Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Bupati Deno Hadiri Ritus Adat Congko Lokap Gendang Maras

Tanggal update: 09 Aug 2019 13:16, oleh: Aris

Ruteng - Bertempat di halaman kampung Maras Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, diadakan ritual adat Congko Lokap Gendang Maras Buntu Jene, Kamis (8/8/2019)

Ritual ini turut disaksikan Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus, S.H., M.H dan sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Manggarai, diantaranya Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Frumensius Linus Tojo Kurniawan, Kadis Kominfo Silvanus Hadir, Kadis PU & PR Saldy Sahadoen, Kepala BP4 Adi Empang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sipri Jamun serta beberapa staf Lingkup Pemkab Manggarai.

Tampak pula hadir ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Yeni Veronika dan anggota DPD RI Adrianus Garu.

Tua Golo Gendang Maras Maksimus Budin menjelaskan, ritual adat Congko Lokap merupakan tradisi budaya  orang Manggarai yang hingga kini masih ada dan terus dipelihara.

Maksimus menerangkan ritus adat ini, merupakan acara puncak proses pembangunan Mbaru Gendang ( rumah adat ) orang Manggarai.

Puncak acara Congko Lokap ini ditandai dengan penyembelihan seekor kerbau (roba kaba) dan seekor anak babi di tengah kampung. Kerbau disembelih di samping Mesbah yang berada di depan rumah adat. Selanjutnya tua adat mengelilingi Kerbau kurban sambil berputar dan bernyanyi.

Bupati Manggarai keluar dari Rumah Gendang Maras untuk mengikuti

ritual Congko Lokap.  Foto : Kominfo

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan, ada hal dalam hidup yang tidak boleh dirubah-rubah termasuk dalam kehidupan orang Manggarai, "Ada hal yang tidak boleh dirubah dan salah satunya budaya, kalau kita merubah budaya dan adat istiadat, Saya kira hidup kita akan susah,"Katanya.

Dalam Agama kata Bupati Deno, hal tersebut ditulis dalam Kitab Suci tetapi dalam kehidupan orang Manggarai tidak tertulis dan berlangsung turun temurun "Itu seperti Sabda, kalau kita melanggar dan tidak menghargai mereka, maka Saya kira hidup kita juga tidak akan lebih baik,"Tuturnya.

"Dalam kehidupan bernegara, kita merasa nyaman karena ada tentara dan polisi. Secara fisik mereka ada. Tapi ingat ada sabda, apa sabda itu ya hukum dan aturan,"Jelasnya.

Dijelaskannya, rumah gendang merupakan simbol pesan-pesan para leluhur. Untuk itu Ia berpesan kepada generasi muda agar bisa mengambil makna dari kebudayaan yang telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur.

Pagelaran caci turut memeriahkan acara Congko Lokap ini, menghadirkan tamu (meka landang) dari Sano Momol - Manggarai Barat.

Sementara pembangunan Rumah Gendang Maras bersumber dari dana Direktorat Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan pagu anggaran Rp.339.269.537,85.  (ars)

Persiapan ritual Congko Lokap Gendang Maras.  Foto : Kominfo