Paroki Cewonikit, Diskominfo Manggarai – Dengan mengusung tema “Berjalan Bersama Para Migran, Pelaut, dan Pengungsi dalam Harapan”, Ordo Scalabrinian (Missionaries of Saint Charles – Scalabrinians/CS) secara resmi meluncurkan rangkaian perayaan 25 tahun karya pelayanan di Indonesia melalui Perayaan Ekaristi yang digelar di Gereja Santo Vitalis Cewonikit, Ruteng, Senin (29/6/2026).
Perayaan Ekaristi syukur dipimpin Uskup Ruteng, YM Mgr. Siprianus Hormat dan dihadiri oleh Bupati Manggarai, , Kapolres Manggarai, Ketua DPRD Manggarai, para imam dan pastor paroki se-Kota Ruteng, para biarawan dan biarawati, serta umat dari berbagai paroki.
Tema perayaan ini menjadi peneguhan semangat pelayanan para misionaris Scalabrinian untuk terus hadir mendampingi kelompok-kelompok rentan, khususnya para migran, pelaut, dan pengungsi yang menjalani kehidupan di tanah rantau.
Perayaan tersebut juga menjadi ungkapan syukur atas perjalanan panjang karya pastoral dan kemanusiaan yang telah berlangsung selama seperempat abad di Indonesia.
Dalam homilinya, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat, menegaskan bahwa Allah adalah Allah yang mengumpulkan, bukan menyingkirkan manusia.

Mengacu pada nubuat Nabi Yesaya, Uskup menyampaikan bahwa Allah senantiasa membangun jalan perdamaian dan merangkul mereka yang tercerai-berai akibat berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan spiritualitas Santo Yohanes Baptista Scalabrini, pendiri Ordo Scalabrinian yang dikenal sebagai pelindung para migran. Karena itu, pelayanan kepada migran, pengungsi, dan pelaut bukan sekadar pilihan pastoral, tetapi merupakan panggilan Gereja untuk menghadirkan kasih dan solidaritas bagi sesama.
Mengangkat perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati, Uskup mengajak umat untuk tidak membatasi makna sesama berdasarkan identitas, suku, maupun agama.
“Belaskasih bukanlah perasaan sesaat, melainkan sikap hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata,” pesannya.
Ia juga menggambarkan Gereja sebagai “penginapan di tepi jalan”, tempat setiap orang yang terluka menemukan perlindungan dan harapan. Menurutnya, iman tidak cukup hanya diwujudkan dalam altar, tetapi harus hadir melalui tindakan nyata yang menyentuh dimensi kemanusiaan.

Sementara itu, Provinsial Provinsi Santa Francesca Cabrini Asia-Australia, Pater Martin Ignacio Gutierrez, CS, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya rangkaian perayaan 25 tahun kehadiran Ordo Scalabrinian di Indonesia. Ia mengenang bahwa pada 29 Juni 2002, mendiang Mgr. Eduardus Sangsun, SVD secara resmi menerima dan membuka karya pelayanan para misionaris Scalabrinian di Keuskupan Ruteng.
Pater Martin menjelaskan bahwa Kongregasi Missionaries of Saint Charles – Scalabrinians didirikan pada tahun 1887 oleh Santo Yohanes Baptista Scalabrini, Uskup Piacenza, Italia. Kongregasi ini lahir dari keprihatinan terhadap para migran yang meninggalkan tanah air dan membutuhkan pendampingan iman serta kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Sipri Hormat juga menyampaikan apresiasi kepada para imam Scalabrinian yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade dalam pelayanan kepada para migran, pelaut, dan pengungsi di Keuskupan Ruteng.
Ia berharap semangat pelayanan Santo Yohanes Baptista Scalabrini terus menjadi inspirasi untuk membangun Gereja yang hadir, terbuka, dan berjalan bersama mereka yang membutuhkan harapan. (Elvis/MC Kab Manggarai)