Skip to main content

Pemkab Manggarai

Festival Golo Curu 2025 Berdampak Baik Pada Aspek Ekonomi, Sosial dan Budaya

Ruteng, Diskominfo- Festival Golo Curu 2025 ditutup secara resmi pada selasa malam, 7 Oktober 2025. Ribuan pengunjung memadati pelataran Gereja Katedral Ruteng untuk menyaksikan langsung penampilan penyanyi lokal, pertunjukan tarian tradisional, paduan suara, serta pertunjukan lainnya yang memeriahlan penutupan Festival Golo Curu.

Penampilan mereka membuktikan bahwa potensi seni dan budaya Manggarai patut mendapatkan panggung yang luas.

Puncak acara ditandai dengan kehadiran penyanyi ibu kota, Maria Simorangkir, yang membawakan beberapa lagu hits dan berinteraksi hangat dengan penonton.

Festival ini juga menjadi ajang promosi  produk UMKM seperti kopi lokal, makanan tradisional, kerajinan tangan dan produk UMKM lainnya.

Penjabat Sekertaris Daerah Kabupaten, Lambertus Paput, S.Sos., dalam sambutanya mengucapkan terima kasih dan rasa Syukur yang tak terhingga atas keberlangsungan event ini.

“Inilah wajah Manggarai rumah toleransi dan pusat pariwisata religi yang sejati adalah perayaan yang melampaui batas-batas liturgi ini adalah wujud nyata dari pariwisata religi holistic” tutur Lambertus Paput.

Ia menjelaskan fetival ini telah membangkitkan UMKM lokal yang menawarkan produk-produk terbaik Manggarai. Dan yang paling penting menurutnya sinergi antara gereja pemerintah dan masyarakat yang menjadikan Manggarai sebagai destinasi yang unik dan berdaya saing.

“Festival boleh berakhir tetapi semangat untuk bekerjasama bergandengan tangan dan bergotong-royong untuk menggerai yang lebih baik tidak boleh padam mari kita jadikan ini sebagai titik tolak untuk mewujudkan Manggarai yang maju adil dan bersaing” tutup penjabat sekda.

Ketua Panitia Umum FGC  Th. Yosefus Nono dalam sambutannya menyampaikan bahwa  FGC tahun ini memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi UMKM .

“Festival ini telah mengangkat kerja-kerja kreatif dari berbagai bagian usaha kecil dan menengah dan mendorong masyarakat 97 kelompok UMKM dan pedagang lokal dengan jumlah rata-rata pengunjung setiap malam itu sekitar 2.500 sampai dengan 3000” ungkap Yosefus Yono.

Ia mengatakan hasil pendataan panitia selama sepekan pameran kuliner telah terjadi perputaran uang sebesar 1.015.235.000

Bukan hanya itu, terdapat juga aspek sosial dimana festival ini menyatukan masyarakat dari pelbagai golongan, suku, agama dan lain-lain.

Dari aspek budaya fetival ini menumbuhkan kreatifitas yang berakar pada budaya masyarakat Manggarai. Membangkitkan kembali apresiasi anak muda terhadap tradisi, ritual budaya kebanggan masyarakat Manggarai terutama tarian, lagu, pakaian serta aksesorisnya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 5 =

error: Content is protected !!