Pemerintah Kabupaten Manggarai

BUPATI MANGGARAI
DR.DENO KAMELUS,SH.MH

WAKIL BUPATI MANGGARAI
DRS. VICTOR MADUR

Update terbaru:

Post terbaru

Next Last

Daftar agenda

Next Last

Link Banner

Website Prov NTT

infopublik

Ke2ja Nyata

Dokumentasi Hukum

BPS Kabupaten Manggarai

LPSE Kabupaten Manggarai

Bupati Deno Kamelus Khawatir,Minat Masyarakat di Bidang Pertanian Berkurang

Tanggal update: 10 Oct 2017 08:54, oleh: Aris

Ruteng – Peringatan hari Pangan Se Dunia yang ke 37 tingkat Kabupaten Manggarai Tahun 2017 berlangsung di Agro Wisata Dalo Paradise Desa Compang Dalo Kecamatan Ruteng,Sabtu (7/10/2017 ).

Selain dihadiri Bupati Manggarai DR.Deno Kamelus,SH.MH. Hadir pula Wakil Bupati Manggarai Drs.Victor Madur, Sekertaris Daerah Mansetus Mitak,SH, para Camat,Pimpinan OPD, Unsur Forkopimda, Dharma Wanita Persatuan, Tim Penggerak PKK, serta insan Pers.

Tiba di gerbang menuju tempat wisata Agro Dalo Paradise sekitar Pukul 09.00 Wita, Bupati,Wabup serta Sekda Manggarai diterima secara adat dan pengalungan selendang, kemudian rombongan diarak regu ronda menuju kolam wisata.

Bupati dan Wakil Bupati didampingi Sekda Mansetus Mitak serta Pimpinan OPD dan unsur Forkopimda sempat menari Sanda dan Mbata selama beberapa menit di lokasi kolam Wisata, lalu rombongan berjalan kaki menuju lokasi peringatan HPS, tepat di bagian selatan Lokasi Wisata kolam.

Tiba di lokasi peringatan HPS, rombongan sudah ditunggu peserta HPS berjumlah hampir 400 orang, LSM,Petugas Penyuluh Lapangan, para Camat,Kades Compang Dalo serta sejumlah warga masyarakat.

Bupati,Wakil Bupati didampingi Sekda dan Pimpinan OPD serta Unsur Forkopimda,Foto bersama sebelum Acara HPS berlangsung.  Foto : Aris

Ketua Panitia Pelaksana hari Pangan Se Dunia Tingkat Kabupaten Manggarai Hendrikus Ranarora dalam laporan singkatnya mengatakan momentum Hari Pangan se Dunia mengingatkan dunia bahwa kekuatan suatu bangsa sangat di tentukan dalam pemenuhan pangan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu untuk menggalang kebersamaan,meningkatkan motivasi serta kepedulian seluruh unsur masyarakat dalam pemantapan ketahanan pangan.

Sejak 1981,tiap tanggal 16 Oktober setiap tahun di peringati sebagai hari Pangan se Dunia,ini mengacu pada Konverensi FAO ( Food and Agri Culture Organitation ) Ke 20 bulan November 1979 di Roma-Italy.Sementara di Kabupaten Manggarai dilaksanakan secara bergantian di setiap kecamatan.

Tujuan pelaksanaan HPS ke 37 tahun 2017 yakni,meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya masalah pangan,merumuskan,menetapkan rekomendasi HPS 2017 untuk di implementasikan dalam program kegiatan instansi terkait pada tahun 2018.

Kemudian tujuan berikutnya meningkatkan tanggung jawab daerah dalam meningkatkan usaha pemantapan dan kemandirian pangan sampai dengan tingkat rumah tangga,meningkatkan motivasi informasi dan partisipasi seluruh Stekholder.

Sasaran HPS adalah kelompok tani dan masyarakat yang ada di Kabupaten Manggarai,pelaku usaha baik yang terkait langsung maupun tidak langsung di sektor pertanian,perikanan,peternakan,kesehatan dan gizi.

Dalam HPS ke 37 Tahun ini Tema yang diangkat di tingkat Kabupaten yaitu Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dalam Rangka Pemenuhan Pangan dan Gizi Keluarga guna Menurunkan Angka Stunting.

