Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Ini Pesan Menko Polhukam Dalam Gelar Apel Pasukan di Ruteng

Tanggal update: 23 Mar 2019 10:56, oleh: Aris

Ruteng : Dalam Rangka Pengamanan dan Keamanan dalam Negeri yang kondusif Jelang Pemilihan Umum Presiden dan Pemilihan Legislatif bulan April 2019 mendatang,seluruh komponen mulai dari kepolisian,TNI dan Stekholder lainnya seperti Dinas Perhubungan,Sat Pol PP serat Linmas mengadakan Apel Pengamanan yang berlangsung di Lapangan Motang Rua Ruteng,Jumat (22/3/2019).

Bertindak selaku Inspektur upacara Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Stenny Lapian,S.Ik dan komandan upacara Kasubag Humas Polres Manggarai Ipda Daniel Jihu.

Kapolres Manggarai Berdiri sejajar  dengan Dandim Manggarai saat Apel Pengamanan Pemilu 2019.Foto : Aris

Kapolres Manggarai Cliffry Stenny Lapian ketika membacakan sambutan Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto,mengatakan pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak,yakni lima jenis pemilihan dalam waktu bersamaan.

Pemilu serentak kali ini akan menjadi kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia Internasional terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin Nasionalnya.

Sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung,tidak saja angota parpol dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada ketentuan yang ada akan tetapi juga pihak penyelenggara pemilu,yakni KPU,Bawaslu dan BKPP wajib hukumnya menunjukan kinerja yang obyektif dan transparan.

Tidak ketinggalan tentunya fungsi dan peran TNI-Polri yang berada diluar lingkup penyelenggara pemilu akan tetapi sangat menentukan suksesnya keberlangsungan pemilu yang dilaksanakan secara langsung,umum,bebas,rahasia,jujur dan adil.

Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif,yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat sekaligus sarana untuk memilih pemimpin Nasional guna mewujudkan cita-cita  Nasional bangsa Indonesia.

Melihat konteks pelaksanaan pemilu tersebut sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain.Namun sejatinya pemilu serentak tahun 2019 memilih pemimpin bukan mengadu pemimpin.

Momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi program dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya menjadi pemimpin Nasional.

Kita ketahui bersama terkait penyelengaraan pemilu serentak tahun 2019 masih terdapat ancaman,gangguan ,tantangan dan hambatan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraanya.

Kita ketahui bersama bahwa Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan Indeks kerawanan pemilu yang  merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan pemilu disetiap daerah.

Pemetaan kerawanan ini meliputi sisi penyelenggaraan dan sisi keamanan serta ketertiban masyarakat. Oleh karena itu Saya mengajak seluruh stekholder terkait untuk segera mengenali, menemukan dan menetralisir serta mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

TNI – Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap jalannya pemilu serentak tahun 2019 apabila menemukan kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku, sehinga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan menggangu jalannya pemilu serentak tahun 2019.

Kita bersama turut merasakan bahwa dalam tahapan pemilu serentak tahun 2019 muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong (Hoax) dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

Berita-berita bohong (Hoax) yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Demikian dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu sara telah menjadi strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi pemilu, sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya.

Penyebaran berita bohong dan menguatnya politik identitas dalam ajang pemilu 2019 merupakan bentuk lain teror kepada masyarakat karena mempengaruhi psikologis masyarakat Indonesia sehingga kepada pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas.

Sebagai prajurit TNI-Polri Kita sepatutnya menyadari bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggan karena sama nilainya menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Prajurit TNI -Polri,Dishub,Pol PP serta Linmas sedang mengikuti Apel Pengamanan Pemilu di Lapangan Motang Rua,Ruteng. Foto : Aris

Untuk itu Saya berharap kepada seluruh prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat yang dilibatkan agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggungjawab karena bagi prajurit Bhayangkara Negara tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya.

Dalam tugas pengamanan pemilu tahun 2019 agar seluruh prajurit TNI-Polri yang terlibat mempedomani seluruh prosedur tetap yang berlaku, sehingga tindakan-tindakan yang dilakukan senantiasa terukur sesuai aturan hukum.

Wujudkan Sinergitas antara TNI-Polri dengan penyelenggara pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat dihadapi, dikoordinasikan dan dipecahkan bersama.

Tidak kalah pentingnya bagi seluruh prajurit TNI-Polri di manapun bertugas, disamping melaksanakan tugasnya mengamankan pemilu tahun 2019 Saudara-saudara juga harus mampu mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita-berita bohong atau (Hoax) yang beredar dan menimbulkan keresahan.

Saya sangat meyakini bahwa unsur Babinsa dan Babinkamtibmas serta perangkat pemerintahan pada strata desa dan kelurahan sangat menguasai situasi di Wilayahnya. Dengan bekal inilah Saudara-saudara mampu menjaga stabilitas keamanan dalam penyelenggaraan pemilu tahun 2019.

Beberapa penekanan akan Saya sampaikan dalam melaksanakan pengamanan Pemilu tahun 2019, sebagai berikut  Pertama, pahami tugas pengamanan pemilu serentak tahun 2019, ini adalah kehormatan dan kebanggan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas.

Kedua, jalin sinergitas antara unsur pemerintah,TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas.

Ketiga, segera kenali,cari,temukan dan netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu pemilu serentak tahun 2019.

Keempat, tindak tegas sesuai hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu serentak tahun 2019.

Kelima, Babinsa dan Babinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakatnya agar tidak resa dengan menyebarnya berita-berita hoax serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus integrasi bangsa.

Keenam, inventarisir dan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh adat dan tokoh pemuda untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman.

Kegiatan Apel yang diselenggarakan serentak di seluruh wilayah Indonesia baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/kota ini melibatkan seluruh aparat TNI dan Polri berjumlah 453.133 orang dan didukung Alutsista sesuai kerawanan di masing-masing daerah.

Turut hadir dalam Apel pengamanan pemilu ini, Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus,S.H,M.H, Dandim 1612 Manggarai,anggota DPRD Manggarai, Ketua KPUD Manggarai dan Manggarai Timur,Ketua Bawaslu Manggarai dan Manggarai Timur,Kaban Kesbangpol, Kasat Pol PP, Unsur Forkopimda Manggarai dan Manggarai Timur,Tokoh masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Pemuda serta seluruh personil TNI Kodim 1612 Manggarai,Polres Manggarai,Dinas Perhubungan,Sat Pol PP dan Linmas.   (ars)