Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Pihak Kementrian PUPR RI Tatap Muka Dengan Pemkab Manggarai

Tanggal update: 08 May 2018 08:36, oleh: Aris

Ruteng ; Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur II BPIW Kementrian PUPR RI Dr.Ir.Maulidya Indah Junita,bersama rombongan,Senin (07/05/2018) bertatap muka dengan unsur pemerintah Kabupaten Manggarai,bertempat di Aula VIP Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai.

Dari Unsur pemkab,Hadir Wakil Bupati Drs.Victor Madur,Staf Ahli Bupati,para Asisten,serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Sementara dari pihak kementrian PUPR hadir juga,Kepala Sub Direktrorat Bangun Konservasi tanah dan air,Kemenlu Lingkungan Hidup dan Kehutanan,Ir.Sumarsosno,Kepala Dinas PUPR Propinsi Maluku dan Maluku Utara,dan Kepala Dinas PUPR NTT.

Kehadiran Rombongan Kementerian terkait ke wilayah Manggarai,untuk melakukan diskusi dan membahas sejumlah isu penting.

Salah satu isu yang dibahas yakni menyangkut Ketahanan air di NTT. Selain itu rombongan juga ingin melihat langsung kampung adat Wae Rebo yang sangat terkenal itu.

Dalam sambutan singkatnya DR.Ir.Maulidya Indah Junita,mengatakan ketahanan air merupakan salah satu isu penting yang dibahas dalam diskusi yang di gelar di Ruteng,dimana untuk tahun 2018,NTT merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus perhatian kementrian PUPR selain Maluku dan Maluku Utara.

Dituturkan,kementerian PUPR bersama kementerian lingkungan hidup dan kehutanan,tergabung dalam tim koordinasi untuk warisan dunia,yang bertugas untuk melihat langsung kearifan lokal di kampung adat wae Rebo,untuk diteruskan ke kementerian terkait sebagai bahan laporan.

Ditambahkannya,usai berkunjung ke Wae Rebo dan melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah tersebut,pihaknya mendapatkan banyak pengalaman berharga,dari masyarakat dan tokoh adat setempat,terutama soal pertanian,konservasi,ketahanan air dan kaearifan lokal di Wae Rebo.

Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus SH.MH,mengatakan pemanfaatan areal persawahan di Manggarai belum begitu optimal,akibat sejumlah kendala.

Kendala tersebut selain karena factor bencana alam,juga diakibatkan  masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk pelihara air dan infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah.

Di Narang Satar Mese Barat misalnya jelas Bupati Deno Kamelus,akibat bencana alam irigasi Wae Mau I mengalami kerusakan dan baru tahun 2018 ini diperbaiki.Kondisi demikian tentu sangat berpengaruh pada produksi padi.

Masalah irigasi yang buruk juga menjadi kendala utama belum optimalnya pemanfaatan lahan di lingko Lodok Meler kecamatan Ruteng.

Bupati Deno Kamelus berharap agar masyarakat senantiasa menjaga dan memelihara air dengan baik,demi kelangsungan hidup anak cucu kelak.  ** Petrik