Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI MANGGARAI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI MANGGARAI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Post terbaru

Daftar agenda

Next Last

Link Banner

Kerja 3ersama

Website Prov NTT

infopublik

Dokumentasi Hukum

BPS Kabupaten Manggarai

LPSE Kabupaten Manggarai

Lambang Daerah Kabupaten Manggarai

Tanggal update: 27 Jan 2016 10:45, oleh: Admin

 

BENTUK DAN ARTI LAMBANG DAERAH KABUPATEN MANGGARAI

 

1. Bentuk Lambang Daerah Manggarai ialah ”Prisai” bersisi lima yang mempunyai arti:

a. Prisai melambangkan alat pertahanan dan perlindungan seluruh rakyat;

b. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara.

2. Tata warna lambang berupa kuning, hijau, merah dan hitam diambil dari warna kain tenun rakyat Daerah Manggarai yang mempunyai arti:

a. Kuning adalah keluhuran dan keagungan serta kejayaan;

b. Hijau adalah harapan masa depan atas dasar potensi yang ada di Daerah;

c. Merah adalah keberanian;

d. Hitam adalah teguh dan abadi;

3. Lambang berisikan lukisan Rumah Adat melambangkan:

a. Alat pemersatu seluruh rakyat dalam satu kesatuan dan persatuan Nasional dalam setiap derap langkah pembangunan mental dan fisik yang mencerminkan dalam tingkat kebudayaan, peradaban dan perjuangan hidup dari zaman ke zaman;

b. Sembilan tiang Rumah Adat memperteguh adanya pendirian bahwa seorang bayi yang baru dilahirkan setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu adalah harapan Bangsa.

4. Lukisan Gasing yang terdapat pada puncak Rumah Adat melambangkan keabdian dan keagungan Tuhan yang Maha Penyayang memberi dan menyinari segala yang hidup serta menyelenggarakan seluruh pusaran tata kehidupan Daerah khususnya dan rakyak Indonesia pada umumnya.

5. Lukisan sepuluh (10) batang tulang ijuk (rimang) di atas Kepala manusia melambangkan 10 jari tangan manusia menunjukkan bahwa rakyat Manggarai senantiasa memuliakan Tuhan dan memohon berkat dan perlindunganNya.

6. Kepala manusia bertanduk mengandung arti bahwa rakyat di Daerah Manggarai adalah manusia banteng dan atau manusia yang kokoh, kuat dan berani serta berkemauan bagaikan baja dalam menghadapi tantangan hidup.

7. Lilitan tali ijuk yang terdapat di bawah Kepala manusia bertanduk yang mengikat seluruh kasau dan ujung atas atap ijuk melambangkan:

a. Bhinneka Tunggal Ikha, keutuhan rasa kesatuan yang kokoh mengikat seluruh segi kehidupan rakyat di Daerah yang tidak mudah terpecah belah;

b. Keutuhan dalam mufakat dan musyawarah yang melembaga dalam kehidupan seluruh rakyat Daerah Manggarai.

8. Buaya darat (Varanus Commodoensis) sebagai satu – satunya jenis reptile pra sejarah yang masih tetap hidup, berwarna kuning, berbintik coklat dan berdiri dalam keadaan siaga di depan Rumah Adat melambangkan:

a. Daya tahan hidup seluruh rakyat Daerah dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup;

b. Kesiapsiagaan yang penuh ketenangan, kecermatan kewaspadaan dan kecekatan dalam setiap gerak kehidupan seluruh rakyat di Daerah;

c. Museum bagi binatang jenis reptile pra sejarah yang bernilai tinggi untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

9. Lukisan satu tangkai kopi dengan 14 butir dan 8 daun kopi serta satu tangkai padi dengan 58 bulir padi melambangkan:

a. Potensi Daerah Manggarai dalam perjuangan untuk mempertinggi taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat;

b. Tanggal dan tahun berdirinya Daerah Tingkat II Manggarai secara yuridis formil 14 agustus 1958.

10. Pita merah dengan tulisan ”KABUPATEN MANGGARAI” melambangkan: keberanian, sedangkan tulisan hitam di atas pita merah melambangkan keteguhan dan pendirian kuat yang tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi segala tantangan hidup.

11. Ukuran Lambang pada gambar asli adalah:

a. Lebar prisai            : 22 cm

b. Tinggi prisai            : 18,5 cm kiri/kanan

c. Tinggi prisai tengah : 24 cm

 

Sumber: Perda Kabupaten Daerah Tingkat II Manggarai Nomor 1 Tahun 1983