Ruteng, Diskominfo-Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., meresmikan peluncuran pembangunan 92 Rumah Adat/Gendang yang digelar di Natas Gendang Pau pada Senin, 11 Agustus 2025. Turut hadir dalam acara launching ini Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, S.Pd., Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Meldiyanti Hagur Marcelina Nabit, Staf Ahli TP PKK, Unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat OPD, Camat Langke Rembong, Lurah Sekecamatan Langke Rembong, Tokoh Adat, beserta Tokoh Masyarakat.
Peluncuran 92 Rumah Gendang ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manggarai beserta jajaran sebagai simbol dimulainya pembangunan. Peluncuran ini juga beiringan dengan peletakan batu pertama Rumah Gendang Pau.
Dalam sambutannya Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, menyampaikan bahwa pembangunan rumah gendang ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, dengan kontribusi besar dari masyarakat adat sendiri.
“Untuk sampai pada titik ini tidak gampang Karena itu puji Tuhan, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh saudara/I” ungkapnya.
Bupati Hery Nabit juga menjelaskan dari seratus hanya 92 yang terbangun ada delapan yang tidak terbangun “ yang tersisah akan tetap dibangun setelah melalui diskusi, masih ada waktu dalam tahun ini untuk menyelesaikan soal sehingga kita bisa bangun lagi” jelasnya.
Pemerintah dari dulu selalu membantu dengan keadaan yang terbatas meskipun dengan demikian, karena kebutuhan masyarakat pemerintah wajib membantu lebih banyak. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa anggaran yang dikeluarkan masyarakat lebih banyak jika dibandingkan dengan pemerintah.
“saya meyakinkan kepada kita semua Rumah Gendang yang dibangun ini bukan rumah milik pemerintah tetapi rumah milik masyarakat. Kenapa? karena bagian terbesarnya adalah sumbangan masyarakat adat itu sendiri” tutur Bupati Hery.
Meskipun ada tantangan dan ketidaksetujuan dari beberapa pihak, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan program ini demi kebutuhan masyarakat, seperti halnya kebutuhan akan air minum, jalan raya, dan listrik.
“Lagi saya menekankan kebutuhan rumah gendang sebagaimana kita juga butuh air minum sebagaimana kita juga butuh jalan raya sebagaimana kita juga butuh listrik,” ungkapnya.
Proyek pembangunan Rumah Gendang ini diharapkan dapat memperkuat budaya Manggarai dan memastikan keberlanjutannya hingga puluhan tahun ke depan.
Hingga tahun lalu, Masih ada 468 Rumah Gendang yang masih harus dibangun dan diperbaiki.
“Dari 468 kita bangun tahun ini 92 dan seterusnya akan bertambah, meskipun belum terbangun semua, kita yakin bahwa budaya Manggarai akan tetap ada 50 tahun lagi” ujar Bupati Hery.
Bupati Manggarai menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
”Kita ditakdirkan untuk dilahirkan dari rahim yang sama untuk hidup dalam budaya yang sama. Karena itu kita ditakdirkan Untuk saling memperhatikan, saling menguatkan, Kita saling menolong satu sama lain Semakin besar keluarga, tentulah makin banyak persoalan yang harus di selesaikan” tutup Bupati Herybertus Nabit.
Terakhir, Bupati Hery Nabit berharap meskipun masih banyak hal yang berbeda, bisa ditinggalkan dibelakang dan yang dikedepankan adalah kebersamaan.