Skip to main content

Pemkab Manggarai

Kunjungan Kerja Ke Manggarai, Gubernur NTT Evaluasi JKN

Kominfo,Ruteng – Gubernur Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, A.pt melakukan kunjungan kerja di kabupaten Manggarai. Kunjungan kerja Gubernur kali ini dalam rangka mengevaluasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kabupaten Manggarai.

Kegiatan evaluasi JKN bersama Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS) kesehatan kantor cabang Ende ini, diadakan di  aula Ranaka kantor Bupati Manggarai, Rabu 16 Juli 2025.

Selain evaluasi JKN ,Gubernur juga bertatap muka dan berdialog dengan para kepala Desa, Lurah,Camat serta kepala Puskesmas dari seluruh kecamatan yang ada di  Manggarai.

Tiba di kantor Bupati Manggarai pukul 14.00 wita, Gubernur dan rombongan diterima secara adat Manuk Kapu dan Tuak Curu serta pengenaan selendang oleh tua adat, disaksikan Bupati Manggarai Herybertu G L Nabit, S.E.,M.A dan Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd.

Kedatangan Gubernur dan rombongan juga disambut Sekretaris Daerah Drs.Jahang Fansi Aldus,unsur Forkopimda, ketua tim penggerak PKK Ibu Meldyanti Hagur Marcelina, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, anggota DPRD dari Partai Golkar Yoakim Jehati, kepala BPJS kesehatan kantor cabang Ende Nara Grace Br Ginting dan jajaran serta pimpinan BUMN/BUMD.

Gubernur Melkiades Laka Lena dalam sambutannya mengatakan, salah satu atensi dari Presiden Prabowo Subianto adalah meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia termasuk yang ada di kabupaten Manggarai. Salah satu upaya untuk menunjang kesehatan masyarakat adalah keterlibatan dari BPJS kesehatan.

Gubernur mengungkapkan,secara umum untuk provinsi NTT ada sebanyak 97 ribu orang yang belum memiliki KTP termasuk di kabupaten Manggarai. Sesuai data Disdukcapil Manggarai terdapat 1.500 orang yang belum memiliki KTP ‘’Kalau bisa di Manggarai, segera diselesaikan untuk yang belum punya KTP. Kenapa KTP penting, karena sebagai pintu masuk masyarakat untuk mendapatkan pelayanan secara gratis,’’ungkap Gubernur Melki Laka Lena.

‘’Jangan sampai masyarakat tidak punya KTP,kemudian jatuh sakit, tidak jadi peserta BPJS kesehatan lalu menemui kesulitan,’’sambungnya.

Kepada para kepala desa dan Kepala Puskesmas ,Gubernur juga meminta agar menyiapkan tenaga kesehatan, guna membantu warga mendapatkan cek kesehatan gratis  ‘’Program Presiden Prabowo melalui Kementerian Kesehatan, setiap warga negara harus mengecek kesehatan secara gratis dan rutin di Puskesmas,’’katanya.

Gubernur juga berjanji, akan terus berupaya untuk menguatkan ekonomi di setiap daerah dengan merubah pola ekonomi yang tepat bagi masyarakat serta membangun NTT dengan NTT Sentris ‘’Kita melihat NTT sebagai sebuah kesatuan, tapi kita mesti membuat pusat pertumbuhan itu tersebar di seluruh NTT. Pusat pertumbuhan itu mesti ada di semua kabupaten/kota. Banyak bentuk pertumbuhan yang akan dibuat untuk memfasilitasi kemajuan di semua daerah,’’ujarnya.

Gubernur menginginkan agar produk masyarakat tidak lagi seperti pola lama, seperti tanam kemudian panen lalu jual namun lebih ke pola baru yakni tanam, panen lalu diolah (kemas) baru dijual.

Untuk itu Gubernur meminta data atau keunggulan setiap desa/kelurahan untuk 5 produk terbaik. Dengan memiliki data seperti ini lanjutnya, akan memberikan potensi yang memiliki nilai ekonomis yang lebih ‘’Lima potensi itu bisa pada aspek pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan maupun pariwisata. Satu desa satu produk, tergantung potensi yang ada di daerah masing-masing. Dengan demikian kita akan berkolaborasi membangun daerah kita dengan spirit kebersamaan,’’paparnya.

Pemerintah Provinsi NTT jelas Gubernur, sudah menyiapkan skenario untuk membentuk  pasar sendiri, yakni NTT Mart yang di dalamnya akan diisi dengan hasil atau produk-produk yang dihasilkan masyarakat, tentunya setelah melalui uji BPOM.

Gubernur juga berpesan kepada para kepala desa agar pengurus koperasi Merah Putih adalah orang-orang yang bertanggungjawab dan terbaik dan berasal dari desa setempat.

