Skip to main content

Pemkab Manggarai

IAI Cabang Manggarai Gelar Seminar Kesehatan: Soroti Pencegahan Cacingan dan Apotik Plasma
GAMBAR UNGGUL ATAU FEATURED IMAGE

Ruteng, Diskominfo – Dalam rangka memperingati World Pharmacist Day (Hari Apoteker Sedunia) pada tanggal 25 September 2025 lalu, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Manggarai menyelenggarakan Seminar Nasional Terakdreditasi dengan tema “Pencegahan Penyakit Cacingan (Helminthiasis) Kombinasi Obat Cacing dan PHBS Serta Peran Apotek Plasma Dalam Kesehatan Masyarakat ” pada Jumat, 7 November 2025.

Kegiatan  yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai ini, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Safrianus Haryanto Djehaut, M.Si, Kepala IAI Cabang Manggarai, Apt. Hermina Patrisia Nujin, S.Si,  dan anggota IAI Cabang Manggarai. Hadir  secara daring (via zoom), Ketua PD IAI NTT, apt. Frama El Lefiyana Pollo,S.Si., serta peserta seminarnya

Adapun 2 pemateri dalam seminar ini yaitu dr. Oktaviani Mulianiarti Naur, M.Sc., Sp.A dan Dr. Agusdini Banun Saptaningsih,., MARS yang diwakilkan oleh Heru Sunaryo, Apt., MKM.

Seminar Nasional ini diinisasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Manggarai serta didukung penuh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Pemilihan kedua tema besar ini dilatar belakangi oleh isu-isu kesehatan terkini yang viral di masyarakat.

Seminar dibuka secara resmi oleh Kadis Kesehatan, Safrianus Haryanto Djehaut, M.Si, yang menekankan bahwa isu cacingan bukan hanya sekadar masalah kebersihan.

“Cacingan bukan hanya soal kebersihan tapi soal hak anak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan percaya diri. Karena itu intervensi kesehatan masyarakat harus menyeluruh.” Ujar kadis Kesehatan dalam sambutannya.

Menurutnya Penyakit cacingan masih menjadi masalah Kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada anak-anak karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang. Ia pun menyoroti seorang anak yang viral meninggal karena cacingan.

Upaya pencegahan tidak hanya melalui pemberian obat cacing saja, tetapi melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh karena itu pentingnya peran apoteker dan apotek plasma yang tersebar ditengah masyarakat sebagai educator.

Ia mengatakan bahwa Apoteker dan apotek plasma ditekankan sebagai bagian penting dari “Salam Peluk Sehat, Memeluk Dengat Hati”.

“Di sinilah peluk sehat hadir, sebuah gerakan yang menekankan pelayanan kesehatan yang ramah, menyentuh hati dan membangun rasa aman. Apoteker dan apotek plasma adalah bagian penting dari pelukan ini” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa apoteker bukan hanya hanya membagikan obat, tapi menjelaskan, menenangkan, dan meyakinkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan yang benar. 

“Apotek diharapkan menjadi “rumah harapan” bagi orang-orang yang sudah kehilangan harapan, terutama jika puskesmas atau rumah sakit tidak bisa memastikan orang mendapatkan harapan” tegasnya.

Ia juga menyinggung tantangan besar dalam sistem kesehatan nasional, termasuk kurangnya redistribusi tenaga apoteker ke pelosok, serta perlunya sistem pendidikan tenaga kesehatan yang lebih baik.

Ditekankan juga bahwa Dinas Kesehatan berjuang agar masyarakat tidak sakit, bukan sebaliknya, dan harus menekan kuratif sampai titik terendah dengan memperbesar kurva intervensi di level promotif dan preventif.

Pada kesempatan yang sama Ketua Pengurus Cabang IAI Manggarai, Hermina Nujin, menekankan bahwa banyak orang datang ke apotek dengan keluhan seperti demam berulang, tumbuh kembang yang tidak bagus, atau kognisi yang tidak sesuai umur pada anak.

“Dalam situasi ini, apoteker harus proaktif bertanya apakah anak sudah minum obat cacing di rumah” ungkap Apt. Hermina Hujin.

Beliau juga menyoroti anggapan tabu bahwa minum obat cacing hanya untuk anak-anak, padahal kontaminasi pada semua usia juga riskan.

Isu Apotik Plasma adalah salah satu isu yang sangat dibicarakan di dunia farmasi dan merupakan tantangan besar. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap sulitnya akses kesehatan bagi masyarakat, dan merupakan instruksi khusus dari Presiden terkait rancangan apotek desa dan kelurahan yang akan diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.

“Khusus di Manggarai, tantangan akses kesehatan sangat terasa mengingat topografi kabupaten yang luas, naik turun lembah, bahkan menyeberangi laut, sementara hanya terdapat sekitar 62 apotek dan 25 Puskesmas” jelasnya.

Apotik Plasma hadir melalui Koperasi Merah Putih yang dicanangkan oleh Bapak Prabowo, dengan tujuan siap menjangkau masyarakat. Namun, para apoteker juga diingatkan untuk mendiskusikan posisi dan peran mereka dalam implementasi ini.

Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh peserta untuk mendiskusikan pentingnya deworming di rumah.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + nineteen =

error: Content is protected !!