Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Mahasiswa STKIP Ruteng,Pentaskan Teater Randang Lingko

Tanggal update: 06 May 2018 11:34, oleh: Aris

Ruteng : Memperingati Hari Pendidikan Nasional ke 73 tahun 2018,sejumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP ) ST.Paulus Ruteng menggelar atraksi pentas seni dan budaya Manggarai.Kegiatan berlangsung di Lapangan Motang Rua Ruteng,Sabtu (5/5/2018).

Kegiatan pentas seni dan budaya ini dikemas dalam teater berjudul Randang Lingko dan disajikan dalam bentuk drama dan tarian massal seperti pembuatan lingko,lodok lingko,dan tahapan-tahapan pembuatan lingko,perayaan hasil panen lingko dan berpuncak pada danding,sanda,mbata dan caci.

Sebanyak 250 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu turut memeriahkan kegiatan ini,dibawah asuhan sutradara dan penulis naskah Romo Ino Sutam,pr.

Ketua Stkip St.Paulus Ruteng Romo DR.John Boylon,pr mengatakan tema hari Pendidikan Nasional yakni,menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan.

Dengan tema ini kata Romo John semua pihak diajak untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas kebudayaan,‘’Kita sepatutnya menyadari bahwa mutu pendidikan di Indonesia,khususnya NTT masih memprihatinkan,’’Kata Romo John.

Budaya Manggarai menurut Romo John Boylon juga terancam dengan kehadiran berbagai budaya asing.

Dijelaskannya,banyak anak muda yang cepat puas dengan prestasi yang kecil,bermental asal lulus ujian,lebih senang bermalas-malasan dari pada bekerja keras,suka menjadi penonton dengan budaya Manggarai dan bahkan menjadi asing dengan budaya sendiri karena lebih senang dengan budaya asing yang populer.

Romo John Boylon mengajak generasi muda agar memiliki semangat,motivasi dan daya juang untuk berprestasi setinggi-tingginya seperti yang terdapat dalam go’et Uwa Haeng Wulang,Langkas Haeng Tala.

Kaum muda kata Romo John juga diajak untuk membangun budaya Manggarai yang beradab,inklusif,tidak diskriminatif,respek HAM dan ramah lingkungan.

Stkip St.Paulus Ruteng lanjut Romo John memiliki komitmen untuk mengembangkan pendidikan bermutu berbasiskan budaya lokal ‘’Pertunjukan Budaya hari ini,merupakan bagian dari pembentukan mahasiswa yang berilmu dan berbudaya,Kami ucapkan Terima kasih kepada Bapak Bupati yang menyediakan ruang bagi kami (STKIP,red) untuk mewujudkan bakat Kulturalnya,’’Ungkap Romo John Boylon.

Dirinya kembali mengajak semua pihak agar meningkatkan mutu pendidikan dan budaya Manggarai ‘’Hanya orang yang berpendidikan baik dan berbudaya tinggi mampu bertahan di Era Globalisasi dan Revolusi teknologi empat koma nol ini,’’Terang Romo John Boylon.

Bupati Manggarai duduk bersama Ketua Yayasan Stkip St.Paulus,didampingi Ketua Stikes dan Sekda Manggarai ketika menyaksikan atraksi Pentas Seni & Budaya di Lapangan Motang Rua Ruteng.  Foto : Aris

Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus,SH.MH dalam sambutannya mengatakan terdapat 3 pilar pendidikan saat ini,pertama upaya –upaya untuk meningkatkan aksesibilitas,kedua meningkatkan mutu dan relevansi out put dan ketiga meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola dibidang pendidikan.

Dari tiga pilar ini ujar Bupati Deno Kamelus,kemudian di break down berupa program-program,baik berskala nasional,propinsi maupun skala kabupaten/kota.

Berbicara mengenai kebudayaan kata Bupati Deno kamelus,berhubungan dengan tiga hal,yakni ;Cipta atau karya ‘’Penti,caci atau aktifitas-aktifitas budaya lainnya itu merupakan hasil karya atau cipta dari para pendahulu kita,’’Terang Bupati Kamelus.

Kemudian hal berikut yang berhubungan dengan budaya,adalah Rasa.Semua karya dan ciptaan dalam sebuah kebudayaan berhubungan dengan suatu perasaan yang tumbuh didalam sebuah komunitas ‘’Rasa itu macam-macam,rasa ingin dihargai,rasa membutuhkan orang lain,rasa solidaritas,dan rasa-rasa yang lain,’’Ungkap Bupati kamelus.

Hal berikut lanjut Bupati Deno kamelus berkaitan dengan Karsa semua hasil ciptaan yang dibangun diatas sebuah perasaan tertentu oleh sebuah komunitas,pada akhirnya akan membentuk sebuah korsa/karsa ‘’Bicara tentang budaya,pasti bicara juga tentang karakter sebuah komunitas,’’Papar Bupati kamelus.

Stkip menurut Bupati Deno Kamelus memiliki fungsi Tri Dharma,yakni;pendidikan,penelitian dan pengabdian masyarakat, ‘’Oleh karena itu ketika STKIP mengambil bagian dalam pengembangan budaya di Manggarai dalam konteks Tri Dharma,maka Saya yakin budaya Manggarai akan semakin kuat karena kita ditopang oleh sebuah lembaga tinggi yang mempunyai perhatian khusus kepada pengembangan budaya,’’Tegas Bupati Kamelus.

Mahasiswa Stkip mementaskan salah satu tarian,dalam atraksi Seni & Budaya

di Lapangan Motang Rua Ruteng.  Foto : Aris

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Mansetus Mitak,SH,Pimpinan perangkat Daerah,Ketua Yayasan STKIP Romo Gradus Janur,pr,Ketua STIKES ST.Paulus Ruteng Pater David Djerubu,SVD,para dosen,Kepala BUMN/BUMD,Pencinta Budaya Manggarai,ratusan Mahasiswa,insan pers serta masyarakat kota Ruteng dan sekitarnya.  **arismarsal