Selain itu mantan anggota DPR RI ini juga berpesan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG ) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo, dapat dijalankan dengan baik. Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan gizi bagi anak-anak sekolah namun juga dapat meningkatkan perekonomiam masyarakat ‘’ Dapur makin banyak, perputaran uang juga makin banyak. Kalau dapur ada di sekitar desa,maka bahan-bahan baku seperti sayur, ikan telur, daging ayam dan buah-buahan kalau bisa dari desa sekitar,’’tutupnya.

Sementara itu, Bupati Herybertus Nabit dalam laporan penyelenggaraan pembangunan di pemerintahan kabupaten Manggarai menjelaskan, dukungan pemerintah kabupaten Manggarai dalam rangka pencapaian program strategis nasional, antara lain, Pertama penanggulangan kemiskinan, pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrim melalui optimalisasi pelaksanaan  program-program pengentasan kemiskinan kemudian dukungan untuk sekolah rakyat dan  pembangunan 3 juta rumah.

Sedangkan untuk kesehatan untuk semua, melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Hery melanjutkan, untuk mengejar target ekonomi Nasional, pemerintah daerah juga melakukan beberapa kegiatan guna pengendalian inflasi, percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan Merah Putih dan kemudahan perijinan di daerah.

Selain itu Bupati juga melaporkan terkait dukungan pemerintah daerah terhadap Sekolah Rakyat (SR), yang saat ini dalam tahap menyiapkan lokasi sekolah rakyat dalam artian pembersihan area dan penyelesaian administrasi pemerintahan lainnya. Untuk kabupaten Manggarai lanjut Bupati Hery rencananya akan dibangun di desa Iteng kecamatan Satar Mese dengan luas lahan 7 hektar (ha).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Hery juga menerangkan terkait program percepatan (Quick Wins) pemerintah kabupaten Manggarai, yakni di bidang sosial mencakup penanganan persampahan yang menargetkan partisipasi masyarakat kota untuk menangani persampahan kemudian penerangan jalan umum dan pengendalian pergaulan bebas remaja.

Quic Wins berikutnya jelas Bupati Hery, yakni kemampuan Numerasi melalui metode gasing bekerja sama dengan yayasan Profesor Surya (Surya Institut). Angka kemampuan Numerasi anak-anak di Manggarai dari tahun 2023 sebesar 61 meningkat menjadi 70.

Lalu bidang ekonomi, penataan pasar Inpres Ruteng dan pemanfaatan pasar Puni, penataan parkir dalam kota serta pengembangan pertumbuhan ekonomi baru Wae Naong ‘’Wae Naong menjadi contoh untuk dikembangkan lima tahun ke depan di kecamatan-kecamatan lain. Dalam RPJMD, kami telah menetapkan pengembangan kawasan Lelak, Satar Mese Utara dan kawasan Poco Leok serta kawasan Nggalak,’’terang Bupati Hery.

Berikutnya masih dari bidang ekonomi yakni pemberdayaan kelompok wanita tani untuk menjadi bagian dari rantai pasok hortikultura bagi dapur MBG dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

Bupati menyebut Quick Wins terakhir dalam bidang tata kelola yaitu Peluncuran Gerakan Inovasi Daerah untuk efisiensi dan akselerasi layanan gerakan publik atau biasa disebut gerakan IDEAL ‘’Berdasarkan data yang ada terdapat 131 inovasi di berbagai perangkat daerah termasuk puskesmas dan sekolah-sekolah. Dari 131 inovasi, 30 diantaranya akan kami ikut sertakan dalam kompetisi di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,’’tutup Bupati Hery.

Di tempat yang sama, Kepala BPJS kesehatan kantor Cabang Ende Nara Grace Br Ginting menuturkan, dari sisi cakupan kepesertaan di kabupaten Manggarai sudah menyandang Universal Health Coverage (UHC) prioritas. UHC prioritas artinya minimal 98 % penduduk sudah terdaftar dan minimal 80 % statusya aktif ‘’Kondisi ini membuat kita di Manggarai memiliki keistimewaan, di mana ketika ada masyarakat yang sakit dan didaftarkan lalu didanai APBN dan APBD maka statusnya bisa langsung aktif untuk menggunakan layanan kesehatan,’’ungkap Nara Grace.

Selain itu kata Nara Grace, pemerintah Provinsi juga memberikan dukungan kepesertaan JKN di Manggarai, sebesar 2.222 jiwa. Yang dicover oleh APBD sebanyak 23.988 jiwa. Sementara itu ada 207 ribu lebih yang dicover oleh APBN melalui Kementerian Sosial.

Untuk perangkat desa lanjutnya, yang sudah terdaftar sebanyak 145 desa dengan jumlah jiwa terdaftar sebanyak 1.355 dan perangkat desa dicover dengan suami, istri serta maksimal 3 orang anak.

Usai bertatap muka dengan para kepala desa, Lurah, Camat serta kepala Puskesmas, Gubernur melanjutkan kunjungannya untuk bertemu dan bertatap muka dengan warga Poco Leok di kecamatan Satar Mese dan melakukan peninjauan UPT Samsat Ruteng.  *ars

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + two =

error: Content is protected !!