Sementara tema Nasional HPS yakni menggerakan generasi muda dalam membangun pertanian menuju Indonesia lumbung pangan Dunia.

Selain itu Tema Internasional dalam HPS kali ini mengubah masa depan dengan berinvestasi pada ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.

 Bupati Deno Kamelus dan Wabup Victor Madur ketika meninjau langsung Tanaman Horticultura

 di Area Perkebunan Wisata Dalo Paradise pada Peringatan HPS ke 37.  Foto : Aris

 

Minat Masyarakat di Bidang Pertanian Berkurang.

Bupati Manggarai DR. Deno Kamelus,SH.MH dalam sambutannya mengaku  khawatir dengan berkurangnya minat masyarakat Indonesia di sektor Pertanian.

Ini mengacu pada survey atau penelitian Badan Pusat Statistik ( BPS ) tahun 2014 silam terkait usaha ketahanan pangan khusus pada kesiapan level produksi petani.

Dalam Survey ini BPS membagi petani dalam Lima Cluster. Cluster pertama usia sampai dengan 35 tahun, Cluster ke dua usia 36-39 tahun, Cluster ke tiga usia 40-44 tahun kemudian Cluster ke empat usia 44-49 tahun dan Cluster ke lima usia 50 tahun ke atas. Lalu hasil Survey tersebut dituangkan dalam sebuah judul Regenerasi Mandek, Pangan jadi Rentan.

Menurut Survey BPS Kata Bupati Deno Kamelus, usia 35 tahun pada tahun 2008 minat masyarakat pada bidang pertanian masih 25 %, lalu pada tahun 2014 jumlah ini menurun tiga kali lipat menjadi 8,14 %.‘’ "Dugaan Saya ini pasti terus menurun, karena tidak ada Intervensi pemerintah kepada petani,untuk berikan Insentif pada Petani,agar pekerjaan petani jadi pekerjaan yang menjanjikan,’’ kata Bupati Kamelus.

Keengganan orang bertani menurut Bupati Deno kamelus, karena pekerjaan sebagai petani bukan pekerjaan yang memberikan kehidupan yang lebih baik ‘’Ada yang merantau ke Malaysia, Papua, Kalimantan atau daerah lain, karena lebih menjanjikan dari pada bertani,’’ terang Bupati Kamelus.

Penurunan juga terjadi pada usia 36-39 tahun yang tidak jauh berbeda dengan usia yang mencapai 35 tahun.

Yang lebih mencengangkan dalam survey BPS tahun 2014 lanjut Bupati Deno Kamelus, para petani yang usianya mencapai 50 tahun ke atas pada tahun 2008 jumlahnya hanya 20,11 %, tapi pada tahun 2014 jumlah ini bertambah jadi 52 % , ‘’Jadi ketergantungan kita sekarang, pada orang-orang tua usia 50 tahun ke atas, yang 50 tahun ke bawah enggan bertani,’’ ujar Bupati Kamelus.

Jika tidak ada kebijakan khusus dari negara ini untuk memberikan insentif kepada petani, maka 5-10 tahun kedepan ketahanan pangan di Indonesia bahkan Manggarai akan terancam.

Untuk itu Bupati  Deno kamelus meminta para PPL agar bisa melakukan survei di Manggarai terkait minat masyarakat di bidang pertanian, sehingga pada perayaan HPS tahun depan bisa diketahui seberapa besar minat masyarakat terhadap pertanian,  ‘’Mudah-mudahan di Manggarai minat masyarakat masih tinggi, tapi tetap harus disurvei,’’ pinta Bupati kamelus.

Dalam kegiatan HPS ini, selain melihat pameran pangan lokal yang disajikan Tim Penggerak PKK dan masyarakat, Bupati bersama rombongan sempat berkeliling kolam wisata menggunakan perahu motor kecil serta melihat dari dekat tanaman Hortikultura seperti sayuran, tomat, kacang-kacangan, jagung manis ( jenis Valentino), buncis unggulan, cabe keriting dan cabe rawit, hasil kerja sama antara pemkab Manggarai dengan PT. Bisi dan Panah Merah di lokasi pertanian Agro Wisata Dalo Paradise.  **(arismarsal)