Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI MANGGARAI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI MANGGARAI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Post terbaru

Next Last

Daftar agenda

Next Last

Link Banner

Kerja 3ersama

Website Prov NTT

infopublik

Dokumentasi Hukum

BPS Kabupaten Manggarai

LPSE Kabupaten Manggarai

RSUD dr.Ben Mboy Siap Layani Pasien Gagal Ginjal

Tanggal update: 31 Oct 2017 08:12, oleh: Aris

Ruteng – Pasien gagal ginjal di kabupaten Manggarai,yang selama ini harus berobat ke luar daerah,pada tahun 2018 mendatang sepertinya bernafas lega,pasalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) dr.Ben Mboy Ruteng akan melayani pasien gagal ginjal pada tahun 2018 mendatang.

Kepada Media ini Direktris RSUD dr.Ben Mboy Ruteng dr.Frida Adur melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis dr.Vivi Lambo menjelaskan sistem Kerja sama dengan pihak ke tiga sedang dibangun oleh manajemen RSUD dr.Ben Mboy Ruteng,baik pengadaan alat cuci darah maupun pelatihan bagi para tenaga medis.

Kabid Pelayanan Medis RSUD dr.Ben Mboy Ruteng,dr.Vivi Lambo.  Foto : Aris

Menurut dr.Vivi saat ini tenaga-tenaga medis terdiri dari 1 orang dokter spesialis penyakit dalam,1 orang dokter umum dan 3 orang tenaga keperawatan sedang mengikuti pelatihan selama tiga bulan ‘’Tenaga sudah di kirim,saat ini sedang ikuti pelatihan.Bulan Desember pelatihan selesai ,’’Ujar dr.Vivi.

Selama ini kata dr.Vivi pihaknya banyak menerima pasien gagal ginjal,namun karena keterbatasan tenaga,peralatan dan proses perijinan,pasien terpaksa harus melakukan perawatan di tempat lain terutama ke Rumah sakit di Jawa ’’menjadi kendala bagi pasien gagal ginjal karena alat cuci darah tidak ada,tenaga juga demikian,’’Terang dr.Vivi.

‘’Tahun depan mudah-mudahan semua pasien gagal ginjal kita tangani di Ruteng ,’’Tambahnya.

Dijelaskannya,dari enam Unit alat cuci darah yang rencananya disiapkan pihak rumah sakit,untuk sementara hanya ada empat Unit untuk melayani pasien gagal ginjal yang ada di Kabupaten Manggarai.Sementara dua alat lainnya akan tetap diusahakan terpenuhi ‘’Rencana nanti ada 6 alat,tapi kami proritaskan 4 alat dulu ,’’Terang dr.Vivi.

Terkait pelayanan kepada pasien yang kebanyakan menggunakan BPJS atau kartu jaminan kesehatan lainnya.Dirinya mengaku pihak rumah sakit tidak akan membedakan pasien mampu dan tidak mampu,semua dilayani tanpa bedakan status maupun golongan ‘’Semua kami layani sama,kebanyakan yang kami terima juga pasien tidak mampu ,’’Ungkap dr.Vivi. **(arismarsal)