Skip to main content

Pemkab Manggarai

Kolaborasi Aksi Iklim di Manggarai, Bupati Apresiasi Peran PLAN Indonesia Berdayakan Kaum Muda

Ruteng, Diskominfo Manggarai – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia dalam mendorong keterlibatan kaum muda melalui program aksi iklim berbasis masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Hery saat membuka kegiatan pelatihan intensif bagi penggerak muda penerima dana hibah aksi iklim yang diselenggarakan PLAN Internasional Indonesia di Kabupaten Manggarai. Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 20 Juni 2026 di Hotel Revayah Ruteng ini diikuti oleh perwakilan 15 organisasi komunitas dan 25 individu penggerak muda dari 10 kecamatan di wilayah Manggarai.

Bupati Manggarai mengatakan, isu perubahan iklim saat ini bukan lagi sekadar wacana akademik maupun pembahasan di forum internasional, tetapi telah menjadi realitas yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.

Menurut Bupati Hery Nabit keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

Namun demikian, Bupati juga memberikan catatan penting agar program yang didukung melalui dana hibah tidak berhenti ketika masa pendanaan berakhir.

Bupati meminta Plan Indonesia bersama para penerima manfaat memastikan setiap dukungan yang diberikan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. “Sering kali sebuah gerakan berhenti begitu saja ketika anggarannya habis,” ujar Bupati Hery.

Karena itu, keberhasilan program ini harus dilihat dari keberlanjutannya, termasuk kemampuan kaum muda untuk tetap mandiri, kreatif, serta membangun kemitraan setelah program selesai.

Sementara itu, Area Program Manager Plan Indonesia, Samuel Absalom Niap, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pembekalan yang telah dimulai sejak Januari 2026.

Melalui dukungan dana hibah IKI Small Grants dari Pemerintah Jerman, penerima manfaat kategori individu memperoleh stimulus sebesar Rp19 juta, sementara kategori organisasi mendapatkan alokasi sekitar Rp95 juta untuk menjalankan proposal aksi iklim lokal.

Samuel mengatakan, pelatihan kali ini difokuskan pada penguatan kapasitas komunikasi, kampanye perubahan iklim, serta strategi advokasi kepada pemerintah desa.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan tentang penyusunan strategi dan media kampanye perubahan iklim. Sedangkan hari kedua diarahkan pada penguatan kemampuan advokasi, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah desa.
Plan Indonesia juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta BMKG untuk memperkuat pemahaman peserta terkait data cuaca dan kondisi iklim lokal.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai, Nyonya Meldyanti Marcelina Hagur Nabit, yang menjadi salah satu pemateri utama, mendorong para peserta agar aktif membangun jejaring dan mendokumentasikan setiap aksi yang dilakukan.

Ia menekankan bahwa pengalaman dalam mengelola program aksi iklim menjadi modal penting bagi kaum muda Manggarai untuk membangun rekam jejak profesional.

Meldyanti juga mengajak peserta memanfaatkan media digital sebagai ruang publikasi agar kontribusi generasi muda Manggarai dalam upaya mitigasi perubahan iklim dapat dikenal lebih luas.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, PLAN Indonesia, komunitas muda, dan berbagai pihak terkait, program aksi iklim ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tangguh serta menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat Manggarai. (MC Kab Manggarai)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 7 =

error: Content is protected !!