Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Pemkab Manggarai Lepas Purna Tugas Sekda Manggarai dengan Perayaan Ekaristi

Tanggal update: 02 Apr 2019 10:07, oleh: Aris

Ruteng : Pemerintah Kabupaten Manggarai melepas Purna Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Manseltus Mitak,SH dengan perayaan Ekaristi kudus yang berlangsung di Gedung Manggarai Convention Center (MCC) Ruteng,Sabtu (30/3/2019).

Perayaan ekaristi yang dipimpin Romo Beni Bensi,pr ini dihadiri Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus,SH.MH,Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur,Wakil ketua DPRD Paulus Peos,SP,Dandim 1612 Manggarai Letkol Inf.Rudi Markiano Simangunsong,Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steny Lapian,mantan Bupati Manggarai periode 2000-2005 Drs.Antoni Bagul Dagur,Pimpinan OPD,Asisten Setda,Staf Ahli Bupati,ASN,serta undangan lainnya.

Romo Beni Bensi,pr dalam khotbanya mengatakan dalam kehidupan manusia ada saatnya meminta tetapi ada saatnya bersyukur dengan apa yang telah diterima.

Menurut Romo Beni menerima merupakan ungkapan rasa ketergantungan manusia kepada Tuhan, maka ucapan syukur merupakan ungkapan rasa hormat dan terima kasih manusia akan berkat ALLAH yang boleh dirasakkan dalam kehidupan "Kalau Kita hanya tahu meminta, tapi tidak tahu bersyukur maka dengan itu Kita tidak diberikan respon terhadap permintaan Yesus bagi setiap orang Kristen yang disampaikkan lewat injil tadi," Ungkap Romo Beni mengutip injil.

Romo Beni menuturkan baik meminta dan bersyukur merupakan dua sisi dari seluruh ziarah kehidupan manusia ditengah-tengah dunia.Bersyukur dan berterima kasih lanjut Romo Beni adalah panggilan hidup yang membuat diri kita selalu bergantung pada Tuhan.

Romo Beni mengatakan hanya orang beriman yang tahu bersyukur dan sadar akan kebaikan-kebaikan ALLAH dalam hidup.Sebaliknya bagi orang yang tidak beriman mereka tidak merasakan kebaikan ALLAH "Pada perayaan Ekaristi ini,Kita baca dalam konteks,yakni bersama Pa Seltus Kita mau sampaikan syukur dan berkat-berkat ALLAH yang telah dialami,"Terang Romo Beni.

Bupati Manggarai,Wakil Bupati didampingi Wakil Ketua DPRD

sedang mengikuti Perayaan Ekaristi.  Foto : Aris

Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus,SH.MH mengatakan menjadi seorang ASN harus bisa bekerja maksimal dan menunjukan kinerja dengan baik.Begitu pula dengan jabatan yang diemban harus bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk memajukan Manggarai yang maju,adil,sejahtera dan merata serta diRidhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Bupati Manggarai Deno Kamelus menjelaskan dari tiga orang Sekda yang dikenalnya, yaitu Mantan Sekda Willem Nope,Paul Bero dan Manseltus Mitak, masing-masing memiliki gaya (style) kemampuan yang berbeda dalam memimpin "Jangan paksakan Style dalam memimpin,tidak mungkin gaya Pa Nope sama dengan Pa Setus dalam memimpin,"Kata Bupati Kamelus.

Gaya tiap orang memimpin kata Bupati Deno Kamelus tidak menjadi soal tetapi bagaimana plat form,gerak langkah,pikiran dan kerja serta sistem memiliki tujuan yang sama.Tujuan itulah yang kemudian menjadi dasar untuk bergerak bersama memajukan Manggarai agar menjadi makmur dan merata.

Bupati Deno kamelus juga berterima kasih kepada Sekda Manseltus Mitak yang secara konsisten telah mengabdikan hidupnya dalam rangka membangun Manggarai "Tentu Kami semua hanya bisa berdoa, semoga seluruh amal bhakti yang telah diberikan Pa Setus dalam membangun Manggarai merupakan hal yang berharga di mata Tuhan,"Tandas Bupati Kamelus.

Bupati Manggarai didampingi Wakil Bupati dan Ibu,memberikan Cinderamata

kepada Sekda Manseltus Mitak.  Foto : Aris 

Sementara itu ditempat yang sama Sekretaris Daerah Manseltus Mitak mengatakan sejak dirinya menjadi Pegawai Negeri bulan Maret tahun 1986 ada beberapa hal mendasar yang selalu dipegang teguh dalam menjalankan tugas, yakni menjadi seorang Pegawai Negeri jangan pernah merasa berjasah ke pada Negara "Mengapa? karena kerja-kerja Kita dibayar langsung oleh Negara.Saya selalu berjanji dalam diri jangan pernah menganggap berjasah kepada Negara,"Kata Sekda Mitak.

Prinsip berikutnya kata Sekda yang akan berakhir masa tugasnya 31 Maret 2019, yakni harus bisa diceriterakan dan berbagi pengalaman dari apa yang telah dijalankan dalam tugas "Jadi tidak sekedar lewat begitu saja.Kalau Bupati atau Sekda pindah ke tempat yang satu ke tempat yang lain, jangan lewat begitu saja, paling tidak ada ceritera awal karir mulai dari staf sampai jabatan paling atas,"Ujar mantan Camat  Langke Rembong ini.

Sekda Mitak juga berbagi ceritera tentang awal karirnya di Birokrasi, yaitu sejak pertama kali menjabat sebagai Kasubag Ketertiban Umum di masa pemerintahan Bupati Almarhum Frans Dula Burhan,SH,lalu bertugas di Kesbangpol sebagai Kasi 1 mengurus ketertiban umum kemudian ditunjuk sebagai Camat Langke Rembong yang sebelumnya masih bernama KOPETA (Koordinator Pemerintah Kota).

Selanjutnya di masa pemerintahan Bupati Anton Bagul beliau ditunjuk menjadi Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi.

Kemudian di masa pemerintahan Bupati Cristian Rotok beliau diangkat menjadi Kepala BAPPEDA dan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai menggantikan Paul Bero.

Diakui Sekda Manseltus Mitak tidak banyak yang dilakukannya untuk memajukan Manggarai selama menjabat sebagai Sekda, namun Ia berharap agar pembangunan yang masih dan akan terus berlanjut bisa diteruskan sehingga cita-cita mensejahterahkan dan memajukan masyarakat Manggarai bisa tercapai.

Diakhir acara dilakukan penyerahan cinderamata oleh Pemkab Manggarai yang diserahkkan langsung Bupati dan Wakil Bupati Manggarai,perwakillan Korpri,PDAM Tirta Komodo,PT MMI,Pimpinan OPD dan Dharma Wanita Persatuan.  (ars)

 

Bupati Manggarai bersama Wakil Bupati dan Ibu foto bersama Sekda

dan Ibu sesaat setelah penyerahan Cinderamata.  Foto : Aris