pengenaan Selendang di Aula VIP

Kantor Bupati Manggarai . Foto : Aris

Dalam sambutannya Ny.Juli Laiskodat mengatakan 5 pilar dikerjakan secara total untuk mengurangi rantai penyakit, sehingga bisa menghindarkan anak-anak dari diare dan stunting.

Untuk itu tim Penggerak PKK bersama Pemda bekerja sama memberantas stunting melalui sanitasi total.

PKK juga bisa memantau, mengkampanyekan, dan mensosialisasikan program-program pemerintah dan Plan Internasional agar berjalan lancar.

Diakui Ny.Juli Laiskodat, di Propinsi NTT masih banyak program Sanitasi tidak berjalan sukses karena kurangnya informasi dari masyarakat kepada pemerintah.

Untuk itu peran PKK dibutuhkan untuk bisa membantu OPD-OPD agar menginformasikan persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat "Omong tentang persoalan di NTT bukan hanya infrastruktur dan listrik tapi juga air. Air berhubungan dengan kerja dari Plan Internasional, tidak akan sukses jika Pa Bupati dan jajarannya tidak mendukung," Ungkap Juli Laiskodat.

Menurut Juli Laiskodat, Sanitasi sangat penting di Desa-Desa, karena Gubernur NTT menginginkan adanya Home Stay untuk meningkatkan ekonomi masyarakat "Wisatawan datang berkunjung dan nginap di Home Stay bukan karena kasur atau tempat tidurnya bagus, tapi air dan sanitasinya ada atau tidak," Jelasnya.

Juli Laiskodat menerangkan juga terkait Stunting di NTT yang masih masuk kategori tinggi meski di Manggarai sendiri angka Stunting menurun.

data yang tidak akurat mengenai stunting dan MCK juga menjadi persoalan yang diungkapkan Juli Laiskodat "Kerja sama lintas OPD dibutuhkan untuk bermitra agar program bisa berjalan baik, Karena data yang Saya terima hanya data tahun 2017," Ujarnya.

Untuk melaksanakan sanitasi total, kaum perempuan juga dilibatkan dan diharapkan manfaat sanitasi total bisa juga dirasakan kaum disabilitas.

Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus, S.H., M.H mengatakan implementasi dari kegiatan ini merupakan misi bersama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berkualitas dan merata "Banyak Varian yang Kita buat ke depan, salah satunya Sanitasi," Kata Bupati Kamelus.

Menurut Bupati Deno, data statistik menunjukan hampir seluruh Desa dan Kelurahan di Kabupaten Manggarai sudah pernah terjangkau program air bersih, baik melalui PNPM, Pansimas, APBD1, APBD II, APBN dan dari Desa " Problem Kita sekarang bagaimana menjaga sumber-sumber air, lalu aset dan Managemen. Saya sudah instruksikan setiap Desa wajib membentuk OPAM (Organisasi Pengelola Air Minum ), itu semacam PDAM di Desa," Terang Bupati Kamelus.

Lebih lanjut Bupati Deno mengatakan, honor tenaga OPAM diambil dari Dana Desa (DD) sementara Managementnya dari PDAM.

Ny.Julie Sutrisno Laiskodat, saat memberikan sambutan

di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai.  Foto : Aris

Sementara itu Linda Sukandar selaku Country Manajemen Team Yayasan Plan Internasional, menjelaskan pelaksanaan program STMB di Manggarai dan Project Women adalah sebuah Project yang dibiayai oleh Pemerintah Australia dan Implementasinya dipercayakan kepada Plan Internasional Indonesia.

Dikatakan Sukandar, Project ini sangat penting untuk kemajuan wilayah NTT karena dari STMB GASI ini impacnya akan menjalar kemana-mana, salah satunya menurunkan tingkat prevelensi stunting yang ada di NTT "Kita ketahui Dua Puluh Tahun mendatang anak-anak dan remaja Kita mendapatkan bonus demografi dan menjadi kekuatan di masa mendatang, namun jika kondisinya dalam keadaan stunting, bonus demografi akan menjadi beban demografi," Ucap Sukandar.

Ia menginginkan agar Propinsi NTT bisa menjadi contoh bagi Propinsi-Propinsi lain untuk belajar seperti apa project STMB GESI ini diimplementasikan "Kami harapkan dukungan dari Pemda Manggarai dan program ini bukan hanya seremonial tetapi sebuah komitmen yang dinyatakan dalam perjalanan project ini ke depan," Katanya.

Manajer Water For Woman Project, Silvi Anastasia Landa menerangkan program ini dilaksanakan di NTT karena persoalan stunting dan sampah merupakan dua persoalan dari sekian banyak persoalan lain yang ada "Kami masuk ke Manggarai karena melihat komitmen Pemerintah Daerah yang luar biasa dan itu dibuktikan kehadiran Tim Penggerak PKK dari Kabupaten,Kecamatan,Kelurahan dan Desa pada hari ini,"Kata Silvi.

Masih dijelaskan Silvi Anastasia Landa, Plan Internasional sudah menandatangani MOU dengan Pemerintah Daerah sejak bulan Juni 2018 hingga tahun 2022.

Targetnya Ujar Silvi Anastasia Landa, tahun 2020 seluruh Desa di Kabupaten Manggarai memiliki sanitasi dan tahun 2022, kelima pilar akan dijalankan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.

dibagian akhir kegiatan dilakukan penandatanganan komitmen bersama menjaga kebersihan serta diskusi panel dan tanya jawab.    (ars)